Arti secara bahasa dan Maksud dari Menahan Pandangan
Secara bahasa, غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) berarti menahan,
mengurangi atau Menundukkan Pandangan (Berasal dari kata غَضَّ yang
berarti كَفَّ (menahan) atau نَقَصَ (mengurangi) atau خَفَضَ
(menundukkan). Lihat: Tajul ‘Arus 1/4685, dan Maqayisul Lughah 4/306.)
Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga
tidak melihat sama sekali atau menundukkan kepala ke tanah saja, karena
bukan ini yang dimaksudkan di samping tidak akan mampu dilaksanakan.
Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya
hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang
memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain lalu ia tidak
mengamat-amati kecantikan/kegantengannya, tidak berlama-lama
memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya.
Dengan kata lain menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah dan
rasul-Nya untuk kita memandangnya (Tafsir At-Thabari 19/154, Ibnu Katsir
6/41)
Jarir bin Abdillah ra berkata:Aku bertanya kepada
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang pandangan tiba2(tanpa
sengaja),lalu beliau memerintahkanku tuk memalingkannya(HR.Muslim)
jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena
yg pertama itu boleh(dimaafkan)sedangkan yg berikutnya
tidak.(HR.Tirmidzi )
Al-Hasan bin Mujahid berkata:
غَضُّ البَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ يُوْرِثُ حُبَّ اللهِ
Menahan pandangan dari apa yang diharamkan Allah akan mewarisi/mendapatkan cinta Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar