Sunnah Rasulullah: Manfaat Tidur Miring ke Kanan
Tidur sangat dibutuhkan untuk mengembalikan stamina tubuh. Posisi tidur berpengaruh terhadap kesehatan.
Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menganjurkan kepada
para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan.
Dalam sunnah Rasulullah, posisi tidur diusahakan agar kepala menghadap ke utara dan kaki mengarah ke
selatan, sehingga tubuh tidak menolak arus medan magnet, konstan
mengaliri sekujur tubuh dari kutub magnetik utara menuju ke selatan dan
berpengaruh baik terhadap sistem syaraf kita.
Sunnah
Rasulullah mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk
kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa
apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri
sebagai tumpuan).
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah:
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (HR Al-Bukhari No. 247 dan
Muslim No. 2710).
Demikian adab tidur yang dianjurkan
Rasulullah, mengawali posisi miring ke kanan. Di balik sunnah Nabi ini
ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi
kesehatan.
Barra’ bin Azib berkata, “Nabi Muhammad ??? ????
???? ???? bersabda, “Jika kamu datang ke tempat tidurmu (hendak tidur),
berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, kemudian kamu tidur miring
pada bagian kanan.”
New York Times, Melansir, pada umumnya
dokter akan menyarankan orang tidur miring sehingga gaya gravitasi bisa
terjaga untuk menjaga isi perut. Tidur miring menghadap kanan lebih
bagus daripada menghadap kiri, karena bisa melindungi jantung dari
posisi tertindih atau tertekan organ lainnya.
Berikut berbagai posisi dalam tidur, yang diakhiri dengan bahasan posisi tidur menghadap ke kanan:
1. Tidur Telungkup.
Saat seseorang tidur telungkup ia akan merasakan sesak napas selama
beberapa saat sebab besarnya beban punggung menghalangi otot dada untuk
berkontraksi saat mengisap dan mengeluarkan napas.
Kesulitan
bernapas saat tidur telungkup akan mengakibatkan kelelahan pada jantung
dan otak. Posisi ini juga mengakibatkan tulang tengkuk dan tulang leher
tertekuk dan organ reproduksi tertekan ke alas tidur sehingga bisa
mendorong seseorang untuk bermasturbasi.
Seorang peneliti dari
Australia mengemukakan bahwa intensitas kematian mendadak pada anak
mencapai tiga kali lipat lebih banyak saat mereka tidur telungkup
dibandingkan tidur dengan posisi miring ke salah satu sisi.
Majalah Times terbitan Inggris juga memuat hasil penelitian yang sama.
Intensitas kematian mendadak yang dialami oleh anak-anak yang tidur
telungkup pun semakin meningkat.
2. Tidur Telentang
Sementara itu, tidur dengan posisi telentang menyebabkan seseorang
bernapas lewat mulutnya. Posisi ini membuat mulut cenderung terbuka
karena rahang berada dalam kondisi rileks.
Adapun organ tubuh
yang tepat dan dipersiapkan untuk melakukan pernapasan adalah hidung,
karena di dalam hidung terdapat rambut dan selaput lendir yang berfungsi
untuk menyaring dan membersihkan udara yang masuk. Selain itu, pada
hidung juga terdapat banyak pembuluh darah yang siap menghangatkan
udara.
Bernapas lewat mulut biasa dilakukan saat seseorang
terserang asma akibat alergi, kedinginan, atau flu, terutama di musim
dingin. Selain itu, bernapas lewat mulut juga mengakibatkan gusi kering
sehingga dapat menimbulkan peradangan.
Dalam posisi telentang,
langit-langit mulut menghalangi celah bagian belakang rongga hidung dan
saluran pernapasan. Akibatnya, seseorang akan banyak mendengkur. Saat
terbangun, lidahnya akan dipenuhi oleh lapisan berwarna putih yang tidak
wajar dan bau mulut tidak sedap.
Bagi wanita, tidur telentang
mengakibatkan tulang belakangnya tertekan sehingga akan mengganggu.
Posisi ini tidak baik bagi tulang belakang karena berada dalam kondisi
tidak rata.
Ada dua bagian tubuh yang melekuk saat tidur
telentang, yaitu leher dan daerah punggung bawah. Bagi anak-anak, posisi
ini dapat mengakibatkan kepala menjadi rata, terutama bila dibiasakan
dalam waktu lama.
3. Tidur Miring ke Kiri
Tidur dengan
posisi miring ke kiri juga tidak baik sebab jantung tertekan oleh
paru-paru sebelah kanan. Ukuran paru-paru sebelah kanan lebih besar
dibandingkan paru-paru sebelah kiri. Jika menekan jantung, tentu akan
memengaruhi fungsinya dan menurunkan aktivitasnya, terutama pada orang
yang sudah tua.
Posisi ini juga mengakibatkan jantung tertekan
oleh lever, organ pencernaan terberat yang berada di sebelah kanan
tubuh. Posisi lever sendiri tidak stabil karena menggantung. Selain itu,
lever juga menekan lambung sehingga memperlambat proses pengosongan
lambung. Jadi tidur dengan posisi miring ke kiri membuat jantung
tertekan oleh lever dan lambung.
Berbagai percobaan yang telah
dilakukan oleh Galteh dan Butseh menunjukkan bahwa berpindahnya makanan
dari lambung ke usus dapat dilakukan dalam waktu 2,5 – 4,5 jam jika
seseorang tidur dengan posisi miring ke kanan. Jangka waktu ini tidak
dapat dicapai oleh seseorang yang tidur dengan posisi miring ke kiri
karena waktu yang dibutuhkan adalah 5 – 7 jam.
4. Tidur Miring ke Kanan
Mengawali tidur dengan miring ke kanan merupakan posisi tidur yang
benar dan tepat. Ukuran paru-paru sebelah kiri lebih kecil daripada
paru-paru sebelah kanan. Karena itu, jantung menahan beban yang lebih
sedikit dan lever pun berada dalam kondisi stabil dan tidak menggantung.
Lambung juga berada dalam kondisi nyaman. Posisi seperti ini membantu
mempercepat proses pengosongan lambung.
Tidur dengan posisi
miring ke kanan merupakan praktik kedokteran yang paling berhasil.
Posisi ini juga memudahkan sekresi yang berupa cairan lendir pada
bronkus (cabang paru-paru) sebelah kiri.
Ditambahkan oleh
Ar-Rawi, terjadinya pembesaran paru-paru sebelah kiri dan bukan
paru-paru sebelah kanan disebabkan oleh posisi bronkus yang berbeda.
Bronkus sebelah kanan posisinya menyamping sehingga lendir mudah
dikeluarkan, sedangkan bronkus sebelah kiri posisinya vertikal sehingga
lendir lebih sulit dikeluarkan sebab harus didorong ke atas. Jika
dibiarkan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penimbunan lendir di
batang tenggorokan yang mengakibatkan pula munculnya gangguan pada
paru-paru dan organ pengeluaran, seperti ginjal.
Karena itu, pengobatan paling mutakhir untuk mengatasi masalah tersebut adalah tidur dengan posisi miring ke kanan
Berikut Manfaat Tidur Menghadap Ke Sebelah Kanan menurut Penjelasan Medis:
1.Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan
kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah
kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan
sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktivitas seperti makan,
memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak
bagian kiri yang mempersarafi segala aktivitas organ tubuh bagian kanan
akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat
saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah,
lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis
atau penyempitan pembuluh darah, sehingga jika seseorang berisiko
terkena stroke, maka yang berisiko adalah otak bagian kanan, dengan
akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2.Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur ke sebelah kanan yang rata, memungkinkan cairan tubuh
(darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan
(bawah). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan
keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung
menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan
membantu kualitas tidur. Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak
tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang
lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri
menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke
atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di
atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih
banyak dari paru-paru kiri.
3.Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung
katup keluaran menuju usus menghadap ke arah kanan bawah. Jika seseorang
tidur ke sebelah kiri, maka proses pengeluaran chime (makanan yang
telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung) akan sedikit
terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.
Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan
menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan
cairan usus yang bersifat basa bisa masuk balik menuju lambung dengan
akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.
4.Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas.
Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan
empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung
empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin
ke kanan.
5.Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
Saat tidur pergerakan usus meningkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka
perjalanan makan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi
lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada
di bawah. Waktu yang lama selama tidur memungkinkan penyerapan bisa
optimal.
6.Merangsang buang air besar (BAB).
Dengan
tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid
(sebelum anus) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang
gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang
air Besar.
7.Mengistirahatkan kaki kiri.
Pada orang
dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi
saat beraktivitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat
pembebanan, sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal
dari kanan, apalagi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik
cenderung lebih lambat. Jika tidur miring ke kanan, maka pengosongan
vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.
Like dan Share ya^_^
semoga jadi ladaang kebaikan bagi kita semua...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar