Jumat, 27 September 2013

Introspeksi Diri

Introspeksi Diri

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata:

“Sesungguhnya seorang mukmin adalah penanggung jawab atas dirinya, (karenanya hendaknya ia senantiasa) mengintrospeksi diri kerena Allah semata.”

“Adalah hisab (perhitungan amal) di Yaumul Qiyamah nanti akan terasa lebih ringan bagi suatu kaum yang (terbiasa) mengintrospeksi diri mereka selama masih di dunia, dan sungguh hisab tersebut akan menjadi perkara yang sangat memberatkan bagi kaum yang menjadikan masalah ini sebagai sesuatu yang tidak diperhitungkan.”

“Sesungguhnya seorang mukmin (apabila) dikejutkan oleh sesuatu yang dikaguminya maka dia pun berbisik: ‘Demi Allah, sungguh aku benar-benar sangat menginginkanmu, dan sungguh kamulah yang sangat aku butuhkan. Akan tetapi demi Allah, tiada (alasan syar’i) yang dapat menyampaikanku kepadamu, maka menjauhlah dariku sejauh-jauhnya. Ada yang menghalangi antara aku denganmu’.”

“Dan (jika) tanpa sengaja dia melakukan sesuatu yang melampaui batas, segera dia kembalikan pada dirinya sendiri sembari berucap: ‘Apa yang aku maukan dengan ini semua, ada apa denganku dan dengan ini? Demi Allah, tidak ada udzur (alasan) bagiku untuk melakukannya, dan demi Allah aku tidak akan mengulangi lagi selama-lamanya, insya Allah’.”

“Sesungguhnya seorang mukmin adalah suatu kaum yang berpegang erat kepada Al Qur`an dan memaksa amalan-amalannya agar sesuai dengan Al Qur`an serta berpaling dari (hal-hal) yang dapat membinasakan diri mereka.”

“Sesungguhnya seorang mukmin di dunia ini bagaikan tawanan yang (selalu) berusaha untuk terlepas dari perbudakan. Dia tidak pernah merasa aman dari sesuatupun hingga dia menghadap Allah, karena dia mengetahui bahwa dirinya akan dimintai pertanggungjawaban atas semua itu.”

“Seorang hamba akan senantiasa dalam kebaikan selama dia memiliki penasehat dari dalam dirinya sendiri. Dan mengintrospeksi diri merupakan perkara yang paling diutamakan.”

(ditulis oleh: Al-Ustadz Zainul Arifin)
ALLAH PASTI MENOLONG ORANG YANG MAU MENIKAH (yang ngelike semoga cepat nikah. aamiin)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Seorang mujahid yang memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah demi menjaga kehormatannya."(HR. Thabrani)

Hadits di atas, pendek, jelas dan sangat menyejukkan. Janji pertolongan yang akan diberikan Allah kepada tiga golongan manusia.

Seorang mujahid yang memperjuangkan agama Allah, tentu saja tak mengherankan kita jika Allah menurunkan pertolongan kepadanya. Begitu juga dengan golongan yang kedua, Allah pasti menolong seorang penulis yang memberikan penawar untuk pembacanya. Pada golongan yang kedua, hampir sama tak mengherankan seperti golongan pertama. Seorang penulis yang mampu memberi penawar bagi pembacanya. Logis, jika Allah memberikan pertolongan, karena pekerjaan yang ia lakukan bukan untuk dirinya sendiri. Pekerjaan yang dilakukan seorang penulis untuk orang lain, untuk peradaban dan khalayak yang lebih luas. Sekali lagi, tak heran jika Allah memberi pertolongan kepadanya.

Tapi yang mengagumkan adalah, lewat Rasulullah, Allah berjanji akan menolong seorang yang ingin menikah demi menjaga kehormatannya. Luar biasa bukan. Menikah sendiri jelas-jelas tidak untuk siapapun, untuk sang pelaku. Belum lagi ditambah untuk menjaga kehormatannya. Subhanallah.

Namun kenapa banyak pemuda dan pemudi, dalam hal selalu saja mengatakan belum siap untuk menapaki kehidupan baru ini?

Kalau pendapat saya adalah, yang terjadi bukanlah para pemuda / pemudi "TIDAK SIAP" untuk menikah. "Tapi mereka tidak pernah berusaha untuk MEMPERSIAPKAN DIRI,"

Realitanya memang lebih banyak benarnya dalam hal ini bukan. Para pemuda, bukan belum siap, tapi tidak pernah mempersiapkan diri. Dan sepertinya pertanyaan itulah yang harus kita tanyakan jika anda para bujangan.

Tapi ingat, hadits di atas bukan mengajar anda nekat melakukan nikah tanpa persiapan karena janji pertolongan Allah akan tiba.

Tugas kita adalah melakukan persiapan-persiapan sembari berharap ridha-Nya meringankan dan membantu perjalanan kita.

Persiapan yang mesti dilakukan adalah, "MENTAL dan MORAL, MATERI dan SPIRITUAL." Insya Allah, jika semua pelan-pelan anda siapkan, Alloh akan menurunkan tangan (kekuasaan / rahmat) membantu membuat ringan.

Dan ingat, orang yang paling buruk adalah seorang bujang. Seperti yang diingatkan oleh Rasulullah dalam haditsnya.

"Orang yang paling buruk di antara kalian adalah seorang bujangan, dan mayat yang paling buruk di antara kalian adalah bujangan." (HR. Imam Ahmad)

Jadi kenapa tidak mulai dari sekarang berusaha untuk mempersiapkan diri.

SHOLLU 'ALAN NABI MUHAMMAD....

Kamis, 26 September 2013

:: ROMANTISME DALAM ISLAM ::

:: ROMANTISME DALAM ISLAM ::

Untuk Suami Istri Harmonis

1.Menggembirakan hati/perasaan istri itu berNILAI SEDEKAH dan itu bagian dari (teladan) SUNNAH RASULULLAH (Hikmah alhadist).

2.Ketahuilah jika suami melakukan hubungan badan dg istri dengan penuh kasih sayang maka ALLAH gugurkan dosa2nya melalui sela2 jarinya (Hikmah Alhadist).

3.Yang pertama suami cium/kecup ketika ingin (mulai) jima (hubungan badan) adalah pada kening/dahi istrinya dengan penuh kasih sayang. Kemudian bacalah doa seperti yang di contohkan Baginda Rasul Nabi Muhammad SAW

Bismillahi, Allahumma jannibnasy syaithana wajannibisy-syaithana maa razaqtanaa

(Dengan Nama Allah, ya Allah jauhkan setan dari kami dan jauhkan setan dari (anak) yang Engkau berikan kepada kami),

Maka sesungguhnya jika ditakdirkan diantara keduanya didalam persetubuhan itu akan mendapat anak, niscaya setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. ( Hadits Shahih riwayat : Bukhari)

4.Wanita mempunyai kelebihan 99 bagian dalam kelezatan bersetubuh tetapi wanita takut (untuk berterus terang tentang hal itu) krn rasa malunya (Alhadist).

5.Jangan pernah sekalipun menceritakan rahasia pasangan kita karena perbuatan itu tak ubahnya meludah kemuka sendiri (Fiqih wanita418).

6.Ketahuilah istrimu merupakan rizqi bagimu. Oleh karena itu sayangilah dia setulus hatimu (AnNuur: 32).

7.Lelaki yang sholeh itu pasti sgt sayang pd istri dan anak2nya,demikian sebaliknya, istri sholehah sgt sayang pd keluarga (Ar-Rum:21).

8.Saling memuaskan sewajarnya kepada pasangan kita dalam hubungan biologis adalah salah satu kunci dari mendapat SAKINAH (Ar-Rum:21).

9.Sentuhan fisik membawa sentuhan bathin. Karena itu jangan remehkan bersentuhan fisik, walau hanya mencium istri atau suami anda.

10.Bagaimana mungkin aku menyakiti istriku sementara dia melayaniku dan merawat anak-anakku? (Umar bin Khattab)

Rabu, 25 September 2013

".". RASULULLAH MENANGIS SEPANJANG MALAM..".".

".". RASULULLAH MENANGIS SEPANJANG MALAM..".".

(Orang ISLAM harus SHARE)

Menangis adalah sebuah reaksi emosi yg wajar. Umumnya, perempuan lebih mudah dan lebih sering menangis daripada laki2. Masyarakat umumnya menuntut laki2 agar kuat dan tegar.salah satu bentuknya adalah dgn tidak menangis. Jika seorang laki2 kedapatan sedang menangis. Cibiran dan cemoohan pun akan tertuju padanya."kamu itu laki2 jangan nangis kayak perempuan."

Laki2 memang harus kuat. Tetapi bukan berarti tak boleh menangis. Menangislah ketika mengingat Allah..
Menanangislah ketika menyesali dosa2 yg telah diperbuat..
Menangislah..
Penah suatu ketika Rasulullah SAW. Menangis sepanjang malam?
Apakah isteri?
Anak keturunan?
Harta benda atau kebun2.? Ternya bukan karena hal2 duniawi tersebut..

Beliau menangis karena dalam shalatnya Beliau membaca Al-Qur'an Surah Al-Ma'idah ayat 118 yg menceritakan do'a untuk hamba-Nya..

Beliau shalat sambil menangis hingga waktu subuh tiba. Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut." Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan Jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Bijaksana."
Kemudian Beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdo'a
"YA ALLAH...UmatKu..UmatKu.."lalu Beliau menangis tersedu-sedu..

ALLAH Ta'ala berkata kepada Jibril," Wahai Jibril, pergi dan temui Muhammad.
Tuhanmu Maha Mengetahui.
Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa Dia menangis.?"
Jibril pun menemui Rasulullah SAW untuk menanyakan sebab musabab Beliau menangis?
Rasulullah SAW berterus terus terang kepada Jibril mengenai kekhawatiran Beliau pada umat Beliau. Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada Allah..

Allah menjawab," sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan pada-Nya bahwa Aku meridhai-Nya untuk memberikan syafa'at kepada umat-Nya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepada-Nya (selama tidak menyekutukan Allah)." (HR. Muslim dan Ath-Thabani)..

Rasulullah SAW, Manusia mulia itu, Laki2 agung itu menangis dalam shalatnya.
Menangis memohñ ampunan untuk umat-Nya.

SubhanALLAH..

Sungguh besar cinta Rasulullah SAW, pada kita.
Bagaimana dgn kita?
Menangiskah kita ketika mengingat Allah dan Rasul-Nya?
Rindu Kami Pada-Mu Rasulullah..

ALLAHUMMA SHALLI A'LAA SAYYIDINA MUHAMMAD WA'ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD..

Selasa, 24 September 2013

Empat hal Nabi Muhammad SAW bersabda :

Nabi Muhammad SAW bersabda :

1. Empat hal yg membuat Badan Sakit :

1. Kebanyakan Bicara..
2. Kebanyakan Tidur..
3. Kebanyakan Makan..
4. Kebanyakan Bertemu Orang..

2. Empat hal yg Merusak Tubuh :

1. Khawatir/Cemas..
2. Kesedihan..
3. Kelaparan..
4. Tidur larut Malam..

3. Empat hal yg Membuat Murung dan Kesedihan :

1. Bohong..
2. Kurang Ajar Atau Tidajt Hormat..
3. Berdebat Tanpa Pengetahuan atau Informasi yg Memadai..
4. Amoral atau Melakukan Sesuatu Tanpa Rasa Takut..

4. Empat hal yg meingkatkan Wajah Berseri Dan Kebahagiaan :

1. Keshalehan..
2. Loyalitas..
3. Kedermawaan..
4. Menolong Sesama Dgn Ikhlas Tanpa Minta Hanya harap Ridho Illahi..

5. Empat hal yg Memberhentikan Rezeki :

1. Tidur Dipagi Hari Dari Shalat Subuh Hingga Matahari Bersinar..
2. Tidak Melakukan Shalat/ Berdo'a Secara teratur..
3. Malas..
4. Pengkhianatan atau Ketidak Jujuran..

6. Empat hal yg membawa Rezeki :

1. Berdo'a Dimalam Hari..
2. Taubat..
3. Beramal..
4. Berdzikir..

Nabi Muhammad SAW juga bersabda :
" Hiasi jiwamu dgn Shalat, Dzikir, dan Al-Qur'an karna ayat Al-Qur'an pada hari akhir kan memberi syafa'at..

Jika kamu susah, janganlah merasa pilu..
Karna Allah tempat mengadu..
Jika kamu gagal, janganlah berputus asa..
Karena Allah tempat meminta..

Dan jika kamu bahagia, janganlah kamu menjadi lupa,
Karena hanya Allah lah tempat kita memuja dan mengucapkan syukur..

Sungguh Allah mengetahui apa yg ada dalam hatimu maka nikmat Tuhanmu yg manakah kamu dustakan?

SubhanALLAH..

ALLAHUMMA SHALI 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD WA 'ALA ALIHI SAYYIDINAA MUHAMMAD..

YA ALLAH,.
Kirimkan Shalawat untuk kekasih kami,penerang hati kami,kepada junjungan-Mu dan hamba-Mu yg membawa cahaya iman islam kepada kami, Rasulullah Muhammad SAW..

YA ALLAH..
Bimbinglah kami agar kami senantiasa mampu mengikuti dan mencintai Sunnah Beliau, sehingga kami bisa bertemu dengan Beliau di padang Mahsyar kelak.,

Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

Senin, 23 September 2013

SATU CIUMAN 500 TAHUN DI NERAKA

SATU CIUMAN 500 TAHUN DI NERAKA

Seorang Abdullah bin umar duduk-duduk di pintu rumahnya. Ia melihat seorang pemuda tampan. Abdullah lari masuk rumah dan menguncinya. Beberapa saat kemudian bertanya : “ fitnah itu sudah pergi atau belum !” mereka menjawab : “ sudah pergi “ maka Abdullah keluar dari rumah .

Ada yang bertanya : “ Wahai abdullah , apa yang di lakukan anak itu terhadap kamu ! Apa ada sesuatu yang kau dengar dari Rasulullah mengenai dia !.

Abdullah ra. Menjawab ; “ memandang mereka itu haram ,berbicara atau berkumpul juga haram “.

Al Qadli Al Imam rh. Berkata ; “ Aku pernah mendengar seorang masyayikh berkata ; “ Setiap wanita ada satu syetan , dan syetan setiap anak remaja terdapat 18 syetan . “ ada riwayat :

“ Barang siapa yang mencium anak remaja dengan syahwat , allah ta`ala akan menyiksa di neraka 500 tahun (Padahal 1 hari di Akhirat = 1000 tahun waktu di Dunia).

Dan barang siapa yang mencium wanita dengan syahwat, seolah- olah ia berzina 70 perawan. Dan barang siapa yang berzina dengan perawwan, maka ibaratnya sudah berzina dengan 70.000 janda.

ASTAGHFIRULLAH HAL'ADZIM,,,,

YA ALLAH,,,,
Ampuni lah Dosa Ku Dan Dosa Setiap Orang yang Mengucap "Aamiin",,,,Jauh kan lah Kami Dari Zina Dan Segala Kemaksiatan.

Jumat, 20 September 2013

menunaikan shalat pada hari Jumat

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)

Diriwayatkan dari Usamah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمُعَاتٍ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ كُتِبَ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ

"Siapa yang meninggalkan tiga Jum'at (shalatnya) tanpa udzur (alasan yang dibenarkan) maka ia ditulis termasuk golongan orang-orang munafik." (HR. Al-Thabrani)

“Hendaknya suatu kaum berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at atau Allah akan menutup hati mereka kemudian menjadi bagian dari orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar)

Karenanya, para pemuda dan siapa saja yang terlanjur meremehkan shalat Jum'at dan beberapa kali meninggalkannya agar segera bertaubat kepada Allah dengan penyesalan yang dalam. Bertekad untuk tidak mengulanginya. Kemudian menanamkan azam dalam diri akan menjaga shalat Jum'at. Jika tidak, khawatir Allah menutup pintu hidayah, sehingga ia meninggal di luar Islam. Wallahu Ta'ala A'lam.

Kamis, 19 September 2013

".". 3 KAFARAT, 3 DERAJAT, 3 PENYELAMAT, DAN 3 MUHLIKAT ."."

".". 3 KAFARAT, 3 DERAJAT, 3 PENYELAMAT, DAN 3 MUHLIKAT ."."

Anas bin Malik r.a menuturkan, bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, " Ada tiga kafarat, tiga derajat, tiga penyelamat dan tiga muhlikat diantaranya :

3 KAFARAT (PENEBUS DOSA)
Adalah :

1. Menyempurnakan wudhu pada saat cuaca amat dingin..
2. Menunggu waktu-waktu sholat..
3. Dan melangkahkan kaki ke masjid untuk sholat berjama'ah..

3 DERAJAT adalah :

1. Memberi makan (orang lemah dan lapar)..
2. Menebarkan salam..
3. Dan mendirikan sholat malam saat kebanyakan manusia tidur terlelap..

3 PENYELAMAT (MUNJIYAT) Adalah :

1. Berlaku adil dalam keadaan marah ataupun ridha..
2. Bersika wajar dalam keadaan kaya ataupun fakir..
3. Serta takut kepada ALLAH SWT dalam keadaan sepi maupun ramai..

3 MUHLIKAT (PENGHANCUR) Adalah :

1. Sifat kikir yg di taati..
2. Hawa nafsu yg diikuti..
3. Dan takjub terhadap diri sendiri..

(Al-Bazzar, Musnad Al Bazzar, 11/290)

Duhai para wanita, taatilah suamimu.. Hati2 dg auratmu..

:: Duhai para wanita, taatilah suamimu.. Hati2 dg auratmu..
:: Wahai orang-orang kaya, hati2 dengan hartamu...

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy radhiyallahu anhu, ia berkata:
“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita.

Beliau bersabda,
’Wahai kaum wanita bersedekahlah, sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’

Mereka bertanya,
’Mengapa wahai Rasulullah?’

Beliau menjawab,
’Kalian banyak melaknat dan durhaka terhadap suami. Dan tidaklah aku menyaksikan orang yang memiliki kekurangan akal dan agama yang dapat menghilangkan akal kaum laki-laki yang setia daripada salah seorang diantara kalian.'

Mereka bertanya,
’Apa yang dimaksud dengan kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?’

Beliau menjawab,
’Bukankah kesaksian seorang wanita sama dengan separuh dari kesaksian seorang pria?’

Mereka menjawab,
’Benar.’

Beliau berkata lagi,
’Bukankah apabila wanita mengalami haidh maka dia tidak melakukan shalat dan puasa?’

Mereka menjawab,
’Benar.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,
’itulah (bukti) kekurangan agamanya.’ "

(HR. Bukhari)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Lalu, surga diperlihatkan kepadaku, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir.” (HR. Ahmad)

Di dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah orang-orang fakir, dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Hadits-hadits tersebut di atas memberitahukan kepada kita dengan jelas dan gamblang bahwa mayoritas penghuni surga adalah orang-orang fakir (miskin). Sedangkan penghuni neraka yang paling banyak adalah dari kaum wanita.

Mengapa Wanita Menjadi Mayoritas Penghuni Neraka?

Di dalam kisah gerhana matahari yang mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya melakukan shalat gerh43;Iana padanya dengan shalat yang panjang, beliau melihat Surga dan neraka. Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya:

“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Di dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang sifat wanita penduduk neraka, beliau bersabda :

“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Mari Kita Bermuhasabah.. Ya Allah, jauhkanlah kami dari siksa api nerakamu.. Lapangkanlah hati ini.. Lunakkanlah hati ini..

makna panggilan seorang mandor,,

Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yg lagi bekerja di bawah

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja.
Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor...

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang···
Bahkan kita selalu bilang ··· kita lagi "HOKI!"

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah ...! agar kita mau menoleh kepada-NYA.

Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil.

Selasa, 17 September 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim...Di pagi yang cerah seorang anak bertanya kepada ibunya ”ibu,aku ingin selalu terlihat cantik seperti ibu..?”

Bismillahirrahmaanirrahiim...Di pagi yang cerah seorang anak bertanya kepada ibunya ”ibu,aku ingin selalu terlihat cantik seperti ibu..?”

Dengan senyum haru sang ibu menjawab…
”untuk bibir yang menarik ucapkanlah dzikir dan perkataan yang baik...

Untuk pipi yang lesung tebarkanlah senyumu dengan ikhlas...

Untuk mata yang indah lihatlah selalu kebaikan orang lain..

Untuk tubuh yang langsing sisihkan makananmu untuk fakir miskin...

Untuk jemari yang lentik hitunglah do’a dan pujianmu mengagungkanNya...

Untuk tangan yang halus ulurkanlah bantuan pada orang yang membutuhkan...

Untuk wajah putih bercahaya basuhlah dengan air wudhu di setiap pergantian waktu...

Anakku,,kecantikan fisik akan pudar dimakan waktu tetapi,kecantikan akhlaq takkan pudar meski oleh kematian..!”

Jumat, 13 September 2013

:: Jam Kerja Organ Tubuh Manusia ::


  • :: Jam Kerja Organ Tubuh Manusia ::

    Kebiasaan tidur dan makan tidak teratur bisa menyebabkan perubahan jam kerja organ tubuh anda. Kenali jam bekerja organ tubuh anda dan sesuaikan jam tidur/makan anda.

    LAMBUNG

    Jam 07.00 – 09.00 Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energit ubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.

    LIMPA

    Jam 09.00 – 11.00

    Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan.

    Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein.

    JANTUNG

    Jam 11.00 – 13.00

    Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisie mosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah.

    HATI

    Jam 13.00 – 15.00

    Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati.

    Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.

    PARU-PARU

    Jam 15.00 – 17.00

    Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru

    GINJAL

    Jam 17.00 – 19.00

    Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadiproses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.

    LAMBUNG

    Jam 19.00 – 21.00

    Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulitdicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan.

    LIMPA

    Jam 21.00 – 23.00

    Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan prosesregenerasi sel limpa.

    Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untukmeningkatkan imunitas.

    JANTUNG

    Jam 23.00 – 01.00

    Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.

    HATI

    Jam 01.00 – 03.00

    Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh.

    Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

    PARU-PARU

    Jam 03.00 – 05.00

    Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat menandakanadanya gangguan fungsi paru-paru.

    Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.

    USUS BESAR

    Jam 05.00 – 07.00

    Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.

    Tabel : Arloji Tubuh Bangsa Cina (The Chinese Body Clock)Organ Rentang Waktu

    Usus besar 5.00-7.00

    Lambung 7.00-9.00

    Limpa (pancreas, kekebalan tubuh) 9.00-11.00

    Jantung 11.00-13.00

    Usus halus 13.00-15.00

    Kandung kencing 15.00-17.00

    Ginjal/ Kelenjar adrenal (anak ginjal) 17.00-19.00

    Sirkulasi darah 19.00-21.00

    Tiga penghangat (pengatur cairan tubuh,sushu,energi melalui pernafasan, pencernaan, eksresi /pembuangan) 21.00-23.00

    Kandung empedu 23.00-01.00

    Hati 01.00-03.00

    Paru 03.00-05.00

    Jadi sekarang kita sudah tau ternyata organ itu juga memiliki jam kerja dan istirahat,jadi jangan heran pada jam-jam tertentu kita akan merasakan tubuh kita akan terasa tidak normal,semoga bermanfaat.

    Sumber: Kompasiana

    Bagikan ya..

::Saat Rasulullah Pergi::

::Saat Rasulullah Pergi::

SAKIT Rasulullah saw semakin hari semakin keras. Ini detik-detik kritis. Aisyah merebahkan tubuh orang mulia ini kepangkuannya. Ini momen yang sangat penting bagi Aisyah. Ia dapat merawat sendiri Rasulullah saw di rumahnya.

Abdurrahman bin Abu Bakar, kakak Aisyah adalah sahabat lain yang diperkenankan merawat Rasulullah saw. Ia masuk ke dalam sambil memegang siwak. Melihat itu, Aisyah bertanya kepada Rasulullah saw, “apakah aku boleh mengambil siwak itu untuk engkau?” Hal ini Aisyah tanyakan kepada Rasulullah saw karena Rasulullah saw sangat suka bersiwak.

Rasulullah saw mengiyakan dengan isyarat kepala. Aisyah pun menggosokan siwak itu ke gigi beliau. Rupanya terlalu keras, Aisyah segera menggosokan dengan pelan-pelan sekali. Di dekat tangan Rasulullah saw ada bejana berisi air. Beliau mencelupkan kedua tangannya lalu mengusap wajahnya. Mulutnya begumam, “ Tiada Ilah selain Allah. Sesungguhnya kematian itu ada sekaratnya.”

Usai bersiwak, beliau mengangkat tangan dan mengacungkan jari, mengarahkan pandangan ke langit-langit rumah. Kedua bibirnya bergerak-gerak. “Bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka dari nabi, shidiqqin, syuhada dan shalihin. Ya Allah ampunilah dosaku dan rahmatilah aku. Pertemukanlah aku dengan kekasih yang Maha Tinggi ya Allah, kekasih yang Maha Tinggi.”

Kalimat ini diulang-ulang hingga tiga kali disusul dengan tangan Rasulullah saw yang melemah. Beliau wafat. Suasana hening. Saat itu waktu Dhuha, udara sudah terasa panas, senin 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Rasulullah saw wafat dalam usia enam puluh tiga tahun lebih empat hari.

Kabar duka itu segera tersebar. Seluruh pelosok Madinah berubah muram. Walau sudah diduga, tetapi kepergian Rasulullah saw nyata membuat kaum Muslimin terpukul. Anas menggambarkan, “Aku tidak pernah melihat suatu hari yang lebih baik dan lebih terang selain ketika hari saat Rasulullah saw masuk ke tempat kami. Dan tidak kulihat hari yang lebih buruk dan muram selain ketika Rasulullah saw meninggal dunia.”

Berita itu jelas sampai ke semua orang. Termasuk kepada Umar bin Khatab. Mendengar itu, Umar hanya berdiri mematung. Seperti tidak sadar, dia berkata, “Sesungguhnya beberapa orang munafik beranggapan bahwa Rasulullah saw akan meninggal dunia. Rasulullah saw sekali-kali tidak akan meninggal dunia, tetapi pergi kehadapan Rabbnya seperti yang dilakukan Musa bin Imran yang pergi dari kaumnya selama empat puluh hari , lalu kembali lagi kepada mereka setelah beliau dianggap meninggal dunia. Demi Allah, Rasulullah saw akan kembali. Maka tangan dan akal orang-orang yang beranggapan bahwa beliau meninggal dunia, hendaknya dipotong.”

Abu Bakar pun tidak kalah terpukulnya. Setelah mendengar kabar itu, dari tempat tinggalnya di dataran tinggi Mekkah, Abu Bakar memacu kuda, lalu turun dan masuk mesjid tanpa berbicara dengan siapapun. Dia segera menemui Aisyah lalu mendekati jasad Rasulullah saw yang diselubungi kain itu lalu menutupnya kembali. Ia memeluk jasad Rasulullah saw sambil menangis. Dari mulutnya terdengar, “Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, Allah tidak akan menghimpun dua kematian pada diri engkau. Kalau memang kematian ini sudah ditetapkan atas engkau, berarti memang engkau sudah meninggal dunia.”

Kemudian Abu Bakar keluar rumah dengan masih sambil tersedu. Saat itu Umar sedang berbicara dihadapan orang-orang. Abu Bakar berkata, “Duduklah, wahai Umar!”

Umar tidak mau duduk. Orang-orang beralih kehadapan Abu Bakar dan meninggalkan Umar. Abu Bakar berkata, “Barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah meninggal dunia. Tapi barangsiapa diantara kalian menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Hidup dan tidak meninggal. Allah berfirman, “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. Sungguh telah berlaku sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kalian berbalik kebelakang-murtad? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

Seusai mendengar ayat ini, semua langsung terdiam. Seakan-akan mereka tidak tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat ini. Semuanya kemudian menghayati ayat ini. Tidak seorangpun dari mereka yang mendengarnya melainkan membacanya.

Umar sendiri tampak kelihatan linglung. Hingga ia tak kuasa mengangkat kedua kakinya, dan terduduk ketanah saat Abu Bakar mendengar ayat itu. Umar merasa terlolosi dan terhempas karena kenyataanya Rasulullah saw memang sudah meninggal dunia. Tak ada yang dilakukkanya kecuali segera mengurus jenazah Rasulullah saw bersama-sama.

Kepergian seorang pemimpin dan panutan tak pelak memang bisa menimbulkan guncangan yang hebat. Jika saja tak ada orang seperti Abu Bakar, bukan tidak mungkin akan meninggalkan kekacauan. Padahal setelah seseorang pemimpin pergi, begitu banyak persoalan yang harus segera ditangani. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang masih hidup.

sumber: islampos.com

share dan Like yuk... semoga kita tergolong orang2 yang mencintai Rasulullah.. dan suatu saat nanti Allah Swt mempertemukan kita dengannya.. aamiin..

Shalawat dan salam untuknya...

:: Istimewanya Hari Jum’at ::

:: Istimewanya Hari Jum’at ::

1. Hari paling utama di dunia

Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:

Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya.
Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
Hari akan terjadinya kiamat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)

2. Hari bagi kaum muslimin

Hari jum’at adalah hari berkumpulnya umt Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jum’at yang berisi wasiat taqwa dan nasehat-nasehat, serta do’a.

Dari Kuzhaifah dan Rabi’i bin Harrasy radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah menyesatkan orang-orang sebelum kami pada hari jum’at, Yahudi pada hari sabtu, dan Nasrani pada hari ahad, kemudian Allah mendatangkan kami dan memberi petunjuk pada hari jum’at, mereka umat sebelum kami akan menjadi pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni dunia ini dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum umat yang lain.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

3. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari

Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad)

4. Waktu yang mustajab untuk berdo’a

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari jum’at lalu beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)

Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:

a. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’” (HR. Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam As-Suyuthi rahimahullah menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika shalat didirikan.

b. Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ‘ashar

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud)

Dan yang menguatkan pendapat kedua ini adalah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, beliau mengatakn bahwa, “Ini adalah pendapat yang dipegang oleh kebanyakan generasi salaf dan banyak sekali hadits-hadits mengenainya.”

5. Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari)

Minggu, 08 September 2013

Kisah Sahabat Nabi: Khalid bin Walid, Si Pedang Allah

Kisah Sahabat Nabi: Khalid bin Walid, Si Pedang Allah

Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang yang termasyhur dan ditakuti di medan tempur. Ia mendapat julukan "Pedang Allah yang Terhunus". Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.

Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi Khalid, adalah istri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Perang Uhud, Khalid yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud, langsung menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Namun justru setelah perang itulah Khalid masuk Islam.

Ayah Khalid, Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia orang yang kaya raya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, merekalah yang mengurus gudang senjata dan tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit. Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.
Ketika Khalid bin Walid masuk Islam, Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat membela panji-panji Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan Khalid diangkat menjadi panglima perang dan menunjukkan hasil kemenangan atas segala upaya jihadnya.

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Dia sama sekali tidak gentar menghadapinya, dia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatannya dalam peperangan yang dikenal dengan Perang Yarmuk itu.

Dalam Perang Yarmuk jumlah pasukan Islam tidak seimbang dengan pihak musuh yang berlipat-lipat. Ditambah lagi, pasukan Islam yang dipimpin Khalid tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjata lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Bukan Khalid namanya jika tidak mempunyai strategi perang, dia membagi pasukan Islam menjadi 40 kontingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari musuh.

Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian; depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraklius telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan.

Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.

Perang yang dipimpin Khalid lainnya adalah perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad). Perang Riddah ini terjadi karena suku-suku bangsa Arab tidak mau tunduk lagi kepada pemerintahan Abu Bakar di Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Rasulullah, dengan sendirinya batal setelah Rasulullah wafat.

Oleb sebab itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Maka Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menjadi jenderal pasukan perang Islam untuk melawan kaum murtad tersebut, hasilnya kemenangan ada di pihak Khalid.

Masih pada pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai Al-Hirah pada 634 M. kemudian Khalid bin Walid diperintahkan oleh Abu Bakar meninggalkan Irak untuk membantu pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid.

Ada kisah yang menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Hal ini ditunjukkannya saat Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun. Menariknya, ia menuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah.

Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!"

Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid.

Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil oleh Sang Khaliq. Umar bin Khathab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya "Si Pedang Allah" menempati posisi khusus di sisi Allah SWT.

Nobita & Shizuka ...... xD

Nobita & Shizuka ...... xD

Sabtu, 07 September 2013

Hati-Hati Dengan Pakaian-Mu Wahai Saudariku Muslimah

Hati-Hati Dengan Pakaian-Mu
Wahai Saudariku Muslimah

Seorg wanita Muslimah hrs selalu menjaga pakaian & penampilannya ktika keluar rumah atau ktik berada di depan laki2 non mahramnya.

Mengapa demikian? Pertanyaan ini sangat penting utk dilontarkan & jawabannya sangat lebih penting lagi. Berikut ini diantara jawabannya:

1. Sbg Realisasi Ketaatan Kpd اَللّه & Rasul-Nya.

Krn ketaatan trsbt akan menjadi sumber kebahagiaan & kesuksesan besar di dunia&akhirat.

Diantara firman Allah Ta’ala yg menunjukkan diwajibkannya jilbab: Al-Ahzab:32-33; al-Ahzab:53-55; al-Ahzab:59;an-Nur;30-31;an-Nur:60

Rasulullah bersabda, “Wanita adalah aurat. Jk ia keluar rumah, mk setan pun bergegas melihat/mendekatinya. Padahal,wanita di dlm keadaan paling dekat dr rahmat Tuhannya adalah ktk berada dlm rumahnya.” (HR.at-Tirmidzi dll)

2. Menampakkan Aurat & Keindahan Tubuh Merupakan Bentuk Maksiat yg Mendatangkan Murka اَللّه & RasulNya.

Wanita yg menampakkan aurat & keindahan tubuh,tlh nyata2 menampakkan kemaksiatan secara terang2an.

Allah Ta'ala berfirman,“Dan bgsiapa mendurhakai Allah&RasulNya,mk sungguh dia telah sesat,sesat yg nyata. (Al-Ahzab:36).

3. Hijab Dpt Meredam Berbagai Macam Fitnah.

Jk berbagai macam fitnah lenyap,mk masyarakat yg dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman&selamat dr fitnah. Sebaliknya jk suatu masyarakat dihuni oleh wanita yg tabarruj/pamer aurat&keindahan tubuh,sangat rentan terhadap ancaman berbagai fitnah&pelecehan seksual serta gejolak syahwat yg membawa malapetaka&kehancuran.

4. Tdk Berhijab & Pamer Perhiasan Akan Mengundang Fitnah bg Laki2.

Rasulullah bersabda, "Aku tdk meninggalkan satupun fitnah sepeninggalku yg lbh membahayakan bg laki2 kecuali wanita."(HR. al-Bukhari&Muslim)

5. Menunjukkan Kepribadian & Identitas serta Mencegah dr Gangguan.

Interesting Engineering's photo.

Interesting Engineering's photo.
Creative idea - Mr Wilson
Interesting Engineering's photo.
Creative idea - Mr Wilson

Kamis, 05 September 2013

•AL-QUR'AN•

•AL-QUR'AN•

Assalamualaikum
Bismillahirrahmanirrahim

Kitab suci Umat Islam yang
pasti sudah tidak asing lagi di telinga
kita semua. Al-Qur’an adalah kitab suci
yang Allah turunkan kepada Nabi
Muhammad SAW. Beliau-lah Nabi &
Rasul terakhir, pun dengan Al-Qur’an
yang menjadi kitab suci terakhir. Al-
Qur’an bukan dibuat oleh Nabi
Muhammad, sebab beliau tidak bisa
membaca. Nabi Muhammad SAW
hanyalah perantara dari Allah SWT
kepada seluruh manusaia.

Sebagai umat Islam, tentu Al-Qur’an
tidak akan kita biarkan begitu saja
sebagai pajangan, koleksi, atau apa
pun.. Selain 5 rukun Islam, kita pun
memiliki 5 kewajiban terhadap Al-
Qur’an.. Berikut ke-5 kewajiban
tersebut:

1) At Tilawah (dibaca)
At Tilawah artinya membaca. Mengapa
wajib dibaca? Sebab tanpa dibaca
mustahil untuk mengerti maknanya,
dapat mengamalkannya, bahkan
menyampaikannya. Bicara masalah
membaca, hukum membaca Al-Qur’an
dengan benar (memakai tajwid) adalah
Fardhu ‘Ain (wajib untuk setiap orang).
Sementara hukum mempelajari ilmu
tajwid tersebut adalah Fardhu Kifayah
(wajib untuk sekelompok orang, apabila
sudah ada yang menjalankan maka
gugurlah kewajiban untuk sekelompok
orang itu). Jadi mau tidak mau kita
harus tetap mempelajari ilmu tajwid
walau sedikit, sebab akan sangat sulit
untuk membaca dengan tajwid yang
benar pabila kita tidak mengerti ilmu
tajwid sama sekali.

2) Al Hifzu (dihafal)
Menghafal... Mengapa Al-Qur’an wajib
dihafal? Sebab apabila tidak dihafal
tentu akan sulit untuk
mengamalkannya. Misalnya Anda ingin
sholat, namun tidak hafal Al-Fatihah
dan surat pendek, tentu akan
menyulitkan Anda saat sholat.

3) Al Fahmu (dipahami)
Memahami Al-Qur’an wajib bagi setiap
muslim, mengapa? Sebab salah satu
tujuan membaca adalah untuk
memahami. Pun sebelum kita
mengamalkan sesuatu, kita harus
memahami dulu sesuatu itu, supaya
tidak salah dalam mengerjakannya.

4) Al A’malu (diamalkan)
Seorang yang memahami dan mengerti
sebuah kebaikan namun tidak
mengamalkan bagaikan lebah yang
tidak menghasilkan madu.. Al-Qur’an
ada sebagai pedoman hidup manusia
untuk diamalkan isinya, supaya
manusia dapat menjalani hidup ini
dengan baik sesuai yang diridhoi oleh
Allah SWT.

5) Ad Da’wah (disampaikan)
Kebaikan bukanlah hanya untuk diri
sendiri saja. Alangkah baiknya apabila
ia dapat dirasakan oleh orang lain.
Kebaikan yang terus menyebar ini akan
menjadi lahan pahala yang terus
mengalir bahkan apabila kita sudah
meninggal sekalipun, kebaikan itu akan
terus mengalir layaknya air zamzam
yang tak pernah berhenti memancar.
Diluar sana masih banyak umat Islam
yang belum mengetahui kewajiban-
kewajiban ini. Sebagai sesama muslim
tentu kita wajib memberitahu mereka.
Mereka adalah saudara se-iman kita.
Jangan biarkan mereka membiarkan Al-
Qur’an tergeletak begitu saja hingga
berdebu.

... JENIS LAKI-LAKI YANG DI TARIK PEREMPUAN KE NERAKA ... (penting buat cowok )

... JENIS LAKI-LAKI YANG DI TARIK PEREMPUAN KE NERAKA ...
(penting buat cowok )

Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. (p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau mengajarnya bersholat … ..menutup aurat?.. pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedialah untuk menjadi bahan bakar neraka jahannam.)

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yang alim dimana sholatnya tidak pernah bertangguh, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam neraka.

(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?
Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya mengikut ketetapan syari'at, maka terimalah hakikat yang kau akan sehidup semati bersamanya di 'taman' neraka sana.)

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiarkan melencong dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

(p/s; Duhai lelaki yang mempunyai adik perempuan, jangan hanya menjaga amalmu, dan jangan ingat kau terlepas…
kau juga akan dipertanggungja wabkan di akhirat kelak…jika membiarkan adikmu bergelumang dengan maksiat… dan tidak menutup aurat.)

4. Anak-anak lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram di sisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata-ngatai dan sebagainya…maka anak itu akan disoal dan dipertanggungja wabkan di akhirat kelak….dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.

(p/s; Duhai anak2 lelaki…. sayangilah ibumu….
nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa…. karena ibu juga insan biasa… sekali lepas dari melakukan dosa…
selamatkanlah dia dari menjadi 'kayu api' neraka….jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)

Lihatlah…..beta pa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/ abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

ALLAH SWT BERFIRMAN :

"Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu…

Ya Allah Jauhkan Kami Dari Hal-hal Yang Dapat Menjerumuskan kami kedalam Api Neraka ... Aamiin

Insya Allah Bermanfaat

Selasa, 03 September 2013

Aisyah binti Abu Bakar

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

♡ BismillahirRohmaanirRohiim ♡

Aisyah binti Abu Bakar

– Nama lengkapnya Aisyah binti Abi Bakar bin Utsman, biasa dipanggil Ummu Abdillah, dan digelari Ash-Shiddiqah (wanita yang membenarkan). la juga masyhur dengan panggilan ummul mukminin, dan Al-Humaira’, karena warna kulitnya sangat putih.

la dilahirkan tahun ke-4 atau ke-5 setelah kenabian. la menceritakan, bahwa Nabi pernah mengatakan kepadanya, “Aku bermimpi melihat kamu sebanyak dua kali. Malaikat datang kepadaku dengan membawa selembar kain sutra (foto) sambil berkata, “Inilah istrimu, maka bukalah penutup wajahnya!” Setelah kubuka, ternyata itu adalah kamu. Maka aku berkata, “Sekiranya perkara ini datangnya dari Allah, pasti ia terlaksana.” (HR. Al-Bukhari)

Pada saat Rasulullah menikahi Aisyah, beliau memberinya mahar sebesar 400 dirham.

Keistimewaan Aisyah Rodhiyallohu anha:

a. Aisyah adalah istri yang paling dicintai oleh Rasulullah, dan yang paling banyak merawikan hadits dari Beliau. Ia merawikan 2210 hadits, 279 di antaranya terdapat di dalam Shahih Bukhari.

b. Ia adalah wanita yang paling luas ilmu dan pemahamannya di antara seluruh wanita umat ini. Ia termasuk wanita muslimah yang paling faqih dan paling mengerti tentang sastra dan agama. Banyak pembesar sahabat yang bertanya kepadanya tentang masalah-masalah fiqih, dan ia pun menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

c. Wanita yang dinyatakan kesuciannya dalam Al Qur’an. Kecintaan Rasulullah kepada Aisyah pernah menimbulkan kecemburuan di hati sebagian orang. Mereka menuduh Aisyah berbuat zina, padahal ia adalah wanita yang senantiasa menjaga kesucian dan kehormatan dirinya. Allah telah membebaskannya dari tuduhan tersebut di dalam Kitab-Nya.

d. Tentang Aisyah, Rasulullah pernah mengatakan, “Keutamaan Aisyah atas wanita-wanita yang lainnya adalah seperti keutamaan tsarid (makanan yang terdiri dari roti dan daging) atas makanan lainnya.” (HR. Al-Bukhari)

e. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sakit, Beliau meminta izin kepada istri-istrinya agar Beliau dirawat di rumah Aisyah.

f. Amr bin Ash pernah bertanya kepada Rasul, “Siapakah orang yang paling Anda cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah”. “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. “Ayahnya, Abu Bakar”, jawab Beliau. “Kemudian siapa?” tanya Amr. “Umar bin Khaththab”, jawab Beliau.” (HR. Al-Bukhari)

g. Satu-satunya wanita yang dinikahi Rasulullah yang masih gadis.

h. Aisyah adalah wanita terkemuka dengan segudang keistimewaan, terkemuka dalam kedermawanan, kezuhudan dan sifat-sifat yang mulia.

i. Jibril as. memberi salam kepadanya

Ibnu Syihab menyatakan bahwa Abu Usamah berkata, “Sesungguhnya “Aisyah RA. pernah mengungkapkan bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Hai ‘Aisyah, ini Jibril. la mengucapkan salam kepadamu.” ’Aisyah membalas, “Wa ‘alaihis Salaam wa Rahmatullah wa Barakaatuh (semoga Jibril juga mendapat kesejahteraan, limpahan kasih sayang dan berkah dari Allah), Engkau (Rasulullah ) melihat sesuatu yang tidak dapat kulihat.” (Muttafaq ‘alaih)

j. Wahyu turun saat Nabi berselimut bersama Aisyah

”….Demi Allah sesungguhnya Allah tidak pernah menurunkan wahyu ketika aku sedang dalam satu selimut dengan siapapun di antara kalian (istri-istri Nabi), selain Aisyah”. (HR Bukhari)

k. Wanita yang sangat zuhud dan dermawan luar biasa, ahli ibadah dan puasa.

Senin, 02 September 2013

4 Sifat Nabi: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh

4 Sifat Nabi: Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Al Ahzab 21]

Nabi Muhammad memiliki akhlaq dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Nabi seperti Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh. Mudah-mudahan dengan memahami sifat-sifat itu, selain kita bisa terhindar dari mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, kita juga bisa meniru sifat-sifat Nabi sehingga kita juga jadi orang yang mulia.

Shiddiq

Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya.

Mustahil Nabi itu bersifat pembohong/kizzib, dusta, dan sebagainya.
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” [An Najm 4-5]

Amanah

Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.

“Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” [Al A'raaf 68]

Mustahil Nabi itu khianat terhadap orang yang memberinya amanah.

Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:

”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……

Meski kaum kafir Quraisy mengancam membunuh Nabi, namun Nabi tidak gentar dan tetap menjalankan amanah yang dia terima.

Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.

Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا

“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
karena telah datang seorang buta kepadanya” ['Abasa 1-2]

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari ‘Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya’la yang bersumber dari Anas.)

Sebetulnya apa yang dilakukan Nabi itu menurut standar umum adalah hal yang wajar. Saat sedang berbicara di depan umum atau dengan seseorang, tentu kita tidak suka diinterupsi oleh orang lain. Namun untuk standar Nabi, itu tidak cukup. Oleh karena itulah Allah menegurnya.

Sebagai seorang yang tabligh, meski ayat itu menyindirnya, Nabi Muhammad tetap menyampaikannya kepada kita. Itulah sifat seorang Nabi.

Tidak mungkin Nabi itu Kitman atau menyembunyikan wahyu.
Fathonah

Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.

Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.

Apalagi Nabi mampu mengatur ummatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam 1 negara yang besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa.

Itu semua membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad...

KARAKTERISTIK KAUM TERLAKNAT

KARAKTERISTIK KAUM TERLAKNAT
Posted by homepi on 05 September 2011 | Comment 7 | dibaca : 5574
KARAKTERISTIK KAUM TERLAKNAT
(Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 87-90) (87) Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

(88) Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup". Tetapi, sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; Maka sedikit sekali mereka yang beriman.

(89) Dan, setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka, laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.

(90) Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

***

"Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?" (Q.S. Al-Baqarah [2]: 87)

Redaksi ayat kali ini masih berbicara seputar nikmat Allah yang diberikan kepada Bani Israil sekaligus menjelaskan sikap buruk mereka terhadap nikmat tersebut. Hal ini semata sebagai motivasi untuk kita agar senantiasa memahami arti dari sebuah nikmat disertai rasa syukur dan berusaha untuk senantiasa memperbaiki kekurangan-kekurangan diri dan mengikutinya dengan taubatan nasuha.

Dalam ayat ini, Allah mengungkap kembali deretan nikmat yang dilimpahkan kepada Bani Israil. Nikmat tersebut tiada lain adalah sambung menyambungnya kedatangan utusan Allah kepada mereka. Setelah Allah mengutus Nabi Musa a.s. dengan Al-Kitab (Taurat), Allah mengutus nabi-nabi lainnya, salah satunya Nabi Isa a.s.

Sejumlah riwayat mengemuka­kan nabi lain yang mengiringi kedatangan Nabi Musa a.s. antara lain Daud a.s., Sulaiman a.s., Daniel a.s., Yasy'iya a.s., Armiya a.s., Hazqil a.s., Zakariya a.s., dan putranya Yahya a.s., serta sejumlah nabi lainnya. Mereka semua adalah nabi dan rasul­ yang diturunkan kepada Bani Israil dan berasal dari kalangan Bani Israil sendiri. Jelasnya, kayalah mereka dengan kedatangan nabi dan rasul.

Selain itu, Allah pun menyerta­kan bukti-bukti kebenaran para nabi dan rasul tersebut dengan sangat nyata dan lebih dari cukup. Selain kitab suci, Allah sertakan mukjizat yang besar baik kepada Nabi Musa a.s. maupun Nabi Isa a.s. yang secara khusus disebutkan dalam ayat ini, yaitu mendapat dukungan kekuatan dari Ruhul-Qudus. Ruhul Qudus menurut sebagian besar ahli tafsir adalah Malaikat Jibril meski ada pula yang berpendapat bahwa Ruhul Qudus adalah roh Isa yang disucikan oleh Allah Swt.

Namun, semua bukti yang Allah sodorkan kepada Bani Israil hanya membuat keburukan mereka kian bertambah. Semua itu semata dilatarbelakangi kecintaan pada dunia dan ketaatan pada hawa nafsu sehingga mereka enggan mengikuti dan memercayai nabi-nabi tersebut. Bahkan, sebagian dari nabi-nabi itu ada yang dibunuh karena tidak bersedia menuruti selera mereka yang kerap melanggar syariat. Allah kemudian menyindir mereka dengan bertanya, "Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?"
Dalam ayat lain, Allah mempertegas pertanyaan ini.

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (Q.S. Al-Hadid [57]: 16)

"Dan mereka berkata, 'Hati kami tertutup.' Tetapi, sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; Maka sedikit sekali mereka yang beriman." (Q.S. Al-Baqarah [2]: 88)

Seolah menjawab pertanyaan Allah pada ayat sebelumnya, Bani Israil yang hatinya keras membatu berkata, "Hati kami tertutup." Perkataan itu jelas mengandung ejekan dan olok-olok. Jawaban itu sama artinya dengan mereka tidak memahami yang disampaikan Rasulullah dan tidak menerima ajaran yang diampaikan oleh beliau. Sungguh kesombongan berlebih yang dipertontonkan Bani Israil laknatullah. Begitulah indikasi suatu kaum yang hanya dapat melihat hakikat suatu perkara dengan kacamata materi yang tampak dan kasat mata.

Akan tetapi, Allah Yang Maha Mengetahui mengemukakan bahwa pernyataan itu semata akal-akalan untuk menutupi pelanggaran mendasar yang dilakukan oleh Bani Israil. Semua itu lebih sebagai kutukan Allah akan perilaku mereka yang kelewat buruk. Kalaupun ada keimanan, tingkat keimanan mereka sangat lemah (sedikit) karena keimanan itu ada di balik penolakan terhadap sebagian besar ayat-ayat Allah dan meninggalkan kewajiban beramal.

"Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu." (Q.S. Al-Baqarah [2]: 89)

Pada ayat sebelumnya telah dijelaskan mengenai contoh-contoh kekafiran dan sifat keras kepala Bani Israil terhadap Nabi Musa a.s. dan perintah-perintah Taurat. Pada ayat ini, dibicarakan tentang orang-orang Yahudi yang hidup pada permulaan Islam. Berdasarkan petunjuk-petunjuk yang tertulis dalam Taurat mengenai Nabi Muhammad Saw., mereka menunggunya dengan berhijrah dari kota dan rumah mereka menuju Hijaz. Orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah dan sekitarnya berkata kepada orang-orang musyrikin Madinah bahwa secepatnya seorang rasul yang bernama Muhammad akan diutus dan mereka akan beriman kepadanya. Mereka pun berkata akan mengalahkan semua musuh-musuh Rasulullah Saw.

Akan tetapi, ketika Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah, musyrikin Madinah justru beriman, sedangkan orang-orang Yahudi (akibat fanatik dan cinta dunia) mengingkarinya dan mendustakan yang tertulis di dalam Taurat. Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu dan pengetahuan saja tidaklah cukup. Diperlukan semangat menerima kebenaran dan penyerahan diri. Walaupun orang-orang Yahudi (khususnya para cendekiawannya) telah mengetahui kebenaran Nabi Islam, mereka tidak siap menerima kebenaran dan tunduk di hadapannya. Begitulah ciri kaum terkutuk yang tidak memiliki rasa malu dan suka menjilat ludah serta perilakunya menghinakan diri sendiri.

"Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan." (Q.S. Al-Baqarah [2]: 90)

Betapa busuknya seorang hamba yang berani menjual keimanannya (dan menukarnya) dengan rasa gengsi dan egoisme. Hanya karena Rasulullah tidak berasal dari kalangan Bani Israil, bukti-bukti nyata kebenaran akan kenabian dan kerasulan Muhammad Saw. ditolak mentah-mentah. Padahal, Allah mengutus Rasulullah atas kehendak-Nya, atas karunia yang diberikan kepadanya.

Oleh karenanya, murka Allah pun datang berlipat ganda akibat kekufuran mereka yang berlipat ganda pula. Dengan memungkiri Muhammad Saw., Bani Israil sudah mendapat satu kemurkaan. Kemudian, kitab Taurat memerintahkan agar mereka beriman akan kedatangan Nabi Muhammad. Hal ini pun diingkari pula sehingga dapatlah mereka dua murka.

Dari 4 ayat tadi, terdapat beberapa pelajaran dapat kita petik, di antaranya sebagai berikut.

1. Kedatangan para utusan Allah merupakan nikmat yang patut disyukuri. Jangan sekali pun mengikuti perilaku Bani Israil yang terkutuk yang mengingkari keberadaan para rasul, bahkan sampai berani membunuh mereka.
2. Allah senantiasa melihat dan menyaksikan apa pun yang kita lakukan. Satu kali kita melupakannya, Allah pun akan melupakan kita dan mengetahui apa saja yang kita perbuat.
3. Di hadapan Allah Swt., ketundukan dan kepasrahan tidak diukur dengan selera dan kecenderungan hawa nafsu.
4. Semua hamba adalah sama di sisi perintah dan hukum Allah tanpa membedakan ras, suku, warna kulit, dan sebagainya.
5. Kebahagiaan dan kebinasaan manusia berada di tangan-Nya. Jika ada sekelompok manusia yang mendapat murka dan laknat-Nya, itu semua karena kekafiran dan sifat keras kepala. Allah telah memberikan peluang kepada semua manusia untuk memperoleh hidayah dan petunjuk melalui para nabi yang diutus-Nya.
6. Motivasi dalam diri seseorang menjadi ukuran tingkat ketaatan dalam beragama.
7. Hasud menjadi sumber kekafiran. Orang Yahudi berhasrat agar nabi yang diutus senantiasa berasal dari etnis mereka. Ketika hal tersebut tidak terjadi, mereka lalu menjadi kafir.
8. Transaksi paling buruk adalah membeli siksa Allah dengan badan sendiri.
9. Kewajiban terhadap nikmat yang diberikan adalah bersyukur, sedangkan kewajiban terhadap dosa yang dilakukan adalah bertobat.
10. Sifat dengki merupakan "saudara" kezaliman yang hasil akhir dari keduanya adalah sama-sama tidak mendapatkan (diharamkan dari sesuatu) dan kehancuran.
11. Semua agama Ilahi saling membenarkan dan bukan saling berhadap-hadapan.

Semoga, semua pelajaran tersebut dapat kita serap dan dijadikan bahan introspeksi terlebih pada momentum Ramadhan seperti sekarang ini. Insya Allah. Wallahu a'lam.

Jejak Sejarah Nabi Adam AS

Jejak Sejarah Nabi Adam AS
Posted by homepi on 03 Juni 2011 | Comment 6 | dibaca : 7659
Jejak Sejarah Nabi Adam AS
Tafsir Al Qur'an Surat Al-Baqarah [2]: 34-39 “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudla kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
Dan Kami berfirman: ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: ‘Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Kami berfirman: ‘Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.’
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

***

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudla kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

Kelahiran Nabi Adam a.s. merupakan ikon terciptanya makhluk baru dalam sejarah kehidupan. Dalam catatan sejarah yang diabadikan Al-Quran, penciptaan Adam diikuti sederet peristiwa istimewa yang menunjukkan betapa manusia merupakan makhluk yang secara sengaja diciptakan dengan wujud sempurna dan dipenuhi kemulyaan. Mengawali ciptaannya, Allah telah melebihkan manusia dari makhluk lain dengan memberinya bekal ilmu yang akan terus berkembang melalui peran vital akal yang melengkapi kesempurnaan tersebut. Kelebihan berikutnya adalah instruksi Allah terhadap para malaikat untuk bersujud kepada Adam. Sujud dalam arti penghormatan, pengagungan, penghargaan, pemberian salam, dan ketaatan kepada Allah karena malaikat senantiasa menjalankan perintah Allah.

Namun kenyataan seperti itu bukanlah alasan bagi manusia untuk menyombongkan diri. Ketahuilah bahwasannya kehebatan yang diberikan Allah kepada manusia bukan tanpa maksud. Sadarlah, bahwasannya manusia terlahir dengan tugas berat sebagai khalifah di muka bumi ini. Perlu dicermati pula bahwa sujudnya malaikat kepada manusia hanyalah sebagai petunjuk bahwa malaikat merupakan makhluk suci yang tiada pernah membangkang perintah Allah.

Selain malaikat yang selalu taat, ada pula makhluk ciptaan Allah yang selalu sinis dan akhirnya tidak menerima instruksi Allah Swt. tersebut di atas. Makhluk tersebut bernama iblis. Siapakah iblis itu?

Beberapa pendapat mencoba mendeskripsikan siapa sebenarnya iblis sehingga berani membangkang perintah Tuhannya. Sebagian pendapat mengatakan bahwa iblis merupakan bagian dari jenis malaikat yang disebut jin. Iblis memiliki kedudukan sebagai ketua jin dan penjaga pintu surga. Dia memiliki kerajaan langit dunia dan kerajaan bumi. Namun demikian, Ibnu Jarir (mengutip melalui sanad dari Al-Hasan) berkata, “Iblis sama sekali bukan dari golongan malaikat. Iblis adalah asli bangsa jin, sebagaimana halnya Adam adalah asli bangsa manusia. Ini merupakan kutipan yang sahih dari Al-Hasan.” Demikianlah, tatkala Allah menyuruh para malaikat bersujud kepada Adam, maka masuk pula iblis ke dalam perintah itu. Sebelumnya iblis adalah hamba yang saleh. Dia beribadah bersama para malaikat. Tatkala Allah menyuruh bersujud kepada Adam, maka para malaikat bersujud karena taat kepada Allah. Namun karena pengaruh hasud atas kemuliaan yang telah diberikan Allah, iblis menolak perintah itu. Iblis merasa bahwa dirinya lebih baik dari Adam, bahkan dengan lantang mengatakan bahwa mereka diciptakan dari api sementara Adam diciptakan dari tanah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat lain yang berbunyi, “Allah berfirman: 'Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?' Menjawab iblis: 'Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.'” (Q.S. Al-A’raaf [7]: 12)

Merasa diri lebih baik, lantas iblis berlaku sombong. Atas dasar sombong, iblis melakukan kedurhakaan dan akhirnya divonis sebagai golongan kafir. Iblis pun diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah. Sesuatu yang hendaknya menjadi pelajaran bagi kita saat merasa diri lebih dari orang lain. Dalam hadits yang sahih, Rasul bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan meski sebesar biji sawi.” (H.R. Muslim)

Ada pendapat yang mengatakan bahwa perintah sujud dalam ayat ke-34 surat Al-Baqarah tersebut di atas hanya diperintahkan kepada para malaikat Bumi. Menurut pendapat yang sahih, seluruh malaikat (baik yang ada di bumi maupun di langit) bersujud kepada Adam. Zahir ayat itu pun universal, “Maka seluruh malaikat bersujud, kecuali iblis.”


“Dan Kami berfirman: 'Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.”

Kata uskun dalam bahasa Arab mengandung makna ketenangan karena orang yang tinggal di dalam rumah (maskan) akan merasakan ketenangan. Kata uskun juga biasanya menunjuk arti tinggallah sementara. Hal inilah kemudian yang menjelaskan mengapa Adam tidak selamanya tinggal di surga.

Dalam suatu riwayat yang diterima dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas disebutkan bahwasanya ketika Adam tinggal di dalam surga seorang diri, dia merasa kesepian. Karenanya itulah ketika dia sedang tidur, diciptakanlah Siti Hawa dari tulang rusuknya yang pendek dari pinggang kirinya. Adam pun bisa merasa tenang berada di samping Siti Hawa. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya...” (Q.S. Al-A’raaf [7]: 189)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!” (H.R. Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)

Dari ayat ke-35 surat Al-Baqarah ini, ada pertanyaan yang sangat menggelitik. Samakah surga yang ditempati Adam pertama kali bersama Hawa dengan surga akhirat nanti? Mayoritas ulama berpendapat bahwa surga yang ditempati Nabi Adam pertama kali adalah syurga yang ada di langit. Mereka merujuk kepada dalil-dalil di bawah ini.
1. Allah menyebutkan surga pada ayat di atas dengan menggunakan alif lam yang berarti bahwa surga yang ditempati Adam pada waktu itu adalah surga yang sudah diketahui orang banyak, yaitu surga yang berada di langit.
2. Di surga ini, (secara umum) jika seseorang masuk kedalamnya setelah hari kiamat, niscaya dia tidak akan keluar lagi darinya. Akan tetapi, jika ia masuk sebelum hari kiamat, kemungkinan dia bisa keluar lagi sebagaimana yang terjadi pada diri Nabi Adam dan juga Nabi Muhammad Saw. saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
3. Di sana (surga) ada beberapa makhluk yang dikehendaki Allah bisa keluar masuk, salah satunya adalah para malaikat.

Sebagian ulama lain berpendapat bahwa surga yang ditempati Nabi Adam pada waktu penciptaannya adalah surga di bumi. Lokasinya di daerah Adan, Yaman. Mereka berdalil bahwa suga yang berada di langit, jika seseorang sudah masuk ke dalamnya, niscaya dia tidak akan keluar lagi. Mereka juga berdalil bahwa di dalam surga tidak ada kebohongan dan tidak ada pula kemaksiatan dan hal ini bertentangan dengan penggambaran pada ayat tersebut di atas yang menunjukkan iblis berbuat maksiat dan berbohong kepada Adam (Tafsir Qurtubi: 1/ 207).


“Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: 'Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.'”

Ungkapan adzallahuma (menggelincirkan) menunjukkan pengertian adanya gerakan yang dilakukan. Hal ini seolah-olah menggambarkan bahwa kita menyaksikan setan yang sedang menjauhkan Adam dan Hawa dari surga serta mendorong kaki mereka sehingga terpeleset dan jatuh (Ti Zhilalil Quran).

Setan masuk ke tempat Adam dan Hawa lalu merayu, menggoda, dan membujuk mereka agar mendekati pohon terlarang. Setan mengatakan bahwa itu adalah pohon kekal, siapa yang memakannya akan kekal di dalam surga. Setan memang sangat pandai merayu keduanya dan akhirnya Adam dan Hawa tergoda. Mereka pun mendekati pohon itu serta memakan buahnya. Keadaan itulah yang kemudian menjadikan terbukanya aurat mereka seperti digambarkan pada ayat berikut ini.

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Al-A'raaf [7]: 27)

Kejadian di atas akhirnya menyebabkan semua pelaku (Adam, Hawa, dan iblis) disuruh turun ke bumi dan dimulailah babak baru perseteruan iblis dan manusia.


“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Begitulah Adam. Sebagai manusia pertama, ia mempunyai aspek kesadaran dan penyesalan akan kesalahan yang telah diperbuat yang membuatnya dapat melakukan pertobatan dengan sungguh-sungguh. Hal ini pula lah yang kemudian ia turunkan kepada anak cucunya (manusia secara keseluruhan) sebagai modal utama meraih tangga kebahagiaan di akhirat kelak.

Penyesalan atas kesalahan yang telah dilakukan oleh Adam dibarengi pula oleh dengan tanggung jawab. Dia memohon kepada Allah agar diberi maaf dan ia pun bertobat atas kesalahan tersebut. Sungguh sebuah kesalahan yang timbul karena ketidaktahuan atas adanya tipu daya musuh yang selalu mengintai kelemahan dan kelalaian manusia.
Demikian sampai akhirnya Adam pun tinggal di Bumi dan nyatalah sekenario Allah bahwa ia akan menjadi khalifah. Kehidupan di Bumi sekaligus sekaligus menjadi ajang penentuan atas bahagia dan binasanya manusia kelak di akhirat sebagaimana digambarkan dalam ayat berikutnya.


“Kami berfirman: 'Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.'”

Dengan bekal kesempurnaan berupa akal, hati, dan nafsu, selanjutnya manusia memikul beban ganda di muka bumi ini yaitu kekhalifahan. Ini merupakan tugas utama atas eksistensinya di muka bumi. Selain menjadi khalifah, manusia juga harus berjuang memenangkan pertarungan abadi dengan setan yang hasilnya akan menjadi penentu nasib kehidupan selanjutnya di akhirat. Pertarungan ini bukan merupakan sesuatu yang enteng. Diperlukan energi ekstra untuk bisa memenangkannya. Tapi manusia tidak perlu risau, dengan Rahmat-Nya yang senantiasa tercurah, Allah mernyediakan jalan terang bagi manusia. Inilah yang kemudian disebut sebagai hidayah. Mengikutinya adalah kebahagiaan dan menjauhinya merupakan kebinasaan sebagaimana digambarkan ayat berikutnya.


“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Ayat ini bisa dikatakan sebagai pengunci kisah yang dijelaskan dalam lima ayat sebelumnya. Dari kisah tersebut, terbentanglah di hadapan kita suatu petunjuk untuk tidak mundur dari arena yang menuntut kita untuk berperan ganda dan bekerja secara maksimal. Tetap waspada terhadap musuh abadi yang lihai dan cerdik. Senantiasa menjaga semangat dan kerja keras untuk meraih asa dan cita. Wallahu a’lam.