... SEMBILAN ADAB TIDUR ALA RASULULLAH ...
Bismillah ... Di antara keutamaan Islam adalah bersifat universal.
Islam memberikan tuntunan pada pemeluknya di beragam bidang. Dari bangun
tidur sampai tidur lagi. Ada beberapa hal yang perlu kita praktikkan
berkenaan dengan tata cara tidur seperti dicontohkan Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Pertama:
MUHASABAH sesaat
sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah
(berintropeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan
yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya
baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan jika
sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan
bertaubat kepada-Nya.
Kedua:
TIDUR lebih dini, berdasarkan
hadits yang bersumber dari ‘Aisyah Radhiallahu 'Anha, bahwasanya
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidur pada awal malam dan bangun
pada pengujung malam, lalu Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam
melakukan sholat (Muttafaq’alaih )
Ketiga:
DISUNNATKAN
berwudhu sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan (untuk
kesehatan pencernaan). Al-Bara menuturkan, Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila kamu tidur maka berwudhulah
sebagaimana wudhu untuk sholat.”
Keempat:
DISUNNATKAN juga
mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits Abu
Hurairoh, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
“Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka
hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu,
karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya... ”Di dalam satu riwayat
dikatakan: 3 kali (Muttafaq’alaih )
Kelima:
MAKRUH tidur
tengkurap. Abu Dzar menuturkan, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah
lewat melintasi aku, di kala aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam membangunkanku dengan kakinya sambil
bersabda, “Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring
seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni Neraka,” (HR.
Ibnu Majah)
Bahkan dalam hadits lain dijelaskan, bahwa tidur/
berbaring tengkurap adalah sifat dari tidurnya Iblis, karena menghindari
bertatapan langsung dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah
melaknat dan mengutuknya.
Keenam:
MAKRUH tidur di atas
tempat terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari ‘Ali bin
Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah
bersabda, “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak
ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya,” (HR. Al-Bukhori)
Ketujuh:
MENUTUP pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari
Jabir diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam telah bersabda, “Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu
akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan
tutuplah makanan dan minuman,” (Muttafaq’alaih )
Kedelapan:
MEMBACA ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqoroh, Al-Ikhlas
dan Al-Mu’awwidzata in (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak
hadits-hadits shohih yang menganjurkan hal tersebut.
Kesembilan:
MEMBACA doa-doa dan dzikir yang keterangannya shohih dari Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam, seperti, “Ya Allah, peliharalah aku dari
adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu. ”
Dibaca 3 kali. (HR. Abu Dawud)
Jika bangun tidur membaca,
“Alhamdulillahi lladzi ahyaana ba’dama amaatana wailaihin nusyur (Segala
puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah kami
dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.” (HR. Al-Bukhori)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar