BERANI MENCINTAI .. BERANI MENIKAHI
Duh... Sore ini entah kenapa ingin sekali membahas judul di atas
Berani Mencintai, Berani Menikahi. Yo, siapa yang siap????
Sadar gak ya, selama ini mudah kita mencintai.. Namun kita tak berani untuk mengambil langkah pasti?
Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan,
menikah merupakan persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi
saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan,
minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar..
Lalu apa?
Kalau kita berani mencintai, sejatinya kita sedang
belajar untuk bertindak dewasa. Mengapa? Karena MENIKAH adalah proses
pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan
berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan
untuk menemukan jalan keluarnya.
Kedengarannya sih indah, tapi
kenyataannya? Harus ada ‘Komunikasi dua arah’, ‘Ada kerelaan mendengar
kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan
kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.
Sekali lagi, apa sudah selesai sampai disini saja dalam hal cinta-mencintai? Salah.
Ketika memutuskan untuk siap mencintai, selanjutnya kita harus bersiap
memasuki pintu gerbang cinta yang sebenarnya. Ya. gerbang itu bernama
PERNIKAHAN. MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta,
bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil
undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuhnya cinta, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil……
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu
ruangan dimana kan diuji sejauh mana pembuktian cinta mereka yang
sebenarnya.
Karena MENIKAH adalah proses pengenalan diri
sendiri maupun pasangan kita. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana
kita bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri,
bagaimana kita bisa memperhatikan pasangan hidup…??
Jika berani mencintai,
Harus berani menikahi.
Khususnya bagi para kaum lelaki.
Jangan bisanya cuma obral janji..
Sana-sini banyak yang terlukai.
Akhrnya menumpuk sakit hati.
Karena MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi
sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ apa yang ada dan apa
adanya.
Siapa yang berani mencintai, maka harus bersiap untuk menikahi...
Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasululloh SAW dengan
mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya!
Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Alloh untuk
membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian
diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang
yang berperang di jalan Alloh. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu
Majah]
Tuh… Subhanalloh khan? Nunggu apa lagi! Kalau udah siap
lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah saat ini! Jangan beraninya
cuma bermain cinta sembunyi, diam-diam tapi gak punya nyali...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar