Abu Hurairah r.a dan Sekendi Susu
Suatu saat Abu Hurairah r.a tengah dilanda rasa lapar. Kemudian beliau
berjalan-jalan di peletaran Masjid Nabawi untuk mengurangi rasa
laparnya. Tiba-tiba beliau bertemu dengan sahabat Umar r.a. Karena rasa
lapar yang teramat sangat,beliau pun mempunyai ide untuk meminta sahabat
Umar r.a menerangkan sebuah ayat untuknya dengan maksud agar sahabat
Umar mau mengajaknya ke rumah dan menjamunya dengan suguhan makanan.
Beliau berkata kepada sahabat Umar r.a, “Wahai, Umar, terangkanlah
kepadaku tentang sebuah ayat !”, pinta Abu Hurairah r.a. Sahabat Umar
r.a menjawab “Wahai sahabatku, tentunya engkau lebih tahu tentang hal
itu daripada diriku.”
Mendengar jawaban sahabat
Umar r.a, beliau pun merasa kecewa dan semakin tak tertahankan rasa
lapar yang menderanya. Tak lama kemudian beliau pun bertemu dengan
sahabat Ali k.w. Beliaupun melakukan taktik yang sama kepada sahabat
Ali karomallahu wajhah. Tapi ternyata, sahabat Ali karomallahu wajhah
memberikan jawaban yang sama seperti jawaban sahabat Umar r.a kepada
beliau. Pupuslah harapan beliau. Tak berapa lama beliau bertemu dengan
Rosullullah SAW. Beliau ingin melakukan taktik yang sama,tapi rasa malu
mengurungkan niatnya. Tanpa diduga, Rosulullah SAW tahu apa yang tengah
dialami sahabatnya. Beliau pun mengajak Abu Hurairah r.a ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, Abu Hurairah r.a mendapati kendi yang
penuh dengan air susu. Beliau pun bertanya, “Apa yang ada di dalam
kendi itu ya Rosulullah?”
Rosulullah pun menjawab, “Kendi itu
berisi susu yang ku peroleh dari Si Fulan.” Mengetahui hal itu beliau
pun merasa senang karena rasa laparnya akan segera terobati.
Kemudian Rosulullah SAW memerintahkan kepada Abu Hurairah r.a untuk
memanggil para Ahlus Suffah yang tinggal di serambi Masjid Nabawi. Abu
Hurairah r.a pun terdiam sesaat. Seketika beliau tersentak saat
mendengar Rosulullah SAW berkata, “Mengapa engkau masih di sini.
Cepatlah panggil sahabat-sahabatmu.”
Dengan keadaan
perut yang sangat lapar dan tubuh yang mulai lemah Abu Hurairah r.a pun
berjalan menuju Masjid Nabawi untuk memanggil para Ahlus Suffah.
Akhirnya mereka sampai di rumah Rosulullah SAW. Rosulullah SAW pun
menyuruh Abu Hurairah r.a membagikan susu itu kepada Ahlus Suffah yang
hadir kala itu. Gelas demi gelas dari susu itu beliau bagikan kepada
Ahlus Suffah padahal saat itu beliau sudah sangat lemah karena belum
makan.
Setelah seluruh Ahlus Suffah mendapatkan jatah
susu itu, kini di dalam kendi hanya tersisa sedikit susu. Kemudian
Rosulullah SAW memanggil Abu Hurairah r.a dan berkata,” Kemarilah wahai
Abu Hurairah, mendekatlah padaku.”
Abu Hurairah r.a. pun
mendekat pada beliau SAW. Kemudian Rosulullah SAW berkata,” Sekarang
giliranmu mendapatkan jatah susu ini.”
Abu Hurairah r.a. merasa
sangat gembira. Rosulullah SAW sendiri yang menuangkan susu itu ke dalam
gelas dan memberikannya pada Abu Hurairah r.a dan beliau pun meminumnya
hingga berkali-kali tuangan padahal sebelumnya susu itu hanya tersisa
sedikit. Rosulullah SAW berkata, “Sudahkah engkau merasa puas wahai Abu
Hurairah?”
Abu Hurairah r.a. pun menjawab,” Terima kasih Ya
Rosulullah. Kini hilanglah rasa laparku. Kini aku sudah puas.” Sungguh
itu merupakan keberkahan dari Allah swt yang diberikan melalui tangan
Rosulullah SAW. Setelah seluruh sahabatnya mendapatkan jatah susu,
barulah Rosulullah SAW meminum susu yang masih tersisa. Itulah kasih
sayang Rosulullah SAW kepada para sahabatnya. Beliau SAW lebih
mengutamakan para sahabatnya dibandingkan dengan dirinya sendiri.
Sampai pernah suatu hari Abu Hurairah r.a berkata, “Tak ada
musibah yang paling besar yang menimpaku kecuali wafatnya Rosulullah
SAW dan ‘Utsman bin ‘Affan.” Itu semua karena Rosulullah SAW sangat
menyayangi para sahabatnya.
Semoga kita semua dapat meneladani sifat kasih sayang yang diajarkan oleh beliau Sayyidil Wujud Muhammad SAW. Aamiin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar