Selasa, 23 April 2013
Kamis, 18 April 2013
Agak panjang, silahkan bagi yg mau & berkenan baca :)
Berkata Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu :
Derajat kebaikan :
Diantara tanda kebahagiaan dan keberuntungan; bahwa seorang hamba :
Setiap kali bertambah ilmunya, bertambahlah sifat tawadhu’ dan kasih sayangnya.
Setiap kali bertambah amalannya, bertambahlah rasa takut dan
kewaspadaannya. Setiap kali bertambah umurnya, semakin berkuranglah
ketamakannya.
Setiap kali bertambah hartanya, bertambahlah
kedermawanan dan pemberiannya. Setiap kali bertambah kemuliaan dan
kedudukannya, semakin bertambahlah kedekatannya dengan manusia,
pemenuhan kebutuhan mereka dan sifat tawadhu’nya di hadapan mereka.
Derajat keburukan :
Dan tanda-tanda kebinasaan itu adalah ketika :
Setiap kali bertambah ilmunya, bertambahlah kesombongan dan kepongahannya.
Setiap kali bertambah amalannya, bertambah pula keangkuhannya, meremehkan manusia dan baik sangkanya terhadap diri sendiri.
Setiap kali bertambah umurnya, bertambahlah ketamakannya. Setiap kali
bertambah hartanya, bertambahlah kebakhilan dan kekikirinnya.
Setiap kali bertambah kedudukan dan kemuliaannya, bertambahlah kesombongan dan kepongahannya.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
" SHALAT WAJIB ADALAH PENGHAPUS DOSA "
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai di depan pintu
rumah kalian yang dia mandi darinya setiap hari lima kali, apakah masih
tersisa kotoran yang melekat pada tubuhnya??
Para Sahabat menjawab :
Tidak tersisa kotorannya sedikit pun..
Lalu Nabi bersabda :
Demikian itulah perumpamaan sholat lima waktu yang dengan sebab itu Allah berkenan mengampuni dosa-dosa..
(HR. Bukhari di Kitab Mawaqit ash-Sholah [528] dan Muslim di Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ ash-Sholah [667])
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah berwasiat pada Abu Dzar Al Ghifari di mana Abu Dzar r.a berkata,
“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal:
(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,
(2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada
di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,
(3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturrahim meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,
(4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan "laa hawla wa laa quwwata
illa billah" (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan
Allah),
(5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
(6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan
(7) beliau menasehatiku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada
manusia *Tapi meminta dan memohon hanya kepada Allah Ta'ala.”
(HR. Ahmad 5: 159. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Assalamu ' alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ..
'' EMPAT WASIAT ALI BIN ABI THALIB ''
Ya Bunayya, ihfaż ‘anni arba’an wa arba’an la yadurruka ma ‘amilta ma’ahunna, aghna al-ghina al’aqlu, wa akbaru al-faqru al-hamqu, wa awhasyu al-wahsyati al-‘ajabu, wa akbaru al-hasabi husnu al-khuluqi
Sayyidina Ali bin Abi Tholib, sahabat sekaligus menantu Rasulullah saw mewasiatkan empat hal kepada putranya Hasan RA untuk senantiasa diingat dan dijadikan pegangan dalam kehidupannya.
1-❥ adalah bahwa paling berharganya kekayaan adalah akal dan bukan harta benda ataupun yang lainnya. Karena dengan akal, manusia bisa mencapai apa yang menjadi keinginannya dan dengan akal pula manusia akan mendapatkan harta kekayaan atau bahkan kehormatan. Tanpa akal, manusia tidaklah berarti. Akal pulalah yang menjadi pembeda antara manusia dengan binatang.
2-❥ disebutkan paling besarnya kefaqiran adalah kebodohan. Kebodohan bukan saja tidak adanya kecerdasan ataupun kepintaran dalam diri seseorang, akan tetapi orang yang tidak menggunakan akalnya dengan baik dan untuk hal yang baikpun merupakan sebuah kebodohan.
Kita tahu zaman jahiliyah dahulu kala, disebut jahiliyah bukan karena masyarakatnya yang bodoh akan tetapi lebih pada orang-orang yang tidak mau mengakui kebenaran Rasulullah padahal akal mereka membenarkannya. Jadi kebodohan itu merupakan kefaqiran yang paling akut. Seseorang yang “bodoh” tidak akan dianggap berharga dalam kehidupan sosialnya.
3-❥ adalah paling nistanya kesendirian yaitu kesombongan. Sifat sombong dan congkak tentunya tidak disukai oleh siapapun. Oleh karenanya seseorang dengan sifat sombong tidak akan disukai dan bahkan akan dijauhi oleh orang lain.
Hal ini dikarenakan orang sombong akan sulit untuk bisa menghargai orang lain. Dia hanya bisa melihat kelebihannya sendiri tanpa menyadari kekurangan yang ada pada dirinya, dan sebaliknya dia selalu melihat kekurangan orang lain, tanpa melihat kelebihannya.
4-❥ yang disampaikan Sayyidina Ali kepada putranya adalah paling besarnya kemuliaan seseorang itu terletak pada keindahan budi pekertinya. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhori disebutkan bahwa Rasulullah saw diutus ke muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Ini membuktikan betapa penting dan mulianya orang yang berakhlak dan berbudi baik. Masih banyak orang yang meyakini bahwa kehormatan atau kemuliaan itu bisa didapat oleh sebab kekayaan, kecerdasan dan keturunan. Mereka tidak sadar jika kekayaan ataupun kecerdasan yang tidak diimbangi dengan akhlak yang baik bisa menjadi bumerang yang akan menjatuhkan mereka ke dalam kenistaan dan kehinaan.
Maka, jika kita bisa menjaga empat hal tersebut, insyaallah kehidupan kita akan aman dan tentram.
So, Jadilah orang yang cerdas (berakal), dan janganlah jadi orang yang bodoh. Akan tetapi, meskipun engkau dikaruniani Allah kecerdasan dan akal yang sempurna, janganlah menjadi orang yang
sombong, tetapi tetaplah menjadi orang yang berbudi pekerti yang mulia.
Wallahua’lam bish-shawwab.
'' EMPAT WASIAT ALI BIN ABI THALIB ''
Ya Bunayya, ihfaż ‘anni arba’an wa arba’an la yadurruka ma ‘amilta ma’ahunna, aghna al-ghina al’aqlu, wa akbaru al-faqru al-hamqu, wa awhasyu al-wahsyati al-‘ajabu, wa akbaru al-hasabi husnu al-khuluqi
Sayyidina Ali bin Abi Tholib, sahabat sekaligus menantu Rasulullah saw mewasiatkan empat hal kepada putranya Hasan RA untuk senantiasa diingat dan dijadikan pegangan dalam kehidupannya.
1-❥ adalah bahwa paling berharganya kekayaan adalah akal dan bukan harta benda ataupun yang lainnya. Karena dengan akal, manusia bisa mencapai apa yang menjadi keinginannya dan dengan akal pula manusia akan mendapatkan harta kekayaan atau bahkan kehormatan. Tanpa akal, manusia tidaklah berarti. Akal pulalah yang menjadi pembeda antara manusia dengan binatang.
2-❥ disebutkan paling besarnya kefaqiran adalah kebodohan. Kebodohan bukan saja tidak adanya kecerdasan ataupun kepintaran dalam diri seseorang, akan tetapi orang yang tidak menggunakan akalnya dengan baik dan untuk hal yang baikpun merupakan sebuah kebodohan.
Kita tahu zaman jahiliyah dahulu kala, disebut jahiliyah bukan karena masyarakatnya yang bodoh akan tetapi lebih pada orang-orang yang tidak mau mengakui kebenaran Rasulullah padahal akal mereka membenarkannya. Jadi kebodohan itu merupakan kefaqiran yang paling akut. Seseorang yang “bodoh” tidak akan dianggap berharga dalam kehidupan sosialnya.
3-❥ adalah paling nistanya kesendirian yaitu kesombongan. Sifat sombong dan congkak tentunya tidak disukai oleh siapapun. Oleh karenanya seseorang dengan sifat sombong tidak akan disukai dan bahkan akan dijauhi oleh orang lain.
Hal ini dikarenakan orang sombong akan sulit untuk bisa menghargai orang lain. Dia hanya bisa melihat kelebihannya sendiri tanpa menyadari kekurangan yang ada pada dirinya, dan sebaliknya dia selalu melihat kekurangan orang lain, tanpa melihat kelebihannya.
4-❥ yang disampaikan Sayyidina Ali kepada putranya adalah paling besarnya kemuliaan seseorang itu terletak pada keindahan budi pekertinya. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhori disebutkan bahwa Rasulullah saw diutus ke muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Ini membuktikan betapa penting dan mulianya orang yang berakhlak dan berbudi baik. Masih banyak orang yang meyakini bahwa kehormatan atau kemuliaan itu bisa didapat oleh sebab kekayaan, kecerdasan dan keturunan. Mereka tidak sadar jika kekayaan ataupun kecerdasan yang tidak diimbangi dengan akhlak yang baik bisa menjadi bumerang yang akan menjatuhkan mereka ke dalam kenistaan dan kehinaan.
Maka, jika kita bisa menjaga empat hal tersebut, insyaallah kehidupan kita akan aman dan tentram.
So, Jadilah orang yang cerdas (berakal), dan janganlah jadi orang yang bodoh. Akan tetapi, meskipun engkau dikaruniani Allah kecerdasan dan akal yang sempurna, janganlah menjadi orang yang
sombong, tetapi tetaplah menjadi orang yang berbudi pekerti yang mulia.
Wallahua’lam bish-shawwab.
Jumat, 12 April 2013
Kamis, 11 April 2013
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Senin, 08 April 2013
✽ MENJADI ORANG YANG BERSYUKUR ATAS NIKMAT-NYA ✽
❥ Sesungguhnya ALLAH Subhanahu Wata'ala memberikan kepada hamba-hamba
NYA itu dengan nikmat yang sama,hanya saja dengan kadar dan wadah yang
berbeda..
❥ Layaknya seperti
segelas air,maka rasa air itu tetap sama,maka yang berbeda itu banyak
sedikitnya dan bentuk dari wadahnya,ada yang berupa gelas yang indah dan
ada gelas yang biasa aja..
❥ Maka jika kita merasakan segala
nikmat itu maka rasanya sama saja seperti nikmat sehat,nikmat
tidur,nikmat bernafas,nikmat makan..
❥ Dan yang berbeda adalah
wadahnya ada yang dijadikan oleh ALLAH sebagai orang kaya,dan ada yang
dijadikan orang miskin,ada yang dijadikan sebagai orang sehat dan ada
juga orang yang sakit..
❥ Maka jika kita dalam hidup ini
senantiasa memandang wadah dari segala nikmat itu maka kita akan terlupa
isi dari sesungguhnya kenikmatan itu sendiri dan melupakan pula siapa
yang telah memberikan kenikmatan-kenikmatan itu sendiri..
❥
Maka marilah kita belajar senantiasa memandang isi dari kenikmatan itu
sendiri tidak peduli bagaimanapun wadahnya baik berupa kesenangan atau
kedukaan,agar kita senantiasa ingat dengan senantiasa ingat pada NYA dan
mampu menjadi orang yang bersyukur pada NYA..
❥ Karena
sesungguhnya bersyukur itu adalah suatu kewajiban bagi seorang hamba
sebagai rasa terima kasih pada NYA Dengan senantiasa merasa cukup dan
puas atas apapun yang telah ALLAH berikan dan tidak mudah mengeluh atas
apapun yang telah ALLAH tentukan..
❥ Dan ALLAH telah berfirman :
❥ 'Dan sesungguhnya jika kalian bersyukur pasti Kami akan menambah (kenikmatan) kepada kalian' (Qs. Ibrahim: 7)
❥ Maha Benar ALLAH dengan segala firman NYA..
Sist, Apa Pembalutmu Sudah Aman ?
Sista pernah berpikir gak kalo pembalut yang kita pakai selama ini itu
aman??……Ternyata dari sekian banyak pembalut yang beredar di negara
indonesia ini hampir sebagian besar tidak aman. Wah…wah…bagaimana ini?
daerah kewanitaan yang kita sayangi selama ini ternyata gak sengaja kita
racuni.
Cek hiegienis produk napkin yang Sista pakai!!
Karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker
mulut rahim NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh
penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas! !!!
Di RSCM: 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahun.
Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas penderita
datang dalam kondisi stadium lanjut. Tingkat kesadaran deteksi dini
masih rendah.
Sekarang kita cari tau, bagaimana cara mengecek pembalut kita sudah aman atau belum :
1. Sobek produk pembalut Sista, ambil bagian inti dalamnya.
2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit.
4. Lihat perubahan warna air (karena kalo higienis dan bersih, seharusnya air akan tetap jernih).
5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp.
Jika hancur dan airnya keruh, berarti Sista menggunakan produk yang
kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih (byclean).
6. Dan
dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan
di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah : Keputihan,
Gatal-gatal, Iritasi, bahkan pemicu kanker leher rahim.
Sebarkan informasi ini pada orang-orang yang sista sayang, semoga kita
semua bisa lebih bijak dalam menjaga mahkota kita, Sehingga akan banyak
wanita terhindar dari bahaya Kanker Serviks .... Terimakasih ^_*
Sabtu, 06 April 2013
Cara meningkatkan percaya diri yang fokus ke dalam diri, bukan hanya penampilan atau pun apa yang dipikirkan orang lain terhadap diri Anda.
Inilah percaya diri dengan dasar “menjadi diri sendiri” dan keyakinan
bahwa Allah sudah memberikan potensi yang cukup kepada kita.
Menjadi diri sendiri bukan berarti seenaknya mau melakukan apa pun yang kita mau, namun pada arti yang sebenarnya, yaitu hidup sesuai dengan postensi yang Anda miliki, potensi yang telah Allah anugrahkan kepada Anda.
Banyak orang rendah diri karena dia tidak menjalani hidup sesuai dengan potensinya. Mereka melupakan atau tidak melihat potensinya dengan benar, sehingga mereka merasa percaya diri. Padahal rasa percaya diri itu milik semua orang. Pertanyaanya, apakah Anda mampu melihat “diri Anda pada tempat semestinya” atau tidak?
Saat Anda mampu melihat diri Anda pada tempatnya, Anda akan lebih percaya diri. Cara meningkatkan percaya diri yang benar adalah seperti ini. Bukan pada penampilan, bukan dengan menjelekan orang lain, atau bukan dengan sebuah pencitraan. Citra diri jauh lebih penting dibandingkan pencitraan.
Namun sesungguhnya belajar atau peningkatan kualitas diri tidak pernah berhenti. Setelah 21 hari, akan lebih baik kita menjaga dan terus-menerus meningkatkan kepercayaan diri agar semakin hari semakin baik. Yang penting, Anda mengetahui metodenya, Anda bisa mengembangkan kepercayaan diri secara terus-menerus.
Pada dasarnya Anda akan membuka peluang lebih banyak dengan percaya diri. Setelah percaya diri, Anda akan lebih banyak melakukan dan mencoba dibandingkan saat rendah diri. Saat Anda memiliki keberanian bertindak, maka peluang sukses akan semakin besar.
Ibarat pada mesin mobil, meningkatkan kepercayaan diri ibarat memindahkan gigi persenling, sehingga Anda bisa melju lebih cepat. Jika menginjak gas adalah memacu motivasi, memindahkan gigi sama dengan meningkatkan kepercaan diri Anda. Anda tidak akan pernah melaju kencang jika Anda tetap pada gigi rendah.
Begitu juga dalam hidup, Anda tidak akan pernah bisa meraih pencapaian lebih besar, saat Anda tidak percaya diri untuk menjalankannya. Tidak akan pernah meraih pencapaian dengan lebih cepat dan tidak akan meraih prestasi lebih baik.
Percaya diri tidak ada sangkut pautnya dengan sombong. Ada orang rendah diri namun tetap sombong. Justru orang yang percaya diri akan menatuh hormat kepada sesama berkat kesadarannya akan potensi manusia yang dahsyat, bukan hanya ada pada dirinya, tetapi juga orang lain.
Percaya diri juga bukan sekedar dianggap hebat, namun memang sudah hebat sejak lahir. Hanya saja persepsi diri kita yang menghalangi kehebatan kita masing-masing. Yuk kita buka, persepsi yang membatasi kita. Baca juga: Kesalahan Terbesar Dalam Percaya Diri
Banyak kasus, baru mempelajari fondasi dasar saja, sudah bisa meningkatkan kepercayaan dirinya.
Membuka belenggu adalah langkah terpenting dalam meningkatkan percaya diri, tanpa ini akan sulit.
Untuk itu perlu upaya untuk mempertahankan sambil memupuk agar tumbuh kembang. Jika dianalogikan pohon, untuk mempertahankan sebuah pohon agar berkembang dengan baik adalah dengan menghilangkan tanaman pengganggu. Kemudian diberikan pupuk untuk nutrisi perkembangannya.
Banyak yang sudah puas dengan cara meningkatkan percaya diri langkah #4. Namun akan lebih kokoh jika menjalankan langkah #5 ini.
Termasuk bagaimana membangun kepercayaan diri untuk wawancara kerja. Kemudian kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum, dan sebagainya. Jadi, meningkatkan percaya diri tidak sebatas untuk pergaulan saja, namun bermanfaat, bahkan penting untuk karir dan bisnis Anda
Pertanyaanya, bagaimana langkah nyata dari cara meningkatkan percaya diri diatas? Ya, saya sudah membuat video yang memandu Anda untuk melakukannya. Inilah Cara Meningkatkan Percaya Diri Dalam 21 Hari.
Menjadi diri sendiri bukan berarti seenaknya mau melakukan apa pun yang kita mau, namun pada arti yang sebenarnya, yaitu hidup sesuai dengan postensi yang Anda miliki, potensi yang telah Allah anugrahkan kepada Anda.
Banyak orang rendah diri karena dia tidak menjalani hidup sesuai dengan potensinya. Mereka melupakan atau tidak melihat potensinya dengan benar, sehingga mereka merasa percaya diri. Padahal rasa percaya diri itu milik semua orang. Pertanyaanya, apakah Anda mampu melihat “diri Anda pada tempat semestinya” atau tidak?
Saat Anda mampu melihat diri Anda pada tempatnya, Anda akan lebih percaya diri. Cara meningkatkan percaya diri yang benar adalah seperti ini. Bukan pada penampilan, bukan dengan menjelekan orang lain, atau bukan dengan sebuah pencitraan. Citra diri jauh lebih penting dibandingkan pencitraan.
Inilah Cara Meningkatkan Percaya Diri Dalam 3 Minggu Saja
Bisakah kita meningkatkan percaya diri dalam 3 minggu? Pada dasarnya, dalam beberapa saat saja bisa. Caranya dengan memperbaiki pola pikir, percaya diri kita bisa naik. Metode yang saya kembangkan memerlukan waktu 21 hari agar bisa menanamkan lebih dalam dan lebih kuat rasa percaya diri tersebut. Setelah 21 hari, rasa percaya diri Anda sudah cukup kuat.Namun sesungguhnya belajar atau peningkatan kualitas diri tidak pernah berhenti. Setelah 21 hari, akan lebih baik kita menjaga dan terus-menerus meningkatkan kepercayaan diri agar semakin hari semakin baik. Yang penting, Anda mengetahui metodenya, Anda bisa mengembangkan kepercayaan diri secara terus-menerus.
Langkah #1: Motivasi
Langkah pertama adalah membangkitkan motivasi. Mengapa Anda harus memiliki kepercayaan diri?Pada dasarnya Anda akan membuka peluang lebih banyak dengan percaya diri. Setelah percaya diri, Anda akan lebih banyak melakukan dan mencoba dibandingkan saat rendah diri. Saat Anda memiliki keberanian bertindak, maka peluang sukses akan semakin besar.
Ibarat pada mesin mobil, meningkatkan kepercayaan diri ibarat memindahkan gigi persenling, sehingga Anda bisa melju lebih cepat. Jika menginjak gas adalah memacu motivasi, memindahkan gigi sama dengan meningkatkan kepercaan diri Anda. Anda tidak akan pernah melaju kencang jika Anda tetap pada gigi rendah.
Begitu juga dalam hidup, Anda tidak akan pernah bisa meraih pencapaian lebih besar, saat Anda tidak percaya diri untuk menjalankannya. Tidak akan pernah meraih pencapaian dengan lebih cepat dan tidak akan meraih prestasi lebih baik.
Percaya diri tidak ada sangkut pautnya dengan sombong. Ada orang rendah diri namun tetap sombong. Justru orang yang percaya diri akan menatuh hormat kepada sesama berkat kesadarannya akan potensi manusia yang dahsyat, bukan hanya ada pada dirinya, tetapi juga orang lain.
Percaya diri juga bukan sekedar dianggap hebat, namun memang sudah hebat sejak lahir. Hanya saja persepsi diri kita yang menghalangi kehebatan kita masing-masing. Yuk kita buka, persepsi yang membatasi kita. Baca juga: Kesalahan Terbesar Dalam Percaya Diri
Langkah #2 Memiliki Fondasi Yang Kuat
Kebanyakan orang mencari trik dan tips. Itu bagus, namun hanya akan memberikan solusi sesaat jika tidak dilandasi oleh fondasi yang kuat. Anda harus benar-benar menguasai dasarnya. Penguasaan dasar akan memberikan efek lebih lama pada diri Anda dibandingkan hanya menerapkan tip dan trik saja.Banyak kasus, baru mempelajari fondasi dasar saja, sudah bisa meningkatkan kepercayaan dirinya.
Langkah #3 Membebaskan Diri Dari Belenggu Rendah Diri
Setelah memahami fondasi dasar, maka langkah selanjutkan membebaskan diri dari belenggu. Ya, orang yang rendah diri ada belenggu pada dirinya sehingga dia tidak bisa melejitkan potensinya. Ada sesuatu yang menutupi potensi dirinya. Untuk itu Anda harus membebaskannya. Saat belenggu itu terbuka, kepercayaan diri Anda akan mulai berkembang.Membuka belenggu adalah langkah terpenting dalam meningkatkan percaya diri, tanpa ini akan sulit.
Langkah #4 Mempertahankan dan Memupuk Kepercayaan Diri Yang Mulai Muncul
Salah satu kesalahan, saat seseorang berusaha meningkatkan kepercayaan diri baru sampai langkah #3. Namun masih rentan untuk turun kembali karena gangguan baik dari diri sendiri maupun dari luar. Inilah kenapa masih banyak orang yang percaya dirinya masih naik turun.Untuk itu perlu upaya untuk mempertahankan sambil memupuk agar tumbuh kembang. Jika dianalogikan pohon, untuk mempertahankan sebuah pohon agar berkembang dengan baik adalah dengan menghilangkan tanaman pengganggu. Kemudian diberikan pupuk untuk nutrisi perkembangannya.
Langkah #5 Mengokohkan Kepercayaan Diri
Setelah percaya diri Anda tumbuh, maka upaya selanjutnya adalah mengokohkan kepercayaan diri Anda. Disinilah ada program 21 hari yang perlu Anda jalani. Setelah melalui ini, maka Anda akan lebih percaya diri dan tidak mudah jatuh. Dengan catatan, menjalankan program dengan benar dan diikuti secara lengkap.Banyak yang sudah puas dengan cara meningkatkan percaya diri langkah #4. Namun akan lebih kokoh jika menjalankan langkah #5 ini.
Pengembangan Aplikatif
Setelah lima langkah ini Anda jalani, selanjutnya adalah pengembangan aplikatif. Anda bisa membangun kepercayaan diri sesuai dengan bidang dan profesi Anda. Jika Anda seorang karyawan, Anda lanjutkan pengembangan kepercayaan diri sesuai dengan target karir Anda. Misalnya membangun kepercayaan diri sebagai leader.Termasuk bagaimana membangun kepercayaan diri untuk wawancara kerja. Kemudian kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum, dan sebagainya. Jadi, meningkatkan percaya diri tidak sebatas untuk pergaulan saja, namun bermanfaat, bahkan penting untuk karir dan bisnis Anda
Pertanyaanya, bagaimana langkah nyata dari cara meningkatkan percaya diri diatas? Ya, saya sudah membuat video yang memandu Anda untuk melakukannya. Inilah Cara Meningkatkan Percaya Diri Dalam 21 Hari.
Meneladani 4 Perempuan Dambaan Surga
Di era serba instan ini, banyak godaan materi yang senantiasa dihadapi
oleh kaum perempuan. Namun, untuk menghindari godaan-godaan tersebut
kita selalu diingatkan oleh Allah untuk memulai sesuatu hal dengan
bersyukur. Bersyukur dengan apa yang dalam diri, khususnya bersyukur
terhadap segala hal yang tidak tampak, seperti ketaatan, kesehatan diri,
ketenangan yang ada di dalam hati, serta lingkungan yang baik.Itulah
nikmat syukur yang harus kita dahulukan, sebelum mensyukuri hal lain.
Terkait dengan qalbu, kita juga harus melakukan permohonan maaf dan
memaafkan. Tak sedikit keadaan yang membuat kita jengkel atau sedih,
dimana di luar kendali kita. Oleh karena itu, setiap hari diusahakan
kita berintrospeksi diri dengan meminta maaf dan memaafkan. Jangan
sampai, ketika kita berbuat amalan, masih ada satu ganjalan dalam hati
yang kita rasakan, yaitu mendendam.
Saudaraku, ketika kita
ditanya: “Bagaimana menjadi perempuan dambaan syurga?“, kita tidak perlu
mencari buku atau broswing internet, karena Allah telah memberikan
pedoman lengkapnya, yaitu melakukan perbuatan dan ibadah yang didambakan
oleh syurga, sesuai al-Qur’an dan As-Sunah.
Saat ini perempuan
identik dengan kecantikan lahiriah, sampai-sampai banyak produk
kecantikan yang memberikan iming-iming kulit putih dalam waktu satu
minggu. Sayangnya tidak jarang para perempuan tidak melihat berapa harga
yang ditawarkan. Asal bisa putih dan cantik, mereka berharap bisa
membayar berapa pun. Padahal, ada kecantikan yang tak akan pernah pudar
yaitu yang ada dalam qalbu. Kecantikan itu berupa ketaatan kepada Allah,
kesederhanaan, kelembutan dan pengorbanan.
Dalam Surat An-Nahl
(16) : 97 berbunyi : “ Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik
laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan
Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami
berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa
telah mereka kerjakan”.
Dalam surat tersebut kita mengerti,
bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan
bahwa amal kebajikan harus disertai iman.Ketika iman sudah bersemayam
dalam qalbu, dan ketika melakukan kebaikan maka Allah akan membalasnya
dengan balasan yang baik pula.
Melalui media elektronik kita
bisa melihat, perempuan yang mempunyai paras cantik dan kepintaran,
dipuja-puja di ajang Miss Universe. Tak dapat dipungkiri, jika beberapa
remaja mengidolakan mereka. Melihat fenomena tersebut, para ibu harus
menanamkan pada anak-anak mereka sejak dini, bahwa perempuan yang
didamba syurga bukan mereka yang bergelar Miss Universe atau Putri
Indonesia, tetapi seperti yang ada dalam sebuah hadist berikut ini:
“Wanita paling utama di surga adalah Khadijah binti Kuwalid, Fatimah
binti Muhammad, Maryam binti Imrah dan Asiyah binti Muzahim istri
Fir’aun.” (HR.Ahmad dan Thabrani)
Perempuan dambaan al-Qur’an
adalah sebagaimana Khadijah, Fatimah, Maryam, maupun Asiyah. Kita
sebagai perempuan harus meneladani sifat-sifat mereka, bukan meniru
sifat-sifat Miss Universe, Putri Indonesia, atau perempuan-perempuan
yang masih jauh dari syariat Islam atau masih melanggar perintah Allah.
Berbicara tentang Khadijah binti Khuwalid , ada ucapan Rasulullah untuk
Ummul Mukminin Khadijah kita yaitu “Allah SWT tidak akan memberikan
wanita pengganti untukku yang lebih baik darinya. Ia beriman kepadaku
ketika orang-orang ingkar kepadaku. Ia mempercayaiku ketika orang –
orang mendustakanku, ia menghiburku dengan hartanya ketika orang-orang
menghalangiku. Ia memberiku anak keturunan ketika istri-istriku yang
lain tidak bisa memberinya untukku.”
Kisah tersebut
menjelaskan, bahwa saat Rasulullah mendapatkan wahyu di Gua Hira, maka
Khadijahlah adalah wanita pertama yang menenangkan, sekaligus beriman
dan mempercayai Muhammad sebagai Rasul. Ketika itu, Khadijah juga
mengorbankan hartanya untuk berjuang di jalan Allah. Masya Allah.
Begitulah Khadijah, wanita yang penuh pengorbanan selama hidupnya.
Ketika berbicara tentang Fatimah binti Muhammad, maka dalam sebuah
hadist disebutkan, bahwa “Sesungguhnya Fatimah adalah pemimpin wanita
penghuni surga.” (HR. Al-Hakim). Bahwa Fatimah menggantikan fungsi
ibunya dalam mengurusi ayahnya Rasulullah SAW, setelah ibundanya wafat.
Ia hidup dalam kesederhanaan dan sifat yang paling menonjol adalah tidak
pernah mengeluh akan kekurangan hartanya.
Begitu pula Asiyah
binti Muzahim. Ia adalah suri tauladan bagi wanita beriman. Ia adalah
istri Firaun, pemimpin yang mengaku Tuhan, sangat berkuasa, kafir, dan
menggetarkan istana, karena kesyirikan dan paganismenya. Meski istri
seorang Firaun, iman Asiyah sangat dalam. Hubungannya dengan Allah
sangat kuat, pemahamannya luar biasa, ucapannya halus, logikanya tajam,
dan permintaannya halus.
Perempuan terakhir dambaan al-Qur’an
adalah Maryam ibunda Isa AS. Dalam surat Ali Imron ayat 42 tertulis:
“Hai maryam sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan
melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa hidup dengan
kamu).“. Ia adalah satu-satunya perempuan suci, yang melahirkan putra
tanpa ayah. Satu-satunya perempuan yang namanya disebut dalam Al-Qur’an
beberapa kali. Bahkan ia menjadi nama salah satu surat dalam Al-Qur’an.
Saudaraku, semoga kita semua dapat berusaha meneladani perempuan dambaan
Jumat, 05 April 2013
Kisah Cinta Saidina Ali Dan Saidatina Fatimah
Dipendamkan di dalam hatinya, yang tidak diceritakan kepada sesiapa
tentang perasaan hatinya. Tertarik dirinya seorang gadis, yang punya
peribadi tinggi, paras yang cantik, kecekalan yang kuat, apatah lagi
ibadahnya, hasil didikan ayahnya yang dicintai oleh umat manusia, yakni
Rasulullah S.A.W. Itulah Fatimah Az-Zahrah, puteri kesayangan Nabi
Muhammad, serikandi berperibadi mulia.
Dia sedar, dirinya tidak
punya apa-apa, untuk meminang puteri Rasulullah. Hanya usaha dengan
bekerja supaya dapat merealisasikan cintanya. Itulah Ali, sepupu baginda
sendiri. Sehingga beliau tersentap, mendengar perkhabaran bahawa
sahabat mulia nabi, Abu Bakar As-Siddiq, melamar Fatimah.
”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji kerana
merasa apalah dia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar
lebih utama, mungkin dia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun
keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.
Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah
sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di
ranjangnya.Lihatlah juga bagaimana Abu Bakar berda’wah. Lihatlah berapa
banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena
sentuhan Abu Bakar; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair,
Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.
Ini yang tak mungkin dilakukan
kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak
muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal,
Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud. Dan siapa budak yang
dibebaskan ’Ali? Dari segi kewangan, Abu Bakar sang saudagar, insyaallah
lebih bisa membahagiakan Fatimah.’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga
miskin.
”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku
mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah
atas cintaku.”Namun, sinar masih ada buatnya. Perkhabaran diterima
bahawa pinangan Abu Bakar ditolak baik oleh Nabi. Ini menaikkan semangat
beliau untuk berusaha mempersiapkan diri. Tapi, ujian itu bukan setakat
disitu, kali ini perkhabaran lain diterima olehnya.
Umar
Al-Khatab, seorang sahabat gagah perkasa, menggerunkan musuh islam, dan
dia pula cuba meminang Fatimah. Seorang lelaki yang terang-terangan
mengisytiharkan keislamannya, yang nyata membuatkan muslimin dan
muslimat ketika itu yang dilanda ketakutan oleh tentangan kafir quraisy
mula berani mendongak muka, seorang lelaki yang membuatkan syaitan
berlari ketakutan.
Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan
kebathilan itu juga datang melamar Fatimah. Ali mendengar sendiri betapa
seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakar dan ’Umar, aku
keluar bersama Abu Bakar dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan
’Umar”. Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fatimah.
Ali redha kerana dia tahu Umar lagi layak darinya. Tetapi, sekali lagi
peluang terbuka, tatkala perkhabaran diterimanya, bahawa pinangan Umar
juga ditolak. Bagaimanakah sebenarnya menantu pilihan nabi, sedangkan
dua sahabat baginda turut ditolak peminangannya?
Pada suatu
hari Abu Bakar As-Shiddiq r.a. Umar Ibnul Khatab r.a. dan Sa’ad bin
Mu’adz bersama-sama Rasul Allah s.a.w. duduk dalam masjid. Pada
kesempatan itu diperbincangkan antara lain persoalan puteri Rasul Allah
s.a.w. Saat itu baginda bertanya kepada Abu Bakar As-Shiddiq r.a “Apakah
engkau bersedia menyampaikan persoalan Fatimah itu kepada Ali bin Abi
Thalib?”
Abu Bakar As-Shiddiq menyatakan kesediaanya. Ia
beranjak untuk menghubungi Ali r.a. Sewaktu Ali r.a. melihat datangnya
Abu Bakar As-Shiddiq r.a. dgn tergopoh-gopoh dan terperanjat ia
menyambutnya kemudian bertanya: “Anda datang membawa berita apa?”
Setelah duduk beristirahat sejenak Abu Bakar As-Shiddiq r.a. segera
menjelaskan persoalannya: “Hai Ali engkau adalah orang pertama yg
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mempunyai keutamaan lebih
dibanding dengan orang lain. Semua sifat utama ada pada dirimu. Demikian
pula engkau adalah kerabat Rasul Allah s.a.w. Beberapa orang sahabat
terkemuka telah menyampaikan lamaran kepada baginda untuk mempersunting
puteri beliau. Lamaran itu telah beliau semua tolak. Beliau mengemukakan
bahawa persoalan puterinya diserahkan kepada Allah s.w.t. Akan tetapi
hai Ali apa sebab hingga sekarang engkau belum pernah menyebut-nyebut
puteri beliau itu dan mengapa engkau tidak melamar untuk dirimu sendiri?
Kuharap semoga Allah dan RasulNya akan menahan puteri itu untukmu.”
Mendengar perkataan Abu Bakar r.a. mata Saidina Ali r.a. berlinang air
mata. Menanggapi kata-kata itu, Ali r.a. berkata: “Hai Abu Bakar, anda
telah membuatkan hatiku bergoncang yang semulanya tenang. Anda telah
mengingatkan sesuatu yang sudah kulupakan. Demi Allah aku memang
menghendaki Fatimah tetapi yang menjadi penghalang satu-satunya bagiku
ialah kerana aku tidak mempunyai apa-apa.”
Abu Bakar r.a.
terharu mendengar jawapan Ali itu. Untuk membesarkan dan menguatkan hati
Imam Ali r.a. Abu Bakar r.a. berkata: “Hai Ali, janganlah engkau
berkata seperti itu. Bagi Allah dan Rasul-Nya dunia dan seisinya ini
hanyalah ibarat debu bertaburan belaka!”
Setelah berlangsung
dialog seperlunya Abu Bakar r.a. berhasil mendorong keberanian Imam Ali
r.a. untuk melamar puteri Rasul Allah s.a.w.
Beberapa waktu
kemudian Saidina Ali r.a. datang menghadap Rasul Allah s.a.w. yg ketika
itu sedang berada di tempat kediaman Ummu Salmah. Mendengar pintu
diketuk orang, Ummu Salmah bertanya kepada Rasulullah s.a.w.: “Siapakah
yg mengetuk pintu?” Rasul Allah s.a.w. menjawab: “Bangunlah dan bukakan
pintu baginya. Dia orang yang dicintai Allah dan RasulNya dan ia pun
mencintai Allah dan Rasul-Nya!”
Jawapan Nabi Muhammad s.a.w. itu belum memuaskan Ummu Salmah r.a. Ia bertanya lagi: “Ya tetapi siapakah dia itu?”
“Dia saudaraku orang kesayanganku!” jawab Nabi Muhammad s.a.w.
Tercantum dalam banyak riwayat bahawa Ummu Salmah di kemudian hari
mengisahkan pengalamannya sendiri mengenai kunjungan Saidina Ali r.a.
kepada Nabi Muhammad s.a.w. itu: “Aku berdiri cepat-cepat menuju ke
pintu sampai kakiku terantuk-antuk. Setelah pintu kubuka ternyata orang
yang datang itu ialah Ali bin Abi Thalib. Aku lalu kembali ke tempat
semula. Ia masuk kemudian mengucapkan salam dan dijawab oleh Rasul Allah
s.a.w. Ia dipersilakan duduk di depan beliau. Ali bin Abi Thalib
menundukkan kepala seolah-olah mempunyai maksud tetapi malu hendak
mengutarakannya.
Rasul Allah mendahului berkata: “Hai Ali
nampaknya engkau mempunyai suatu keperluan. Katakanlah apa yang ada
dalam fikiranmu. Apa saja yang engkau perlukan akan kau peroleh dariku!”
Mendengar kata-kata Rasul Allah s.a.w. yang demikian itu lahirlah
keberanian Ali bin Abi Thalib untuk berkata: “Maafkanlah ya Rasul Allah.
Anda tentu ingat bahawa anda telah mengambil aku dari pakcikmu Abu
Thalib dan makcikmu Fatimah binti Asad di kala aku masih kanak-kanak dan
belum mengerti apa-apa.
Sesungguhnya Allah telah memberi
hidayat kepadaku melalui anda juga. Dan anda ya Rasul Allah adl tempat
aku bernaung dan anda jugalah yang menjadi wasilahku di dunia dan
akhirat. Setelah Allah membesarkan diriku dan sekarang menjadi dewasa
aku ingin berumah tangga; hidup bersama seorang isteri. Sekarang aku
datang menghadap untuk melamar puteri anda Fatimah. Ya Rasul Allah
apakah anda berkenan menyetujui dan menikahkan diriku dengan Fatimah?”
Ummu Salmah melanjutkan kisahnya: “Saat itu kulihat wajah Rasul Allah
nampak berseri-seri. Sambil tersenyum beliau berkata kepada Ali bin Abi
Thalib: “Hai Ali apakah engkau mempunyai suatu bekal mas kahwin?”
“Demi Allah” jawab Ali bin Abi Thalib dengan terus terang “Anda sendiri
mengetahui bagaimana keadaanku tak ada sesuatu tentang diriku yg tidak
anda ketahui. Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi
sebilah pedang dan seekor unta.” “Tentang pedangmu itu” kata Rasul Allah
s.a.w. menanggapi jawapan Ali bin Abi Thalib “engkau tetap
memerlukannya untuk perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau
juga perlu buat keperluan mengambil air bagi keluargamu dan juga engkau
memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh kerana itu aku hendak
menikahkan engkau hanya atas dasar mas kahwin sebuah baju besi saja.
Aku puas menerima barang itu dari tanganmu. Hai Ali engkau wajib
bergembira sebab Allah ‘Azza wajalla sebenarnya sudah lebih dahulu
menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi!”
Demikian riwayat yang diceritakan Ummu Salmah r.a. Setelah
segala-galanya siap dengan perasaan puas dan hati gembira dgn disaksikan
oleh para sahabat Rasul Allah s.a.w. mengucapkan kata-kata ijab kabul
pernikahan puterinya: “Bahwasanya Allah s.w.t. memerintahkan aku supaya
menikahkan engkau Fatimah atas dasar mas kahwin 400 dirham.
Mudah-mudahan engkau dapat menerima hal itu.”
“Ya Rasul Allah,
itu kuterima dgn baik” jawab Ali bin Abi Thalib r.a. dalam pernikahan
itu. Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan
semua perasaan dengan tanggungjawab. Cinta tak pernah meminta untuk
menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan.
Atau mengambil kesempatan.
Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan
ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Puteri Sang Nabi, dalam
suatu riwayat dikisahkan, bahwa suatu hari, Fatimah berkata kepada ‘Ali:
“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali
merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda” ‘Ali terkejut dan berkata,
“Jikalau begitu, mengapakah engkau mahu menikah denganku? Dan Siapakah
pemuda itu” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Ya, kerana pemuda itu
adalah Dirimu”
Kisah Cinta Saidina Ali Dan Saidatina Fatimah
Begitulah cinta yang bersenikan diam. Mereka saling mencintai, tetapi
memendam perasaan itu kerana tidak ingin cinta mereka melebihi cinta
kepadaNya.
Memang sukar menjadi mereka, tetapi untuk meneladani
mereka tidaklah sukar. Wahai lelaki, jadilah sejantan Ali, melamar
gadis pilihanmu dengan jalan yang diredhaiNya, yakni pernikahan,
bukannya couple, kerana bercouple itu banyak keburukan berbanding
kebaikan. Para wanita pula, teladanilah Fatimah, menjaga peribadinya
biarpun hatinya meruntun cintakan pemuda sehebat Ali r.a.
Titipkan cintamu kepada jodoh yang belum diketahui siapa, dan untuk
mendapat yang terbaik, jadilah yang terbaik. Jika dirimu jatuh cinta,
diamkanlah, kerana syaitan cuba menyelinap masuk untuk jadikannya cinta
bernafsu.
Jika dirinya bukan untukmu, redhailah, kerana tuhan
ada perancangan yang lebih baik lagi buat kita. Buat diriku juga, saat
ku jatuh cinta denganmu, akan ku diam dan dirimu pasti tak ketahui,
melainkan setelah diriku datang kepada keluargamu, untuk menzahirkan
yang terbuku, wahai jodoh yang tak diketahui.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.
Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Contohilah kisah cinta dua manusia agung ini
Selasa, 02 April 2013
..**Menjadi Wanita Sholihah**..
Posted by Khoirunnisa Syahidah on 15.13 // 0 komentar
«الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرً مَتَاعِهاَ اْلمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
Dunia itu perhiasan; sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah. (HR Muslim).
Anas r.a. juga menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
«مَنْ رَزَقَهُ اللهُ اِمْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ فَلْيَتَقِ اللهَ فِيْ الشَّطِرِ الثَّانِي»
Siapa saja yang telah dikaruniai Allah
wanita shalihah berarti Dia telah menolongnya dalam satu bagian
agamanya. Oleh karena itu, hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam
bagian yang kedua. (HR al-Hakim).
Karakter wanita shalihah kurang lebih sebagai berikut:
Pertama, menaati Allah dan suaminya. Allah Swt. berfirman:
]الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ
بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ
أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ
بِمَا حَفِظَ اللهُ[
Laki-laki adalah pemimpin wanita karena
Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan
karena mereka telah menafkahkan sebagain harta mereka. Oleh karena itu,
wanita yang shalihah adalah yang menaati Allah dan memelihara diri
ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara mereka” (QS
an-Nisa’ [4]: 3).
Sementara itu, istri Sa‘id bin
al-Musayyab pernah berkata, “Tidaklah kami berbicara kepada suami kami
kecuali seperti kalian berbicara kepada para pemimpin kalian, ‘Aemoga
Allah memeliharamu (suamiku) dan semoga Allah memaafkahmu.” (HR Abu
Nu‘aim).
Abu Hurairah juga menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
«لَوْ كُنْتُ آمِرًا اَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْاَةَ اَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا»
Seandainya aku boleh memerintahkan
seseorang bersujud kepada orang lain, aku pasti akan memerintahkan
kepada wanita untuk bersujud kepada suaminya. (HR at-Turmudzi).
Hadis ini disahihkan oleh al-Hakim dan
Ibn Hibban. Dalam riwayat Ibn Hibban ditambahkan kalimat:
«وَ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِي الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِي حَقَّ زّوْجِهَا»
Demi Zat Yang jiwaku ada di tangan-Nya,
seorang wanita dipandang belum menunaikan hak Tuhannya sebelum ia
menunaikan hak suaminya. (HR Ibn Hibban).
Abu Umamah juga menuturkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda:
«مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ
تَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ
أَمَرَهَا اَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا
أَبَرَتْهُ وَ إِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَ مَالِهِ»
Tidak ada sesuatu yang lebih memberikan
manfaat kebaikan bagi seorang Mukmin setelah ketakwaannya kepada Allah
daripada seorang istri shalihah; jika ia memerintahnya, ia menaatinya;
jika ia memandangnya, ia menyenangkannya; jika ia menggilirnya, ia
memuaskannya; dan jika ia meninggalkankannnya, ia akan memelihara
dirinya dan harta suaminya. (HR Ibn Majah).
Sementara itu, Asma’ bin Kharijah al-Fazari pernah mengantarkan anak perempuannya kepada suaminya. Ia berkata:
Putriku, jadilah engkau di hadapan
suamimu layaknya seorang budak sehingga ia menjadi ‘budak’-mu. Janganlah
engkau terlalu merendahkan dirimu sehingga ia menguasaimu. Akan tetapi,
jangan pula engkau terlalu menjauhinya sehingga engkau membebaninya.
(HR al-Bayhaqi).
Ketika seorang Muslimah meninggal dunia,
sementara suaminya meridhainya, ia pasti akan dimasukkan ke dalam surga.
Dalam hal ini, Ummu Salamah menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah
bersabda:
«أَيُّمَا إِمْرَأَةٍ مَاتَتْ وَ زَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الْجَنَّةَ»
Wanita mana saja yang meninggal, sementara suaminya meridhainya, ia pasti masuk surga. (HR at-Tirmidzi).
Kedua, berhias untuk suaminya. Sebab,
Rasulullah saw. telah bersabda (yang artinya), “Jika suaminya
memandangnya, ia menyenangkannya.” (HR Ibn Majah).
Rasulullah saw. juga pernah bersabda, sebagaimana dituturkan Sa‘ad, demikian:
«فَمِنَ السَّعَادَةِ الْمَرْأَةُ تَرَاهَا تُعْجِبُكَ وَتُغِيْبُهَا فَتَأْمَنُهَا عَلَى نَفْسِهَا وَ مَالِكَ»
Di antara kehagiaan itu ialah istri yang
jika engkau pandang, ia membuatmu takjub, dan jika engkau
meninggalkannya, ia akan memelihara dirinya dan hartamu. (HR al-Hakim).
Abu Hurairah r.a. juga pernah menuturkan bahwa Nabi saw. pernah ditanya, “Wanita manakah yang paling baik?” Beliau menjawab:
«الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلاَ تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ»
Yaitu wanita yang menyenangkan suaminya
jika suaminya memandangnya, yang menaati suaminya memerintahnya, dan
yang tidak bermaksiat kepada suaminya menyangkut dirinya dan harta
suaminya. (HR al-Hakim).
Ketiga, memelihara rumah, diri, dan harta
suaminya. Hukum asal seorang wanita adalah sebagai umm[un] wa rabbah
al-bayt (sebagai ibu dan pengatur rumah tangga). Hal ini didasarkan pada
hadis dari Ibn ‘Umar. Disebutkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda:
«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
عَنْ رَعِيَّتِهِ الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ
رَعِيَّتِهَا»
Setiap diri kalian adalah pemimpin;
masing-masing kalian akan dimintai bertanggung jawab atas yang
diimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin; ia bertanggung jawab atas yang
dipimpinnya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin keluarganya; ia
bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang wanita (istri) adalah
pemimpin (pengurus) rumah suaminya dan anak-anaknya; ia bertanggung
jawab atas yang dipimpinnya. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Abu Hurairah r.a. juga menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
«خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الإِْبِلَ
نِسَاءِ قُرَيْشٍ أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ وَأَرْعَاهُ عَلَى
زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ»
Sebaik-baik wanita yang menunggang unta
adalah wanita Quraisy; ia sangat menyayangi anaknya ketika kecil dan
sangat memperhatikan suaminya ketika ada di sisinya. (HR Muslim).
Keempat, membantu suaminya dalam urusan akhirat. Rasulullah saw. bersabda:
«لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ»
Hendaknya salah seorang di antara kalian
mempunyai kalbu yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir, dan
istri yang beriman yang dapat membantumu dalam urusan akhirat. (HR Ibn
Majah).
‘Abdurrahman ibn Abza juga menuturkan
bahwa Rasulullah saw. pernah berkata (yang artinya, “Seorang wanita
shalihah bagi seorang laki-laki adalah seperti mahkota yang bertahtakan
emas di atas kepala seorang raja. Sebaliknya, seorang wanita yang buruk
bagi seorang laki-laki adalah seperti beban yang berat di pundak seorang
laki-laki tua.” (HR Ibn Abu Syaibah).
Kelima, memiliki bekal agama yang baik. Ibn Majah meriwayatkan dari ‘Abdullah ibn ‘Amr ia berkata : Rasulullah saw. bersabda :
«لاَ تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ
فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلاَ تَزَوَّجُوهُنَّ
لأَِمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ
تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ
أَفْضَلُ»
Janganlah kalian menikahi wanita karena
kecantikannya karena kecantikannya itu akan menjadikannya berlebihan;
jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya karena hartanya itu
akan membuatnya membangkang. Nikahilah wanita atas dasar agamanya.
Sesungguhnya seorang hamba sahaya perempuan yang hitam legam yang
memiliki kebaikan agama adalah lebih utama. (HR Ibn Majah).
Abu Adzinah ash-Shudfi menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
«خَيْرُ نِسَائِكُمْ اْلوَدُوْدُ اْلوَلُوْدُ اْلمُوَاتِيَةُ اْلمُوَاسِيَةُ إِذَا اتَّقَيَنَّ اللهَ»
Sebaik-baik istri kalian adalah yang
penyayang, banyak anak (subur), suka menghibur, dan membantu jika ia
bertakwa kepada Allah. (HR al-Baihaqi).
Keenam, mempergauli suaminya dengan baik
untuk memelihara keridhaannya. Dalam hal ini, Asma’ binti Yazid
al-Asyhaliyah menuturkan bahwa ia pernah datang kepada Nabi saw. yang
sedang berkumpul bersama para sahabat. Ia kemudian berkata kepada
beliau:
“Demi bapakku, Engkau, dan ibuku; wahai
Rasulullah, aku adalah utusan para wanita kepadamu. Sesungguhnya belum
ada seorang wanita pun, baik di timur maupun di barat, yang terdengar
darinya ungkapan seperti yang akan aku ungkapkan atau belum terdengar
seorang pun yang mengemukakan seperti pendapatku. Sesungguhnya Allah
Swt. mengutusmu kepada laki-laki dan wanita seluruhnya hingga kami
beriman kepadamu dan Tuhanmu. Akan tetapi, sesungguhnya kami, para
wanita, terbatasi dan terkurung oleh dinding-dinding rumah kalian (para
lelaki), memenuhi syahwat kalian, dan mengandung anak-anak kalian.
Sesungguhnya kalian, wahai para lelaki, mempunyai kelebihan daripada
kami dengan berkumpul dan berjamaah, melakukan kunjungan kepada orang
sakit, menyaksikan jenazah, menunaikan ibadah haji demi ibadah haji,
dan—yang lebih mulia lagi dibandingkan dengan semua itu—jihad di jalan
Allah. Sesunguhnya jika salah seorang dari kalian keluar untuk
menunaikan ibadah haji, menghadiri pertemuan, atau berjaga di
perbatasan, kamilah yang menjaga harta kalian; yang mencucikan pakaian
kalian; dan yang mengasuh anak-anak kalian. Lalu apakah adakah
kemungkinan bagi kami untuk bisa menyamai kalian dalam kebaikan, wahai
Rasulullah?”
Rasulullah saw. menoleh kepada para
sahabat seraya berkata, “Apakah kalian mendengar perkataan wanita ini.
Sungguh, adakah yang lebih baik dari apa yang diungkapkannya berkaitan
dengan urusan agamanya ini?”
Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak menyangka bahwa wanita ini tertunjuki kepada perkataan tersebut.”
Rasulullah saw. lalu menoleh kepada
wanita tersebut seraya bersabda, “Pergilah kepada wanita mana saja dan
beritahulah mereka yang ada di belakangmu, bahwa kebaikan salah seorang
di antara kalian (para wanita) dalam memperlakukan suaminya, mencari
keridhaan suaminya, dan mengikuti keinginannya adalah mengalahkan semua
itu.” (HR al-Baihaqi).
Mendengar sabda rasul itu, wanita itu pun pergi seraya bersuka cita. Ia kemudian menyampaikan kabar gembira itu kepada kaumnya.
Di antara kebaikan pergaulan wanita
terhadap suaminya adalah ia tidak berpuasa sunnah jika suaminya berada
di rumah, kecuali seizin suaminya; juga tidak mengizinkan mahram-nya
berada di rumah suaminya, kecuali seizin suaminya. Abu Hurairah r.a.
menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
«لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ وَلاَ تَأْذَنَ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ»
Tidak
halal bagi seorang wanita berpuasa (sunah), sedangkan suaminya berada
di rumahnya, kesuali seizin suaminya; jangan pula ia mengundang
seseorang ke rumah suaminya, kecuali seizin suaminya. (HR al-Bukhari dan
Muslim).
Termasuk kebaikan pergaulan istri kepada
suaminya adalah bahwa ia tidak mendirikan shalat sunnah pada malam hari,
kecuali seizin suaminya. Ibn ‘Abbas menuturkan bahwa Rasulullah saw.
bersabda:
«لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا إِلاَّ
قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللهُ
فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ أَوْشَكَ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا»
Janganlah seorang wanita mengizinkan
seseorang berada di rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya dan
janganlah ia bangkit dari tempat tidurnya lalu mendirikan shalat sunnah
kecuali dengan izin suaminya. (HR ath-Thabrani).
Di antara kebaikan pergaulan istri
terhadap suaminya adalah keridhaannya jika suaminya memarahinya.
‘Abdullah bin ‘Abbas menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
«أَلاَّ أُخْبِرُكُمْ بِِِِنِسِائِكُمْ
مِنْ أَهْلِ اْلجَنَّةِ اْلوَدُوْدُ اْلوَلُوْدُ اْلعَؤُوْدُ عَلَى
زَوْجِهَا الَّتِيْ إِذَا آذَت أَوِ أُوْذِيَتْ جَاءَتْ حَتَّى تَأْخُذَ
بِيَدِ زَوْجِهَا ثُمَّ تَقُوْلُ وَاللهِ لاَ أَذُوْقُ غَمِضاً حَتَّى
تَرْضَى»
Ingatlah, aku telah memberitahu kalian
tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang
penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada
suaminya; yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera
datang hingga berada di pelukan suaminya, kemudian berkata, “Demi Allah,
aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhaikuku). (HR
al-Baihqai).
Semua sifat di atas adalah sifat-sifat yang seharusnya menjadi sifat para wanita.
Sebaliknya, ada sifat-sifat yang justru harus dijauhi oleh para wanita, di antaranya:
Pertama, jangan menyusahkan atau menyakiti suaminya. Mu‘adz bin Jabal menuturkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda:
«لاَ تُؤَذِّي اِمْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِيْ
الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ اْلحُوْرِ اْلعِيْنِ لاَ
تُؤَذِّيْهِ قاَتَلَكِ اللهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ
أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا»
Tidaklah seorang wanita menyakiti
suaminya di dunia kecuali istri-istri suaminya dari para bidadari surga
berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu.
Sesungguhnya bagimu akan segera datang tamu kematian yang akan
memisahkanmu dengan suamimu dan mengembalikannya kepada kami.” (HR
at-Tirmidzi).
Kedua, hendaknya tidak mengadukan
suaminya atau tidak banyak menuntut suaminya. Sa‘id ibn al-Musayab
menuturkan bahwa seorang anak perempuan pernah datang kepada Nabi saw.
dan mengadukan suaminya. Nabi saw. kemudian bersabda (yang artinya),
“Kembalilah engkau. Sungguh, aku tidak menyukai wanita menyeret ekornya
mengadukan suaminya.” (HR Sa‘id bin al-Musayyab).
Ketiga, hendaknya tidak banyak keluar
rumah. Berdiam di rumah bagi seorang wanita lebih baik daripada ia
keluar dari rumah. Kesibukannya di dapur (menyiapkan makanan untuk suami
keluarganya), aktivitasnya mengasuh anak, atau kegiatannya mencuci
adalah lebih mulia daripada kepergiannya ke luar rumah dan berada di
jalan-jalan, di kendaraan umum, atau di tempat-tempat umum yang
berdesak-desakan dan bercampur dengan para lelaki.
Sifat-sifat itulah sifat yang harus
dijauhi oleh para wanita. Sementara itu, sifat-sifat yang dikemukan
sebelumnya adalah perhiasan bagi mereka. Oleh karena itu, hendaklah para
wanita menghiasi diri mereka dengan sifat-sifat tersebut. Dengan
begitu, para wanita akan kembali ke jalan wanita-wanita Mukmin
terdahulu; yakni para wanita yang benar, yang menjadi para shahabiyah
Rasululah saw. Mereka akan berada di sisi kaum Mukmin yang benar yang
semuanya dikomentari oleh Allah dalam firman-Nya:
]لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ
فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَكَانَ ذَلِكَ عِنْدَ
اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا[
Allah pasti akan memasukkan Mukmin laki
dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Mereka kekal di dalamnya. Allah pun menutupi kesalahan-kesalahan mereka.
Yang demikian itu sesunguhnya di sisi Allah merupakan keberuntungaan
yang besar. (QS al-Fath [48]: 5).
«أَلاَّ أُخْبِرُكُمْ بِِِِنِسِائِكُمْ
مِنْ أَهْلِ اْلجَنَّةِ اْلوَدُوْدُ اْلوَلُوْدُ اْلعَؤُوْدُ عَلَى
زَوْجِهَا الَّتِيْ إِذَا آذَت أَوِ أُوْذِيَتْ جَاءَتْ حَتَّى تَأْخُذَ
بِيَدِ زَوْجِهَا ثُمَّ تَقُوْلُ وَاللهِ لاَ أَذُوْقُ غَمِضاً حَتَّى
تَرْضَى»
Ingatlah, aku telah memberitahu kalian
tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang
penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada
suaminya; yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera
datang hingga berada di pelukan suaminya, kemudian berkata, “Demi Allah,
aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhaikuku). (HR
al-Baihaqi).
Langganan:
Komentar (Atom)