Sebagian ahli bijak berkata :”Aku mencari sepuluh hal pada sepuluh
tempat, ternyata aku memperolehnya pada sepuluh tempat yang lain, yaitu :
1. Aku mencari ketinggian derjat dalam kesombongan, tetapi aku menemukannya dalam ketawadhu’an.
2 Aku mencari puncak ibadah dalam shalat, ternyata aku menemukannya dalam sifat wara’
3 Aku mencari kesenangan da
lam menumpuk-numpuk harta, tetapi aku menemukannya dalam sikap Zuhud ( hidup sederhana)
4 Aku mencari pelita hati dalam shalat pada siang hari, ternyata aku menemukannya dalam shalat Tahajjud pada malam hari.
5 Aku mencari cahaya (penerang) untuk hari kiamat dalam kedermawanan
dan kemurahan hati, ternyata aku menemukannya dalam kehausan pada saat
puasa
6 Aku mencari kemudahan dalam melintasi Shirat dengan cara berqurban, ternyata aku menemukannya dalam shadaqah.
7 Aku mencari keselamatan dari siksa neraka dalam hal yang
diperbolehkan, ternyata aku mendapatkannya dengan menghindari keinginan
hawa nafsu
8 Aku mencari kecintaan terhadap Allah dengan cara meninggalkan keduniaan, ternyata aku menemukannya dalam berzikir
9 Aku mencari kesentosaan dalam bergaul dengan masyarakat, ternyata aku menemukannya dalam ‘uzlah
10 Aku mencari cahaya hati dalam berbagai nasehat dan membaca
Al-Quran, ternyata aku menemukannya dalam bertafakkur dan menangis
dihadapan Allah ( diakhir malam)
***
Mengenai keutaman- keutamaan shalat Tahajjud, Rasulullah bersabda:
“Sedekat-dekat Tuhan dengan hambanya adalah pada sepertiga malam yang
terakhir. Jika kalian mampu menjadi orang yang bisa berzikir kepada
Allah pada saat itu, silahkan engkau lakukan (HR Tirmidzi, Nasa’i dan
Hakim)
“Shalat Sunnah dua rakaat yang dikerjakan oleh anak
Adam pada sepertiga malam yang terakhir itu lebih baik baginya daripada
dunia dan seisinya. Jika tidak khawatir akan memberatkan umatku, niscaya
akan aku wajibkan hal itu kepada mereka’ (HR Ibnu Nashr)
Berkaitan dengan keutamaan puasa , Nabi bersabda :
“Sesungguhnya disurga ada sebuah pintu yang dinamakan “Ar-Rayyan “
sebagai tempat masuk khusus bagi mereka yang suka berpuasa, dan tidak
seorangpun selain mereka yang diizinkan masuk melewati pintu tersebut.
Ketika ditanyakan :”Dimanakah orang-orang yang suka berpuasa? , mereka berdiri .
Tak ada seorangpun yang bisa masuk melalui pintu itu, selain mereka.
Apabila mereka sudah masuk semua, maka pintu itu dikunci. Dengan
demikian , tidak ada seorangpun yang bisa masuk dari pintu tersebut.”
(HR Bukhari dan Muslim, dari Sahl bin Saad)
Tidak ada seorang
hamba yang berpuasa sewaktu berperang dijalan Allah , kecuali Allah akan
menjauhkan dia dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan ‘ (HR Bukhari
dan Muslim dari Abu Sa’id )
Berkaitan dengan keutamaan zikir , nabi bersabda :
“Zikir itu lebih baik daripada sadaqah (sunnah) , jauh lebih baik daripada puasa “. (HR Abu Syaikh dari Abu Hurairah)
Wallahualam bisshawwab
(Imam Nawawi Al Bantani “Nashaihul Ibad)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar