Jumat, 28 Juni 2013

INDAH PERTEMUAN DAN AKHIR PENANTIAN BAHAGIA

Wahai Imamku yang selalu dalam pikiran...
Saat pertemuan itu kau berhasil memikatku dengan tutur sopanmu.
Saat pertemuan itu kau berhasil membuatku terlena dengan kesopananmu.
Saat pertemuan itu kau sukses membuatku terpana dengan dengan budi bahasamu.
Siapakah geranganmu duhai ikhwan ...?

Kau datang mendekatiku dengan penuh keberanian.
Kau datang mengenalkan diriku penuh percaya diri.
Kau datang kepadaku menawarkan bibit benih cinta untukku.

Dan ...
Aku belum siap ...
Aku belum berani...
Aku belum bisa ...
Aku belum mampu ...
Menjadi ratu istana hatimu dan menjadi ibu dari anak-anakmu kelak.

Tapi ...
Kau menguatkanku dengan penuh kelembutanmu.
Kau menyakinkanku dengan kepercayaanmu.
Kau mengkukuhkan dengan nalurimu.

Bahwa aku bisa.
Bahwa aku mampu.
Bahwa aku siap.

Wahai Calon Imamku dan kepala Rumah tanggaku..

Andai kelak jika aku menjadi istrimu mengabaikan tugasku sebagai istri.
Tolong tegurlah aku dengan penuh kelembutanmu.

Andai kelak aku menjadi Istrimu dan tidak mengerjakan tugasku karena kondisiku.
Tolong gantikanku tugasku sementara hingga kondisi seperti semula.

Andai kelak aku jadi Istrimu dan mengacuhkan setiap perintahmu kepadaku.
Tolong tepuklah aku dan bicaralah dengan baik-baik serta nasehatilah aku.

Andai kelak aku jadi Istrimu dan aku lupa tugas sebagai ibu dalam mendidik anak-anak kelak.
Tolong bicaralah padaku dan tegurlah aku agar mendidik anak dengan lebih hati-hati dalam menasehati mereka.

Duhai Calon Imamku...

Aku tak pernah menyangka bisa bertemu denganmu.
Aku tak pernah berfikir bakal menjadi istrimu kelak.
Aku tak pernah menebak keberanianmu dengan menikahiku.

Kau datang kegubug rumah orangtuaku.
Kau meminta restu padanya untuk menjadikanku bidadari istana hatimu.
Kau meminta persetujuan kepada orangtuaku serta saudara, kakak,dan adik-adikku dengan menikahiku.

Duhai calon Imamku...

Taukah kau betapa hatiku menangis haru biru karena keberanianmu.

Taukah engkau bahwa aku bahagia karena sebentar lagi akan melepas masa lajangku.

Tahukah engkau wahai calon imamku...
Impian setiap wanita adalah bisa menikah dan memiliki anak dari benih-benih cinta yang kita tanam.

Semoga detik-detik penantian itu tiba saatnya.
Semoga kubisa melepasnya dengan hati bahagia.
Semoga ku bisa menjadi calon istri dan ibu bagi anak-anakmu kelak.
Semoga penantian ini berakhir dengan indah dalam cinta-Nya...

Aamiin yaa Robal alamiin ...

Tidak ada komentar: