*ABI,,,,AJARI AISYAH SHOLAT YA,,?
Di
sebuah kamar, seorang Abi sedang sholat dengan khusyuk. Sang istri
sedang sibuk memasak dan mempersiapkan segala sesuatunya di dapur. Tidak
seperti biasanya, Aisyah, putri kesayangannya sudah bangun lebih awal.
Ia lalu bergegas menuju kamar Abi dan Uminya. Tapi, sesampainya di depan
pintu kamar, ia hanya berdiri sambil memperhatikan sang Abi sedang
berdiri melaksanakan sholat subuh.
Diperhatikannya dengan seksama setiap gerak-gerik dalam sholat yang
dilakukan oleh Abinya. Setelah sampai pada duduk tahiyat akhir dan
mengucapkan salam, tiba-tiba terdengar suara dari depan pintu kamar.
“Abi…, Abi lagi ngapain tadi?” tanya Aisyah kepada Abinya.
“Eh, Aisyah sudah bangun ya? Iya, tadi Abi lagi sholat sayang” jawab sang Abi.
“Abi nggak capek berdiri terus?” si kecil bertanya kembali.
“Insya Allah tidak sayang. Karena sholat itu sudah menjadi kewajiban
kita. Jadi kita harus melakukannya dengan senang hati” jawab sang Abi.
“Abi… Aisyah boleh tanya sesuatu nggak?” kata si kecil sambil mendekat kepada Abinya.
“Mau tanya apa sayang?” kata Abinya.
“Mengapa sih kita harus sholat Bi?” si kecil bertanya dengan penuh keingintahuan.
“Hmm… ya karena sholat itu untuk mengingat Allah.”
“Mengapa kita harus mengingat Allah Bi?” tanya Aisyah kembali.
“Ya karena Allah sayang sama kita” jawab sang Abi.
Sambil memperbaiki posisi duduknya untuk memangku si kecil, sang Abi melanjutkan kembali penjelasannya,
“Benar gak ya Allah sayang sama kita? Ayo kita buktikan ya…
“Coba, Aisyah tutup kedua matanya pake sapu tangan, terus jalan2 di dalam rumah, nabrak nggak?
“Sekarang kalo jalannya di luar gimana? Wah, pasti bisa jatuh, bisa ketabrak sama mobil kan?
“Padahal cuma ditutup pake sapu tangan, tapi bisa bikin kita repot ya? Gimana kalo kita benar2 gak punya mata?
“Itu baru mata lho, gimana kalo gak punya mulut? Wah, gak bisa makan, gak bisa ngobrol sama Abi dan Ummi.
“Kalau gak punya tangan, gak punya kaki? Nggak bisa jalan, nggak bisa ngapa-ngapain…!
“Ayo, semua itu dari siapa? Dari Allah kan? Semua itu karena Allah sayang sama kita.”
Aisyah hanya mendengarkan penjelasan dari Abinya yang menurutnya begitu menarik.
Kemudian sang Abi kembali melanjutkan penjelasannya,
“Coba, mau nggak kalo matanya Aisyah diganti sama kelereng, tapi nanti Abi kasih permen yang baanyaakkk.
“Atau Abi beli tangannya deh, nanti diganti sama es krim strawbery sebanyak mungkin yang Aisyah mau. Mau nggak?”
“Nggak mau…” jawab Aisyah.
“Nggak mau kan?
“Allah sudah memberi kita semua yang kita perlukan, mahal sekali
harganya. Sampai-sampai siapa pun nggak mau kalo diambil matanya,
mulutnya, tangannya, biarpun diganti dengan uang sebesar apapun.
“Allah sayang sama kita kan?”
“Kalo gitu Allah sayang sama Aisyah juga ya Bi?”
“Iya sayang. Allah sayang sama kita, sayang sama Aisyah, sayang sama Abi dan Ummi juga.
“Nah, karena Allah sudah memberi kita mata, mulut, telinga, tangan,
kaki dan semua yang ada pada tubuh kita, masa sih kita nggak mau bilang
makasih sama Allah?”
“Abi, kalo gitu Aisyah pengen bilang makasih sama Allah.
“Aisyah pengen belajar sholat biar bisa ngucapin makasih sama Allah.
“Abi mau kan ngajarin Aisyah sholat?”
“Iya insya Allah sayang, ada Abi dan Ummi yang akan mengajari kamu sholat nanti.”
“Makasih ya Bi…” kata Aisyah sambil memeluk Abinya.
Sang Abi hanya bisa tersenyum memeluk si kecil putri kesayangannya.
Sambil terharu meneteskan air mata, dia berdoa dalam hati, “Ya Allah, jadikanlah putriku ini anak yang soleha. Aamiin…”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar