Di sudut sebuah surau sekelompok anak
pengajian beserta gurunya bersiap mengikuti pawai menyambut tahun baru
Islam 1 Hijriah. Ada sedikit kemajuan bahwa di masa sekarang umat Islam
lebih antusias menyambut tahun baru Islam daripada tahun baru masehi,
semoga antusiasme itu lahir dari kesadaran penuh bahwa penyambutan tahun
baru tidak melulu mengenai terompet dan hura-hura.
Tahun baru
Islam 1 hijriah seperti simbolik mengajarkan umat untuk berhijrah menuju
kebaikan dari tahun ke tahun, minimal hijirah niat dan lebih baik lagi
bila disertai hijrah perilaku.
عن أبي سعيد الخدري - رضي الله عنه - قال : قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول - من رأى منكم منكرا فليغيره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه و ذلك أضعف الإيمان - رواه مسلم
Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku
mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Barang
siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya
(mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup,
maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka
dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu
adalah selemah-lemah iman". (HR.Muslim no. 49)
Beberapa ayat juga menjelaskan mengenai hijrah dalam arti
sebenarnya yaitu hijrah tempat. Bersyukur kita hidup di negeri yang
merdeka, dapat menggambarkan hijrah tempat dengan pawai berpindah dari
satu tempet ke tempat lain. Saudara kita di negeri yang sedang dilanda
perang, mereka benar-benar berjuang untuk dapat berhijrah dari negerinya
untuk menyelamatkan keluarganya.
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (٩٧)إِلا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلا (٩٨)فَأُولَئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam Keadaan
Menganiaya diri sendiri[342], (kepada mereka) Malaikat bertanya : "Dalam
Keadaan bagaimana kamu ini?". mereka menjawab: "Adalah Kami orang-orang
yang tertindas di negeri (Mekah)". Para Malaikat berkata: "Bukankah
bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?".
orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu
seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik
laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya
dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, Mudah-mudahan
Allah memaafkannya. dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. [342]
Yang dimaksud dengan orang yang Menganiaya diri sendiri di sini, ialah
orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan
mereka sanggup. mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut
bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang
terbunuh dalam peperangan itu.(QS. 4:97-99)
Lalu bagaimana dengan hijrah dalam kehidupan sehari-hari yang terkadang
terlihat monoton? Apakah diam saja cukup?. Jawabannya apakah kita mau
menjadi umat yang lemah?! Dengan sendirinya kita jugalah yang membuat
negeri ini juga lemah. Orang barat menyebutnya "one things leads to
another" satu hal akan mengundang hal lain, akankah kita memilih hal
yang buruk?!.
Sekiranya kita seorang pelajar, maka belajar rajin
dan mengisi waktu dengan hal positif itu sudah hijrah. Sekiranya kita
seorang pekerja maka bekerja dengan baik dan hindari korupsi itu juga
hijrah. Namun seyogyanya dibalik "seragamnya" kita semua adalah umat
manusia yang senantiasa harus berbuat baik dalam segala hal, baik
sekecil apapun dan bersiaplah panen pahala dari "Allah sang Maha
Pemurah".
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧)وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya
Dia akan melihat (balasan)nya. dan Barangsiapa yang mengerjakankejahatan
sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS.99 :
7-8)Dengan demikian yakinlah bahwa hijrah bagi umat Islam
harus selalu dimulai dari tanggal 1 Hijriah melainkan setiap hari. Tak
perlu menunggu reward pimpinan melainkan reward dari Allah SWT. Maka
mari kita berhijrah, dimulai dengan berniat Bismillah semoga Allah
menerima dan meluruskan nit hijrah kita, aamiin.
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
يَجِدْ فِي الأرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ
بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ
فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di
muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa
keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan
Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang
dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.4:100) Semoga
kita tergolong orang-orang yang mampu mensyukuri nikmat waktu dan
kesempatan yang telah diberikan Allah Swt kepada kita. Aamin YRA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar