Assalamu'alaikum.
disaat sakit.
Rasullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
“Sungguh mengagumkan urusan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya
adalah baik , dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang
Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu
lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, dan
demikian itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim, al Baihaqi dan Ahmad )
Orang yang sakit harus benar-benar berada dalam keadaan antara rasa
takut dan berharap, takut kepada siksa Allah atas dosa-dosanya disertai
dengan perasaan mengharapkan rahmat-Nya. Dasarnya adalah hadis Anas
radhiyallahu ‘anhu:“Bahwasannya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam
pernah menjenguk seorang pemuda saat menjelang kematiannya. Kemudian
beliau bertanya : “Apa yang engkau rasakan?” Dia menjawab: Demi Allah,
wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar berharap kepada Allah dan
sesungguhnya aku takut akan dosa-dosaku.” Maka Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
لا يجتمعان في قلب عبد في مثل هذا الموطن إلا أعطاه الله ما يرجو وآمنه مما يخاف
“Tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba kedua hal tersebut dalam
keadaan semacam ini (sakit), melainkan Allah akan merealisasikan
harapannya dan memberikan rasa aman dari apa yang dia takuti.” (HR.
Turmudzi dan yang lainnya dengan sanad hasan).
Separah apapun
penyakit yang diderita seseorang, dia tidak diperbolehkan untuk
mengharapkan kematian. Pernyataan ini berdasarkan hadis Ummu al-Fadhl
(istri Abbas) radiyallahu ‘anha, bahwasannya Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam pernah menjenguk mereka, sementara ‘Abbas, paman
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tengah mengeluh (karena sakit)
sampai mengharapkan kematian. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
يا عباس يا عم رسول الله لا تتمن الموت ان كنت محسنا
تزداد إحسانا إلى إحسانك خير لك وان كنت مسيأ فان تؤخر تستعتب خير لك فلا
تتمن الموت
“Wahai pamanku, janganlah engkau mengharapkan
kematian. Karena sesungguhnya, jika engkau seorang yang baik lalu diberi
usia yang panjang, engkau bisa menambah kebaikanmu, dan itu lebih baik.
Adapun jika engkau seorang yang banyak berbuat buruk lalu diberi
tenggang usia, kemudian engkau berhenti dari perbuatan buruk tersebut
dan bertobat, maka yang demikian itu lebih baik. Karena itu janganlah
engkau mengharapkan kematian.” (HR. Ahmad)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar