Selasa, 12 Maret 2013
Teruntuk Calon Pangeran Surga Bagi Putriku
Untukmu wahai calon pangeran surga putriku..
Izinkan saya mengingatkanmu,
:عن أبي هريره رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال
تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك
"Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau." (HR. Muslim)
Maka ambilah nanti putriku sebagai istri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggungjawab atasnya. Dengannya dan bersamanyalah kamu beribadah kepada ALLAH. Tidak hanya di dalam suka, tapi juga di dalam duka. Penuhilah nafkah lahir dan batinnya secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syari'at ALLAH. Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH telah memerintahkan demikian:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
"Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma'ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan." (QS 4:19)
Dan perlakuanmu terhadap istrimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Rasulullaah:
أكمل المؤمن إيمانا أحسنهم خلقا و خياركم خياركم لنساءهم (الترمذي عن ابي هريرة)
"Mu'min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya."
Dan kamu sebagai laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangga.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
"Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya."
(QS. 4:34)
Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. RAihlah kewibawaan agar istrimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggung jawab, arif, dan lemah lembut, sehingga istrimu merasa hangat dan tentram di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah saatnya untuk membuktikan bahwa kamu adalah sebenar-benarnya Pangeran Surga yang dirindukan oleh putriku selama ini..
Untukmu wahai calon pangeran surga putriku..
Izinkan saya mengingatkanmu,
:عن أبي هريره رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال
تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك
"Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau." (HR. Muslim)
Maka ambilah nanti putriku sebagai istri sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggungjawab atasnya. Dengannya dan bersamanyalah kamu beribadah kepada ALLAH. Tidak hanya di dalam suka, tapi juga di dalam duka. Penuhilah nafkah lahir dan batinnya secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syari'at ALLAH. Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH telah memerintahkan demikian:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
"Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang ma'ruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan." (QS 4:19)
Dan perlakuanmu terhadap istrimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Rasulullaah:
أكمل المؤمن إيمانا أحسنهم خلقا و خياركم خياركم لنساءهم (الترمذي عن ابي هريرة)
"Mu'min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya."
Dan kamu sebagai laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangga.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
"Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya."
(QS. 4:34)
Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. RAihlah kewibawaan agar istrimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggung jawab, arif, dan lemah lembut, sehingga istrimu merasa hangat dan tentram di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah saatnya untuk membuktikan bahwa kamu adalah sebenar-benarnya Pangeran Surga yang dirindukan oleh putriku selama ini..
Dimanakah Dosa-Dosa Kita Diletakkan ALLAH Saat Kita Shalat.
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
إن العبد إذا قام يصلي أتي بذنوبه فوضعت على رأسه أو عاتقه فكلما ركع أو سجد تساقطت عنه.
“Sesungguhnya jika seorang hamba sedang shalat, ia datang membawa
dosa-dosanya dan ALLAH letakkan dosa-dosanya itu di atas kepala atau
pundaknya.Maka setiap ia ruku' atau sujud dosa-dosa itu jatuh
berguguran”(HR. Ibnu Hibban dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib Al
Arnauth,Kanzul Ummal 7/287).
Minggu, 10 Maret 2013
Nikah Yuuk… ^^
Yuk belajar fiqh munakahat.. :)
1. Dalam isyarat Nabi tentang #Nikah, ialah sunnah teranjur nan
memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian
cinta-syahwati.
2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan
kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah”
adalah parameter kesiapannya.
3. Maka berbahagialah mereka yang
ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan,
bukan sekedar memperturutkan kemauan.
4. Persiapan #Nikah
hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah”
dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.”
5. Imam Asy
Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna
“Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah
6.
Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan
(mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. #Nikah
7. Jika kesiapan #Nikah diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah
proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup.
8. Izinkan saya membagi Persiapan #Nikah dalam 5 ranah: Ruhiyah,
‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)
9. Persiapan #Nikah perlu start awal. Salim nikah usia 20 th, tapi
karena persiapannya dimulai umur 15 th, maka tak bisa disebut tergesa.
10. Sebaliknya, ada orang yang #Nikah-nya umur 30 th, tapi persiapan
penuh kesadaran baru dimulai umur 29,5 th. Itu namanya tergesa-gesa.
11. Kita mulai dari yang pertama; Persiapan Ruhiyah. Ialah nan paling
mendasar. Segala persiapan #Nikah lainnya berpijak pada yang satu ini.
12. Persiapan Ruhiyah (Spiritual) ada pada soal menata diri menerima
ujian & tanggungjawab hidup nan lebih berlipat, berkelindan. #Nikah
13. (QS Ali Imran 14): Sebelum nikah ujian kita linear: pasangan hidup.
Begitu #Nikah berjejalin: pasangan, anak, harta, gengsi, investasi.
14. Sebelum #Nikah, grafik hidup kita analog dengan amplitudo kecil.
Setelah menikah, ia digital variatif; kalau bukan NIKMAT, ya MUSIBAH.
15. Maka termakna jua dalam Persiapan Ruhiyah terkait #Nikah adalah
kemampuan mengelola SABAR dan SYUKUR menghadapi tantangan-tantangan itu.
16. SABAR & SYUKUR itu semisal tentang pasangan; ia keinsyafan
bahwa tak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki lebih &
kurangnya. #Nikah
17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh
pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu
beristeri jauh lebih tua. #Nikah
18. ‘Aisyah: cantik, cerdas,
lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan
sampai banting piring di depan tamu #Nikah
19. Persiapan
Ruhiyah #Nikah adalah mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Dari harapan
akan apa nan diperoleh, menuju nan apa akan dibaktikan.
20.
Jika #Nikah masih terbayang sbb: lapar ada yang masakin, capek ada yang
mijitin, baju kotor dicuciin. Itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa.
21. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak,
tukang pijit, & tukang cuci;) Ber-obsesilah dalam #Nikah. “Apa
obsesimu?”
22. Obsesi sebagai Persiapan Ruhiyah #Nikah semisal:
Bagaimana kau akan berjuang sebagai suami/isteri ayah/ibu untuk
mensurgakan keluargamu?
23. Usai itu, di antara persiapan
Ruhiyah #Nikah adalah menata ketundukan pada segala ketentuanNya dalam
rumahtangga & masalah-masalahnya.
24. Lalu persiapan
‘Ilmiyah-Tsaqafiyah (Pengetahuan) #Nikah, meliput banyak hal semisal
Fiqh, Komunikasi Pasangan, Parenting, Manajemen, dll
25. Bukan
Ustadz-pun, tiap muslim harus sampai pada batas minimal lmu syar’i nan
dibutuhkan dalam berhidup, berinteraksi, berkeluarga #Nikah
26.
Lalu tentang komunikasi pasangan; seringnya masalah rumahtangga bukan
krn ada maksud jahat, melainkan maksud baik nan kurang ilmu #Nikah
27. Sungguh harus diilmui bahwa lelaki & perempuan diciptakan
berbeda dengan segala kekhasannya, untuk saling memahami &
bersinergi. #Nikah
28. Contoh beda hadapi masalah &
tekanan; Wanita: berbagi, didengarkan, dimengerti. Lelaki: menyendiri,
kontemplasi, rumuskan solusi #Nikah
29. Bayangkan jika
perbedaan itu dibawa dalam sikap dengan asumsi: “Aku mencintaimu seperti
aku ingin dicintai” Konflik pasti meraja. #Nikah
30.
->Suami pulang dgn masalah berat disambut isteri yg memaksa ingin
tahu & dengar problemnya, padahal ia ingin sendiri & bersolusi.
#Nikah
31. Lihatlah Khadijah saat Muhammad pulang dr Hira’
dengan panik & resah. Dia tak bertanya, dia sediakan ruang sendiri
& kontemplasi. #Nikah
32. Sebaliknya-> Isteri yg sdg
ingin didengar lalu curhat ke suami, suami malah tawarkan solusi.
Padahal dia hanya ingin dimengerti. #Nikah
33. Isteri: Mas aku
capek, rumah berantakan bla-bla-bla. Suami: OK, kita cari pembantu. I:
O, jadi aku dianggap pembantu?!. S: Lho?! #Nikah
34. BEDA:
Istri cerita untuk ringankan beban hatinya. Dimengerti itu solusi >
Jawab suami: Oh, kalau gitu biar nanti Salma pulang sendiri” Dijamin
para isteri gondok, sebab maksudnya: Tolong jemput Salma! #Nikah
38. BEDA. Bagi suami masalah hrs disederhanakan (Spiral ke dalam). Bagi
isteri, tiap detail & keterkaitan sgt penting (Spiral keluar)
#Nikah
39. Dan banyak lagi BEDA yang jk tak diilmui potensial jd masalah serius. Lengkapnya di Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4
40. Next: Parenting. Waktu kita sempit; belum puas belajar jd
suami/isteri, tiba-tiba sdh jd ayah/ibu. Maka segeralah belajar jd Ortu
#Nikah
41. Anak adl karunia yg hiasi hidup, amanah (lahir dalam
fitrah, kembalikan ke Allah dalam fitrah), pahala, sekaligus fitnah
(ujian). #Nikah
42. 42. Maka mengilmui hingga detail-detail
kecil soal parenting adalah niscaya. ie Hadits: renggutan kasar pd bayi
membekas di jiwa. #Nikah
43. Uji kecil buat calon ibu &
ayah: “Apa yang anda lakukan saat anak lari-larian di depan rumah lalu
GABRUSS, jatuh berdebam?” #Nikah
44. LAZIM: “Sudah dibilang,
jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!” -> Anak belajar utk menganggap
dirinya selalu bersalah dalam hidupnya. #Nikah
45. LAZIM: “iih,
batunya nakal ya Nak! Sini Ibu balaskan!” -> Anak belajar salahkan
keadaan sekitar utk excuse dr kurangnya ikhtiyar. #Nikah
46.
LAZIM: “Hm, nggak apa-apa, nggak sakit, cuma kayak gitu!” ->
Ketakpekaan. Hati-hati dibalas saat kita sdh tua & sakit-sakitan;P
#Nikah
47. Alangkah bahaya tiap huruf dari lisan bg masa depan
anak kita. Latihlah dia agar lempang (tanpa dusta & tipu) dlm taqwa
(QS 4: 9) #Nikah
48. Kita masuk persiapan Jasadiyah (Fisik)
untuk #Nikah. Ini jua perkara penting sebab terkait dengan keamanan,
kenyamanan, & ketenagaan.
49. Awal-awal, periksa &
konsultasilah ke dokter atas termungkinnya sgl penyakit tubuh,
lebih-lebih nan terkait kesehatan reproduksi #Nikah
50. Per
#Nikah-an itu utuh di segala sisi diri, maka menjalani terapi &
rawatan tertentu untuk membaikkan fisik adalah jua hal yang utama.
51. Fisik kita & pasangan bertanggungjawab lahirkan generasi
penerus yang lebih baik. Maka perbaiki daya & staminanya sejak
sekarang. #Nikah
52. Perbaiki pola asup, tata gizi seimbang.
Allah akan mintai tg jawab jajan sembarangan jika ia jadi sebab jeleknya
kualitas penerus #Nikah
53. Bangun kebiasaan olahraga ilmiah;
tak asal gerak tapi membugarkan, menyehatkan, melatih ketahanan. Tugas
fisik berlipat 3 setelah #Nikah
54. Jadi, target persiapan
fisik #Nikah itu 3 tingkatan; PRIMER: sehat & aman penyakit,
SEKUNDER: bugar & tangkas, TERSIER: beauty & charm;)
55. Selanjutnya, persiapan Maliyah (finansial), ini yang paling sering
menghantui & membuat ragu sepertinya. Padahal ianya sederhana.
#Nikah
56. Yang tepat bicara persiapan Maliyah ini sebenarnya
Ust. @ahmadgozali, izinkan Salim lancang singgung sedikit dgn ilmu nan
dangkal #Nikah
57. Konsep awal; tugas suami adalah menafkahi,
BUKAN mencari nafkah. Nah, bekerja itu keutamaan & penegasan
kepemimpinan suami. #Nikah
58. Ingat & catat: Persiapan
finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang,
rumah, & kendaraan yang harus anda punya.
59. Persiapan
finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya
upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia.
60.
Maka memulai per #nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan,
rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik
menafkahi.
61. ‘Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari
nol, melainkan minus: rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung
hutang oleh Nabi.
62. Tetapi ‘Ali menunjukkan diri sebagai
calon suami kompeten; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan
upah segenggam kurma. #Nikah
63. Maka sesudah kompetensi &
kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman
menuntun: #Nikah itu buat kaya (QS 24: 32)
64. Agak malu, Salim
juga minus saat nikah; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun
menurut proyeksi hasil kerja saat itu. #Nikah
65. Tetapi Allah Maha
Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi
penyemangat; hutang itu selesai dalam 2 bulan.
66. Buatlah
proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan
pertolongan Allah dlm hitungan, tapi siaplah dgn kejutanNya;)
67. Kemapanan itu tidak abadi. Saya memilih #Nikah di usia 20 saat belum
mapan agar tersiapkan isteri untuk hadapi lapang maupun sempitnya;)
68. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif menurut penelitian
Linda J. Waite (Psikolog UCLA), signifikan memperkuat ikatan cinta
#Nikah
69. Ketidakmapanan nan dinamis menurut penelitian
Karolinska Institute Swedia, menguatkan jantung, meningkatkan angka
harapan hidup. #Nikah
70. Karolinska Institute: kemapanan
lemahkan daya tahan jantung thd serangan. Di Swedia, biasanya yang kena
infark langsung wafat PNS #Nikah
71. Sebuah per #Nikah-an yang
utuh punya visi & misi kemasyarakatan untuk menjadi pilar kebajikan
di tengah kemajemukan suatu lingkungan.
72. Untuk itu, mereka
yang akan me #Nikah hendaknya mengasah keterampilan sosialnya jauh-jauh
hari, sekaligus sebagai bagian pendewasaan.
73. Membiasakan
mengkomunikasikan prinsip-prinsip nan diyakini terkait per #Nikah-an
& kehidupan kepada Ortu bisa jadi bagian dari latihan.
74.
Prinsip Quran tentang hubungan dengan Ortu ialah ‘persahabatan’, Wa
Shaahibhuma (QS Luqman 15). Gunakan itu untuk dewasakan diri. #Nikah
75. Maka kadang Salim menilai kedewasaan kawan yang ingin me #Nikah
dengan keberhasilannya untuk komunikasikan prinsip pada Ortu scr ma’ruf.
76. Persiapan kemasyarakatan: kumpulkan modal sosial
sebanyak-banyaknya; bahasa, ilmu sosio-antropologis, kelincahan
organisasi, dll. #Nikah
77. Per #Nikah-an kita harus hadir sbg
pengokoh kebajikan masyarakat, bukan beban ataupun pelengkap-penderita.
Utama lagi, jadi pelopor.
78. Mulailah dgn perkenalan berkesan
pada lingkungan. Saat walimah nanti; tetangga rumah tinggal setelah
#Nikah adl yg plg berhak diundang.
79. Jika harus pindah tempat
tinggal, mulai jg dgn perkenalan. Pr tokoh: datangi silaturrahim.
Masyarakat umum: undang tasyakuran. #Nikah
80. Stl itu, target
besarnya adl menjadikan pintu rumah kita sbg yang plg pertama diketuk
saat masyarakat sekitar memerlukan bantuan. #Nikah
81. Tentu
berat menopangnya sendiri. Mk yang harus kita punya bkn hanya ASET,
melainkan juga AKSES. Bangun jaringan slg menguatkan. #Nikah
82. Ilmuilah bgmn cr menguruskan jaminan kesehatan miskin, beasiswa tak
mampu, biaya RS, mobil jenazah gratis, dll DEMI TETANGGA KITA #Nikah
83. Tampillah sbg yang penting & bermanfaat dlm hajat-hajat
kebahagiaan maupun duka tetangga, juga rayaan-rayaan sosial-masyarakat.
#Nikah
84. Tampillah sbg yang terbaik sejangkau suai kemampuan;
Imam Masjid, muadzin, Guru TPA, Bendahara RT, Ketua RW, Pendoa jenazah,
dst #Nikah
85. Tampillah sbg nan paling besar kontribusi dlm
kebaikan-kebaikan sosial: Agustusan, Syawalan, Kerja Bakti, Arisan,
Pengajian, dst #Nikah
86. Ringkas kata untuk persiapan sosial
#Nikah ini adalah bermampu diri utk menjadi pribadi & keluarga yg
AMAN, RAMAH, BERMANFAAT :-) #Nikah
87. Tuntaslah KulTwit Persiapan #Nikah yg diambil dr bagian awal buku Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4 Semoga manfaat;)
~ Admin Cinta Hakiki ~
[[ Fauzan Arif ]]
PLEASE READ AND SHARE
Dr. Brian Berry of the United States has found new cancer in human beings, caused by Silver Nitro Oxide.
Whenever you buy recharge cards, don’t scratch with your nails, as it contains Silver Nitro Oxide coating and can cause skin cancer.
Share this message with your friends and family.
Important Health Tips:
1. Answer phone calls with the left ear.
2. Don't take your medicine with cold water....
3. Don't eat heavy meals after 5pm.
4. Drink more water in the morning, less at night.
5. Best sleeping time is from 10pm to 4 am.
6. Don’t lie down immediately after taking medicine or after meals.
7. When phone's battery is low to last bar, don't answer the phone, bcos the radiation is1000 times stronger.
Can You Please Share this to People You Care About ?
I Just did,
Kindness Costs Nothing :-)
Dr. Brian Berry of the United States has found new cancer in human beings, caused by Silver Nitro Oxide.
Whenever you buy recharge cards, don’t scratch with your nails, as it contains Silver Nitro Oxide coating and can cause skin cancer.
Share this message with your friends and family.
Important Health Tips:
1. Answer phone calls with the left ear.
2. Don't take your medicine with cold water....
3. Don't eat heavy meals after 5pm.
4. Drink more water in the morning, less at night.
5. Best sleeping time is from 10pm to 4 am.
6. Don’t lie down immediately after taking medicine or after meals.
7. When phone's battery is low to last bar, don't answer the phone, bcos the radiation is1000 times stronger.
Can You Please Share this to People You Care About ?
I Just did,
Kindness Costs Nothing :-)
JANGAN MATIKAN SEBELUM HAFAL QUR'AN
Tepatnya tanggal 5 Oktober 2008 – seorang gadis kecil Indonesia
mengalami musibah yang luar biasa di negeri antah berantah nan jauh -
Syria. Dia terjatuh dari ketinggian sekiar 15 meter dan
terbanting-banting di anak tangga ampiteater Roma di Busrah. Akibat
kecelakaan ini gadis kecil tersebut mengalami pendarahan otak yang
sangat hebat, dia harus menjalani berbagai pembedahan otak dan merasakan
sakit yang luar biasa di kepalanya sampai berbulan-bulan kemudian.
Pada saat pendarahan masih menguasai otaknya sehingga kesadarannya
timbul tenggelam, gadis kecil ini lirih berdoa :
"Ya Allah, jangan matikan aku sebelum aku selesai menghafal Al-Qu’ran...".
Dengan tekad yang luar biasa inilah gadis kecil tersebut berjuang
melawan sakit di kepala yang tidak kunjung henti, terkadang dia harus
menjeduk-jedukkan kepalanya di tempat tidur untuk mengimbangi rasa sakit
yang sangat di dalam kepalanya.
Beratnya komitmen untuk
menghafal Al-Qur’an yang dialami oleh gadis kecil ini juga jauh diatas
beban manusia pada umumnya, betapa frustasinya dia ketika hafalan
ayat-ayat Al-Qur’an seolah timbul tenggelam di kepalanya silih berganti
dengan rasa sakit yang bisa tiba-tiba muncul kapan saja. Tetapi dia
terus belajar dan terus menghafal nyaris tanpa henti, dia hanya
berhenti menghafal ketika sakit kepalanya sudah tidak tahan lagi.
Allah dan para malaikatNya rupanya menyaksikan betapa kuatnya niat
gadis kecil ini untuk menghafal Al-Qur’an, pada bulan Mei 2010 oleh
ustadzah-nya dia dibimbing untuk menyelesaikan ujian tahfiz setengah
Al-Qur’an (15 Juz) dengan seorang syeikh Qura di Damascus.
Gadis kecil ini-pun lulus dan memperoleh syahadah (ijazah) sanad bacaan
Al-Qur’an yang sampai kepada Ali bin Abi Talib Radhiallahu 'Anhu, dan
tentu saja sampai kepada Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wasallam.
Tidak berhenti di sini, gadis kecil tersebut mencanangkan niatnya untuk
menyelesaikan hafalan Al-Qur’an penuh 30 juz pada Ramdhan 1432 H. Maka
target ini hanya meleset kurang lebih 3 pekan ketika pada tanggal 19
Syawwal 1432 H /19 September 2011 kemarin gadis kecil ini menyelesaikan
hafalannya yang 30 juz, diiringi sujud syukur orang tuanya. Allahu
Akbar…
Atas permintaan kedua orang tuanya yang tawadhu’, saya
tidak bisa ungkapkan nama gadis kecil ini. Tetapi bagi para gadis kecil
– gadis kecil lainnya yang belajar Al-Qur’an di Madrasah Al-Qur’an
Daarul Muttaqiin Lil-Inaats (Pesantren Putri) – Jonggol, gadis kecil
penghafal Al-qur’an ini kini menjadi salah satu guru atau mudarrisah (
ustadzhah) mereka.
Bahkan bukan hanya bagi anak-anak putri yang
belajar Al-qur’an di madrasah tersebut dia menjadi guru, gadis kecil
penghafal Al-qur’an ini juga layak untuk menjadi guru bagi kita semua
para orang tua.
Guru dalam hal menyikapi musibah, guru dalam
hal menghadirkan Allah dalam mengatasi persoalan kita, guru dalam
mengisi hidup dengan Al-Quran, guru dalam merealisasikan niat, guru
dalam menjaga komitment, guru dalam syukur dan syabar.
Bila
gadis kecil dengan beban sakit kepala yang luar biasa ini bisa
menyelesaikan hafalan Al-Qur’an-nya 30 Juz dalam kurun waktu kurang dari
3 tahun, berapa banyak yang sudah kita hafal ?, berapa banyak yang kita
niatkan untuk menghafalnya di sisa usia kita ?, seberapa kuat niat kita
untuk mengamalkannya ?. Kita tahu persis jawabannya untuk diri kita
masing-masing.
Maka memang tidak berlebihan kalau saya menyebut
gadis kecil itu kini sebagai Sang Guru…!. Semoga Allah dan para
malaikatNya terus mendampingimu hingga dewasa dan menjadi guru dan
sumber inspirasi untuk memperbaiki anak-anak (dan para orang tua)
dunia…InsyaAllah.
Langganan:
Postingan (Atom)
