Jumat, 29 Maret 2013
Faedah Menikah di Usia Muda
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam dan satu-satunya layak untuk
disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para
sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari
kiamat.
Menikah di usia muda, siapa takut?
Berikut
penjelasan yang bagus dari ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Sholih bin
Fauzan bin 'Abdillah Al Fauzan -hafizhohullah- yang kami kutip dari Web
Sahab.net (arabic).
[Faedah pertama: Hati semakin tenang dan sejuk dengan adanya istri dan anak]
Di antara faedah segera menikah adalah lebih mudah menghasilkan anak yang dapat menyejukkan jiwa. Allah Ta'ala berfirman,
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
“Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada
kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati
(kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ” (QS.
Al Furqon: 74)
Istri dan anak adalah penyejuk hati. Oleh karena
itu, Allah -subhanahu wa ta'ala- menjanjikan dan mengabarkan bahwa
menikah dapat membuat jiwa semakin tentram. Dengan menikah seorang
pemuda akan merasakan ketenangan, oleh karenanya ia pun bersegera untuk
menikah.
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam
bagi orang-orang yang bertakwa. ” (QS. Al Furqon: 74)
Demikian pula dengan anak. Allah pun mengabarkan bahwa anak adalah separuh dari perhiasan dunia sebagaimana firman-Nya,
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi
amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi
Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. ” (QS. Al Kahfi: 46)
Anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Setiap manusia pasti
menginginkan perhiasan yang menyejukkan pandangan. Sebagaimana manusia
pun begitu suka mencari harta, ia pun senang jika mendapatkan anak.
Karena anak sama halnya dengan harta dunia, yaitu sebagai perhiasan
kehidupan dunia. Inilah faedah memiliki anak dalam kehidupan dunia.
Sedangkan untuk kehidupan akhirat, anak yang sholih akan terus
memberikan manfaat kepada kedua orang tuanya, sebagaimana Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : علم ينتفع به ، أو صدقة جارية ، أو ولد صالح يدعو له
“Jika manusia itu mati, maka amalannya akan terputus kecuali tiga
perkara: [1] ilmu yang bermanfaat, [2] sedekah jariyah, dan [3] anak
sholih yang selalu mendoakannya.”1
Hal ini menunjukkan bahwa anak memberikan faedah yang besar dalam kehidupan dunia dan nanti setelah kematian.
[Faedah kedua: Bersegera nikah akan mudah memperbanyak umat ini]
Faedah lainnya, bersegera menikah juga lebih mudah memperbanyak anak,
sehingga umat Islam pun akan bertambah banyak. Oleh karena itu, setiap
manusia dituntut untuk bekerjasama dalam nikah membentuk masyarakat
Islami. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
تزوجوا فإني مكاثر بكم يوم القيامة
“Menikahlah kalian. Karena aku begitu bangga dengan banyaknya umatku
pada hari kiamat.”2 Atau sebagaimana sabda beliau shallallahu 'alaihi wa
sallam.
Intinya, bersegera menikah memiliki manfaat dan dampak
yang luar biasa. Namun ketika saya memaparkan hal ini kepada para
pemuda, ada beberapa rintangan yang muncul di tengah-tengah mereka.
Rintangan pertama:
Ada yang mengutarakan bahwa nikah di usia muda akan membuat lalai dari
mendapatkan ilmu dan menyulitkan dalam belajar. Ketahuilah, rintangan
semacam ini tidak senyatanya benar. Yang ada pada bahkan sebaliknya.
Karena bersegera menikah memiliki keistimewaan sebagaimana yang kami
utarakan yaitu orang yang segera menikah akan lebih mudah merasa
ketenangan jiwa. Adanya ketenangan semacam ini dan mendapatkan penyejuk
jiwa dari anak maupun istri dapat lebih menolong seseorang untuk
mendapatkan ilmu. Jika jiwa dan pikirannya telah tenang karena istri dan
anaknya di sampingnya, maka ia akan semakin mudah untuk mendapatkan
ilmu.
Adapun seseorang yang belum menikah, maka pada hakikatnya
dirinya terus terhalangi untuk mendapatkan ilmu. Jika pikiran dan jiwa
masih terus merasakan was-was, maka ia pun sulit mendapatkan ilmu. Namun
jika ia bersegera menikah, lalu jiwanya tenang, maka ini akan lebih
akan menolongnya. Inilah yang memudahkan seseorang dalam belajar dan
tidak seperti yang dinyatakan oleh segelintir orang.
Rintangan kedua:
Ada yang mengatakan bahwa nikah di usia muda dapat membebani seorang
pemuda dalam mencari nafkah untuk anak dan istrinya. Rintangan ini pun
tidak selamanya bisa diterima. Karena yang namanya pernikahan akan
senantiasa membawa keberkahan (bertambahnya kebaikan) dan akan membawa
pada kebaikan. Menjalani nikah berarti melakukan ketaatan kepada Allah
dan Rasul-Nya. Ketaatan seperti ini adalah suatu kebaikan. Seorang
pemuda yang menikah berarti telah menjalankan perintah Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam. Ia pun mencari janji kebaikan dan membenarkan
niatnya, maka inilah yang sebab datangnya kebaikan untuknya. Ingatlah,
semua rizki itu di tangan Allah sebagaimana firman-Nya,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا
“ Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya.” (QS. Hud: 6)
Jika engkau menjalani nikah, maka Allah akan memudahkan rizki untuk dirimu dan anak-anakmu. Allah Ta'ala berfirman,
نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ
“Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al An'am: 151)
Oleh karenanya ,yang namanya menikah tidaklah membebani seorang pemuda
sebagaimana anggapan bahwa menikah dapat membebani seorang pemuda di
luar kemampuannya. Ini tidaklah benar. Karena dengan menikah akan
semakin mudah mendapatkan kebaikan dan keberkahan. Menikah adalah
ketetapan Allah untuk manusia yang seharusnya mereka jalani. Ia bukan
semata-mata khayalan. Menikah termasuk salah pintu mendatangkan kebaikan
bagi siapa yang benar niatnya.
discovermagazine | hidayatullah | muslih abdul karim
-
Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
digitalhuda.com/?f1
-
Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
www.rumahhajidanumrah.com
-
Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
tokopedia.com/tokobukumuslim
-
Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
rubystore.wordpress.com/
Ketika wafat, ‘Isa lagi-lagi menjadi perbincangan hangat. Kaum Yahudi mengaku telah menyalib dan membunuhnya. Kaum Nasrani juga berpandangan serupa, serta menyakini bahwa beberapa hari kemudian ‘Isa di angkat oleh Tuhan.
Adapun Islam, sejak awal meluruskan pandangan keliru mereka dengan menegaskan tentang kemuliaan akhlak Maryam sebagai perawan suci, yang Allah takdirkan mengandung dan melahirkan ‘Isa meski perempuan itu tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki pun.
Begitu pula mengenai sangkaan orang bahwa ‘Isa mati di kayu salib, Islam juga meluruskan pandangan keliru dengan menegaskan bahwa beliau tidak mati disalib melainkan diselamatkan Allah dan diangkat ke langit, ditempatkan ke langit kedua, kemudian menunggu untuk diturunkan kembali ke dunia pada akhir Zaman.
Kontroversi itu menarik perhatian Dr.Muslih Abdul Karim, MA, sehingga oleh beliau kemudian dijadikan tema disertasi gelar Doktornya (1995). “Banyak saudara kita sesama muslim yang kurang memahami tentang siapa itu Nabi ‘Isa. Oleh karena itu, perlu ada rujukan yang berpijak pada kebenaran, Al-Qur’an dan Hadits shahih (valid),” pria ramah ini memberikan alasan mengapa ia begitu concern (perhatian) terhadap sosok ‘Isa.
Dosen pasca-sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengkaji tentang turunnya ‘Isa di akhir zaman. Menurutnya, munculnya Dajjal, Imam Mahdi, turunnya Nabi ‘Isa ke bumi, dan peristiwa Kiamat memang sudah dekat.
Berikut ini redaksi Fimadani ringkaskan pendapat beliau dalam wawancaranya dengan Majalah Hidayatullah yang dimuat dalam edisi 08/XVIII/Desember tahun 2005:
Awal Kehidupan Dakwah ‘Isa
Sebagai utusan Allah, Nabi ‘Isa berdakwah kepada Umatnya, Bani Israil. Ada yang beriman, yaitu kaum Hawariyyun, ada pula yang kafir (menentangnya), kebanyakan dari kalangan Yahudi.
Pengikutnya semakin besar. Kaum Yahudi dan penguasa Romawi saat itu gerah, pasalnya, materi dakwah Nabi ‘Isa berhasil mengubah kebiasaan-kebiasaan para pembesar Romawi, seperti; gemar berzina, minuman keras, dan suap-menyuap. Itulah sebabnya ‘Isa dikejar-kejar.
‘Isa lalu berpindah-pindah tempat. Kaum Hawariyyun bisa menyimpan rahasia tentang keberadaannya sehingga ‘Isa lolos dari upaya pengejaran. Namun rupanya ada seorang murid ‘Isa yang berkhianat. Dialah Yudas, yang telah disuap oleh aparat kerajaan Romawi.
Lalu ketemulah tempat persembunyian Nabi ‘Isa. Ketika hendak ditangkap, Allah mengangkat ‘Isa ke langit sehingga selamat dari tipu daya dan fitnah kaum Yahudi. Pada saat itu, tentara Yahudi menangkap Yudas yang oleh Allah dimiripkan dengan ‘Isa, baik suara maupun tampilan fisiknya.
Allah berfirman, “.. wa maa qataluuhu wa mashalabuuhu wa laakin syubbihalahum..”(dan mereka tidak membunuhnya, dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka…). (An Nisa’ :57)
Jadi, yang disalib dan dibunuh itu bukanlah ‘Isa melainkan Yudas yang diserupakan oleh Allah seperti Nabi ‘Isa.
Pengangkatan Fisik Nabi ‘Isa
Umat Islam berbeda pendapat mengenai pengankatan Nabi ‘Isa, apakah fisiknya atau hanya ruhnya saja. D i kalangan umat Islam sendiri ada beberapa versi, bahkan di kalangan ahlus-sunnah wal jama’ah juga begitu.
Di kalangan kita sendiri, semua sepakat dalam hal ‘Isa adalah hamba dan utusan Allah, namun berbeda pendapat dalam hal wafatnya.
Dalam Tafsir Al Maraghi karya Syaikh Maraghi misalnya, dinyatakan bahwa Nabi ‘Isa sudah meninggal dunia. Yang diangkat adalah derajat dan kemuliaannya. Ini pula yang dinyatakan oleh Buya HAMKA dalam Tafsir Al Azhar nya, yang tampaknya mengacu pada Maraghi. Pendapat serupa juga dianut Syaikh Mahmud Syaltut. Jadi, pendapatnya hampir sama dengan apa yang diyakini oleh kaum Yahudi dan Nasrani.
Ada pula yang menyebut Nabi ‘Isa diangkat dalam keadaan tidur, misalnya dalamTafsir Al-Alusi. Namun Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Al-Qurtubi, dan jumhur (mayoritas) ulama mengatakan bahwa Nabi ‘Isa diangkat roh dan jasadnya, dalam keadaan hidup, dan tidak tidur.
Perbedaan Pendapat di Kalangan Yahudi dan Kristen
Orang Yahudi menyakini telah menyalib dan membunuh ‘Isa. “Dan karena ucapan mereka. Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih ‘Isa putra Maryam..” (An Nisa’: 157)
Keyakinan seperti itu juga diikuti oleh kaum Nasrani, yang juga menyakini bahwa setelah meninggal, beberapa hari kemudian ‘Isa diangkat ke langit oleh Tuhan. Penyaliban Isa merupakan salah satu prinsip doktrin agama Kristen (terutama sejak Konsili Nicea tahun 400an). Seseorang tidak dianggap sebagai pemeluk Nasrani kecuali yang percaya kepada penyaliban ‘Isa untuk menebus dosa umat manusia.
Dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang membantah itu semua.
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti ‘Isa akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An Nisa’: 159)
“Dan sesungguhnya ‘Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu tentang kiamat itu…” (Az Zukhruf: 61)
“… dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang shaleh.” (Ali ‘Imran :46)
Ada kata “kahlan” dalam ayat itu yang berarti dewasa, usia antara 30-40 tahun, jumhur ulama menyebutnya 33 tahun. Pada usia itulah (33 tahun) ‘Isa di angkat ke langit dan kelak akan turun lagi (ke bumi). Ath Thabari dan Ibnu Jarir mengatakan bahwa ‘Isa berbicara ketika masih bayi dan ketika dewasa saat membunuh Dajjal.
Ayat-ayat di atas menerangkan bahwa Nabi ‘Isa memang masih hidup dan kelak akan turun di akhir zaman.
Dimana ‘Isa Sekarang Berada?
‘Isa diangkat oleh Allah dan sekarang ditempatkan di langit kedua. Kenapa di langit kedua? Karena kelak akan turun ke bumi lagi. Barangkali logika kita sulit menerima tentang hal ini. Kalau di langit kedua, di sebelah mana, bagaimana caranya, makan apa? Wallahu a’lam. Itu urusan Allah. Kalau menurut logika memang barangkali sulit di mengerti sebab ini masalah ghaib, yang dapat menerima adalah keimanan kita. Yang jelas itu ada di dalam Hadits, bukan omongan saya.
Perihal ‘Isa akan turun ke bumi pada akhir zaman diterangkan oleh banyak Haditsshahih, termasuk yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Kalau nanti akan turun, berarti memang benar bahwa Nabi ‘Isa belum meninggal.
Kisah Turunnya Nabi ‘Isa
Dari Aus bin ‘Aus, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “‘Isa bin Maryam akan turun di (masjid) menara putih di Damaskus (Suriyah).” (Riwayat Thabrani). Allah izinkan Nabi ‘Isa turun dengan di antar dua malaikat.
Menurut Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah, saat itu kaum muslimin tengah bersiap-siap untuk shalat shubuh di masjid menara putih Damaskus (Suriah). Iqamat dikumandangkan, lalu ‘Isa turun. Melihat kedatangan utusan Allah, Imam Mahdi yang saat itu menjadi pimpinan kaum muslimin mempersilahkan ‘Isa untuk menjadi Imam shalat. Namun ‘Isa menolak dan mempersilahkan Al Mahdi untuk menjadi imam. Ibnu Katsir 800 tahun yang lalu sudah menyebutnya, dan menara putih itu sampai sekarang masih ada di Damaskus.
Rombongan 70 ribu orang Yahudi bersenjata lengkap yang dipimpin oleh Dajjal hendak menyerang dan membunuh kaum muslimin. Usai shalat, maka Nabi ‘Isa dan Al-Mahdi keluar dari masjid dan terjadilah pertempuran hebat.
Begitu melihat Nabi ‘Isa, Dajjal pun lari ketakutan dan bersembunyi ke dalam barisan pasukannya, seperti garam yang dimasukkan ke dalam air, lenyap begitu saja. Namun Nabi ‘Isa tetap mengetahui keberadaan Dajjal dan pada akhirnya ‘Isa berhasil membunuh Dajjal.
Ini diterangkan dalam Hadits riwayat Ahmad dan Hakim. Hadits tersebut diriwayatkan Ahmad dengan dua sanad, satu di antaranya dengan perawi-perawi Hadits shahih.
Setelah membunuh Dajjal, ia menghancurkan salib, membunuh babi, menyudahi peperangan, dan harta benda melimpah ruah. Ini terdapat di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad.
Maksudnya menghancurkan salib adalah benar-benar dihancurkan dalam arti sebenarnya. Salib adalah simbol penyembahan kepada Nabi ‘Isa sebagai Tuhan Yesus. Menurut Ibnu Hajar, ini untuk meruntuhkan agama Nasrani (Kristen). Juga membunuh babi, karena selama ini orang Nasrani mengaku pengikut ‘Isa tetapi mereka menghalalkan (memakan) babi.
Menurut Dr Muslih Abdul Karim, penghancuran salib itu dilakukan juga oleh kaum Muslimin. Salib kan tidak cuma ada satu. Sama halnya seperti yang dilakukan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika menghancurkan berhala-berhala, diikuti pula oleh umatnya.
‘Isa juga menyerukan Tauhid dan menerapkan syariat Islam. Ia menjadi penguasa yang adil. Selain itu, ‘Isa melaksanakan ibadah Haji dan juga umrah, serta berziarah ke makam Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Keterangan tentang hal ini bersandar pada beberapa Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Bukhari, Ahmad dan Hakim.
Dalam surat An Nisa’ ayat 159 dinyatakan bahwa kelak Ahlul-Kitab akan beriman kepada Nabi ‘Isa. Maksudnya adalah bahwa ereka (Ahli Kitab) mengaku bahwa ‘Isa itu adalah utusan Allah, hamba –Nya, dan beriman kepada kalimat Allah yang disampaikan kepada Maryam. Bukan seperti anggapan orang Yahudi sekarang yang menganggap ‘Isa adalah anak pelacur, atau seperti anggapan orang Nasrani yang menyakini bahwa ‘Isa adalah Yesus, anak Allah. Dengan demikian, semua agama runtuh kecuali agama Islam. Jadi, apa yang disebut sebagai Ahlul-Kitab adalah kaum Yahudi dan Nasrani.
Peristiwa ini akan terjadi sebelum kematian ‘Isa. Sebelumnya ada rentetan peristiwa, diantaranya ialah munculnya Imam Mahdi, al malhamah kubra (peperangan besar), munculnya Dajjal, dan kemudian Dajjal terbunuh. Jadi, ahlul-kitab akan beriman setelah melakukan peperangan melawan kaum muslimin.
Menurut Hadits riwayat al-Hakim dan beberapa Hadits lain, ‘Isa tinggal selama 40 tahun. Ia mengemban misi yang diperintahkan Allah kepadanya. Setelah dunia aman dan tenteram selama tujuh tahun, ia meninggal dunia, di shalati, dan dimakamkan oleh kaum muslimin. Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, ‘Isa akan dimakamkan disamping makam Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (di Madinah).
Ciri-ciri Kemanusiaan ‘Isa
Ada banyak ciri-ciri kemanusiaan ‘Isa dalam Al-Qur’an, Allah menerangkan bahwa ibunya dan ‘Isa sendiri itu makan dan minum. Perilaku itu berlaku pada Tuhan atau manusia? Nah, kalau misalnya sehabis makan, kenyang, lalu apa? (maaf) tentu akan buang air besar. Apakah Tuhan buang air besar?
Selain itu, ‘Isa berada di dalam kandungan ibunya selama sembilan bulan, sama seperti kita, lalu kemudian lahir. Masa’ Tuhan dilahirkan?
Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad dijelaskan bahwa kelak di akhir zaman ‘Isa melaksanakan ibadah Haji, lalu menikah. Kemudian, ‘Isa akan meninggal. Bagaimana Tuhan bisa meninggal?
Untuk mengenali ciri fisik Nabi ‘Isa, telah disebutkan dalam hadits berikut. Menurut Hadits riwayat Ahmad dari Abu Hurairah, dia berbadan sedang (tidak tinggi dan juga tidak pendek), kulitnya putih kemerah-merahan, berambut lurus, seolah-olah rambut kepalanya meneteskan air walaupun tidak basah, mengenakan dua potong pakaian berwarna kekuning-kuningan.
Hadits Ahad dalam Kisah Turunnya ‘Isa
Menurut Ibnu Katsir, Hadits-hadits tentang turunnya ‘Isa sebelum kiamat itu mutawatir, minimal diriwayatkan oleh 33 sahabat Nabi. Begitu pula pendapat Al Kautsari, Al Maududi, Al Kattani, dan lain-lain. Menurut Al Maududi, ada lebih dari 70 Hadits yang menceritakan perihal tentang turunnya Nabi ‘Isa di akhir zaman.
Berita tentang ‘Isa bukan dari Hadits ahad (riwayat perorangan) seperti pendapat beberapa pihak. Dan seandainya satu saja Hadits dan itu shahih, misalnya dari Bukhari atau Muslim, itu sudah cukup (untuk menjadi dalil).
Detik-detik Menjelang Kematian Rasulullah
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah:
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya.
Maka taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada
kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa yang mencintai Sunnahku
berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan
bersama-sama masuk surga bersama aku,“
Khutbah singkat itu
diakhiri dengan pandangan mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya
satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar
dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas
panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-dalam. (sesuai dengan
kepribadian para sahabat Abu Bakar yg lembut hatinya, Umar yg kuat dan
pemberani, ustman yg tabah,Ali yg cerdas…)
Isyarat itu telah
datang, saatnya sudah tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita semua”
desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai
menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap
menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu,
seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik
berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah
Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang
terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah
kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar
seseorang yang berseru mengucapkan
salam.
“Assalaamu’alaikum… .Bolehkah saya masuk ?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang
demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian
ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya kepada Fatimah. “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak
tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya” tutur
Fatimah lembut. Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan
yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat Maut datang
menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut
menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap
diatas langit untuk menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini.
(sepertinya Malaikat Jibril Tidak Sanggup melihat Rasulullah dicabut
nyawanya)
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah
dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah dibuka, para
malaikat telah menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar menanti
kedatanganmu” kata Jibril. Tapi itu semua ternyata tidak membuat
Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya Rasulullah?” tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan Khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada didalamnya’” kata Jibril.
(subhanallah
Beliau mencemaskan kita semua..amien) Detik-detik semakin dekat, saatnya
Izrail melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh
tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit Sakaratul Maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan
Jibril memalingkan muka. “Jijikkah engkau melihatku, hingga kau
palingkan wajahmu wahai Jibril?”
Tanya Rasulullah pada malaikat
pengantar wahyu itu. “Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah
direngut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah
memekik karena sakit yang tak
tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku”. (Beliau Begitu Memikirkan
umatnya, Seharusnya bisa Saja Rasulullah Meminta untuk dihilangkan rasa
sakitnya karena doa Beliau sungguh didengarkan oleh-Nya. Tetapi Beliau
lebih Mengkhawatirkan Umatnya)
Badan Rasulullah mulai dingin,
kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan
hendak membisikan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu”
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “umatku,
umatku, umatku”
dan……..
PUPUSLAH KEMBANG HIDUP MANUSIA MULIA ITU………
“Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku”
Assalamu'alaikum.
disaat sakit.
Rasullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
“Sungguh mengagumkan urusan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya
adalah baik , dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang
Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu
lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, dan
demikian itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim, al Baihaqi dan Ahmad )
Orang yang sakit harus benar-benar berada dalam keadaan antara rasa
takut dan berharap, takut kepada siksa Allah atas dosa-dosanya disertai
dengan perasaan mengharapkan rahmat-Nya. Dasarnya adalah hadis Anas
radhiyallahu ‘anhu:“Bahwasannya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam
pernah menjenguk seorang pemuda saat menjelang kematiannya. Kemudian
beliau bertanya : “Apa yang engkau rasakan?” Dia menjawab: Demi Allah,
wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar berharap kepada Allah dan
sesungguhnya aku takut akan dosa-dosaku.” Maka Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
لا يجتمعان في قلب عبد في مثل هذا الموطن إلا أعطاه الله ما يرجو وآمنه مما يخاف
“Tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba kedua hal tersebut dalam
keadaan semacam ini (sakit), melainkan Allah akan merealisasikan
harapannya dan memberikan rasa aman dari apa yang dia takuti.” (HR.
Turmudzi dan yang lainnya dengan sanad hasan).
Separah apapun
penyakit yang diderita seseorang, dia tidak diperbolehkan untuk
mengharapkan kematian. Pernyataan ini berdasarkan hadis Ummu al-Fadhl
(istri Abbas) radiyallahu ‘anha, bahwasannya Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam pernah menjenguk mereka, sementara ‘Abbas, paman
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tengah mengeluh (karena sakit)
sampai mengharapkan kematian. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
يا عباس يا عم رسول الله لا تتمن الموت ان كنت محسنا
تزداد إحسانا إلى إحسانك خير لك وان كنت مسيأ فان تؤخر تستعتب خير لك فلا
تتمن الموت
“Wahai pamanku, janganlah engkau mengharapkan
kematian. Karena sesungguhnya, jika engkau seorang yang baik lalu diberi
usia yang panjang, engkau bisa menambah kebaikanmu, dan itu lebih baik.
Adapun jika engkau seorang yang banyak berbuat buruk lalu diberi
tenggang usia, kemudian engkau berhenti dari perbuatan buruk tersebut
dan bertobat, maka yang demikian itu lebih baik. Karena itu janganlah
engkau mengharapkan kematian.” (HR. Ahmad)
NASIHAT KHIDIR UNTUK MUSA
Nabi Musa a.s.berkata kepada Khidir,"Berilah aku nasihat!" Maka, Khidir pun memberi nasihat:
1."Jadilah orang yang banyak senyum dan jangan jadi orang yang banyak marah.
2.Jadilah orang yang banyak manfaat bagi sesama,dan jangan jadi orang yang banyak mudaratnya.
3.Jauhilah sikap keras hati dalam berdiskusi.
4.Jangan berjalan tanpa keperluan.
5.Jangan tertawa tanpa sesuatu yang benar-benar mengagumkan.
6.Jangan memperolok-olok orang yang bersalah atas kesalahan mereka,tapi menangislah atas
kesalahan-kesalahan kamu sendiri,wahai putra Imran."
---Dikutip dari Kitab At-Taubah,Ihya Ulumuddin,karya Imam Ghazali.
Kamis, 28 Maret 2013
DOSA MENINGGALKAN SOLAT 5 WAKTU
Sekadara peringatan untuk diri sendiri yang selalu lagro dan
meninggalkan solat 5 waktu dengan sengaja. Eh. Juga peringatan untuk
anda diluar sana. Semoga kita mendapat keberkatan dan hidayah-Nya.
Semoga solat 5 waktu kita cukup. Aamiinn.
Dosa Meninggalkan Solat 5 Waktu
1. Solat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
2. Solat Zuhur : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.
3. Solat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
4. Solat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.
5. Solat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di redhai Allah SWT
tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari
nikmatnya.
6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Solat Fardhu :
1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya soleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan solat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Solat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :
1. Orang yang meninggalkan solat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Solat Fardhu di Dalam Kubur :
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan solat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.
3 Siksa Orang yang Meninggalkan Solat Fardhu Ketika Bertemu Allah :
1. Orang yang meninggalkan solat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.
Hadith Mengenai Dosa Meninggalkan Solat 5 Waktu
Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan Solat Fardu: “Rasulullah
SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada
batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia
kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti
melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”?
Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan
Solat fardhu”. (Hadits Riwayat Tabrani, sanad shahih)
Nabi
shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perjanjian di antara kita orang
Islam dan orang kafir ialah solat dan sesiapa meninggalkan solat
sesungguhnya dia telah menjadi seorang kafir. (HR al-Tirmidzi)
Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya yang membezakan
antara seseorang dengan kesyirikkan dan kekufuran adalah dengan
meninggalkan solat". (HR Muslim)
Diterangkan oleh An-Nawawi
bahawasanya orang yang meninggalkan solat dengan menolak atau
mengingkari kewajipan solat, dipandang telah menjadi kafir, telah
terkeluar dari Islam. (ijma' ulamak Islam).
Jika dia
meninggalkan solat kerana malas atau lalai tetapi masih mengi'tikadkan
kewajiban solat itu atas dirinya, maka Imam Malik dan Asy Syafi'i
menetapkan bahawa orang itu tidak kafir, hanya dipandang fasik
(melakukan dosa besar) dan disuruh bertaubat. Jika dia tidak mahu
bertaubat, nescaya dibunuh, selaku suatu hukuman yang mesti dijalankan.
Langganan:
Postingan (Atom)
