Kamis, 31 Januari 2013

♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ♥

❥Sahabat Saudaraku/ri ku.. Dimanapun dan Kapanpun, selaluLah berbuat Baik..

❥ Karena ketika kamu berbuat Baik, ketika itulah hatimu akan menjadi Tentram..
dan secara berlahan engkau telah pelan berlahan membangun Istanamu didunia berikutnya yaitu di Syurga..
BismillaahiRRahmaaniRRahiim

CERITA NYATA DI KAMAR MAYAT

Kisah ini diceritakan oleh seorang ustadz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di sebuah Rumah Sakit. Semoga dapat kita ambil iktibar dan tauladan.

Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari rumah sakit untuk mengurus jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dimandikan. Di luar kamar mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening.

Hanya saya dan seorang penjaga ruangan tersebut yang berada dalam kamar mayat tsb. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah. Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia sekitar 20thn-an. Allah Maha Berkuasa.

Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit berubah menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sesuatu yg aneh, namun semakin lama berubah semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan seksama, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam.

Selepas lima menit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna, wajah mayat tsb tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari kamar mayat tsb dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh tadi. Berbagai pertanyaan timbul di kepala saya; apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya berubah menjadi warna hitam? Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya.

Ketika saya termenung tiba-tiba saya melihat ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di kamar mayat pada pukul 4.00 pagi. Semakin lama dia semakin dekat dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60thn-an dan memakai baju kurung.” Ustadz,” kata wanita itu. “Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak diurus. Jadi saya mau melihat jenazahnya.” kata wanita bertutur dengan lembut.

Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci nomor 313 dan membuka kain penutup wajahnya. “Betulkah ini mayat anak Bunda?”tanya saya. “Bunda rasa betul… tapi kulitnya putih.” “Bunda lihatlah betul-betul.” kata saya. Setelah ditelitinya jenazah tsb, wanita itu begitu yakin bahwa mayat itu adalah anaknya. Saya tutup kembali kain penutup mayat dan mendorong kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari kamar mayat.

Tiba di luar saya bertanya kepadanya. “Bunda, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang terjadi sampai wajah anak bunda berubah menjadi hitam?” tanya saya. Wanita itu tidak mau menjawab sebaliknya menangis terisak-isak. Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab. Dia seperti menyembunyikan sesuatu.”Baiklah, kalau bunda tidak mau memberitahu, saya tidak mau mengurus jenazah anak Bunda ini. ” kata saya untuk menggertaknya. Dgn nada gertakan demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya. Sambil mengusap airmata, dia berkata, “Ustadz, anak saya ini memang baik, patuh dan taat kepada saya. Jika dibangunkan di waktu malam atau pagi supaya utk sesuatu pekerjaan, dia akan bangun dan mengerjakannya tanpa membantah sepatahpun. Dia memang anak yang baik. Tapi…” tambah wanita itu lagi “apabila Bunda kejutkan dia untuk bangun sembahyang, Subuh misalnya, dia mengamuk marah2 sama bunda. membangunkan dia, disuruh pergi ke kios, dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dibangungunkan supaya sembahyang, anak Bunda ini akan terus marah marah. Itulah yang Bunda sesalkan.” kata wanita tersebut. Jawabannya itu mengagetkan saya.

Teringat saya kepada Hadist Nabi bahwa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya. Mungkin itulah yang berlaku. Wajah pemuda itu bukan saja ditarik cahaya keimanannya, malah diaibkan dengan warna yang hitam. Setelah menceritakan perangai anaknya, wanita tersebut meminta diri untuk pulang. Dia berjalan dengan tenang dan menghilang dikegelapan lorong rumah sakit. Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkan mayat tersebut.

Selesai urusan itu, saya pulang ke rumah lagi. Saya hrs balik secepatnya, kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam disalah satu Masjid. Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi kerabat mayat pemuda tersebut. Melalui nomor telpon yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit, saya hubungi saudara dari mayat yang agak jauh pertalian persaudaraannya. Setelah memperkenalkan diri, saya berkata, “Bapak, kenapa bapak membiarkan orang tua itu datang ke rumah sakit seorang diri di pagi-pagi hari. Rasanya lebih pantas kalau bapak dan keluarga bapak yang datang sebab bapak tinggal tdk jauh dari kota ini.”

Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut, “Orang tua yg mana?” katanya. Saya ceritakan tentang wanita tersebut, tentang bentuk badannya, wajahnya, cara bicaranya serta pakaiannya. “Kalau wanita itu yang ustadz maksud, wanita itu adalah Bundanya, tapi…. Bundanya sdah meninggal dunia lima tahun lalu!” Saya terpaku, tidak tau apa yang hendak dikatakan lagi. Jadi ‘apakah’ yang datang menemui saya pagi itu? Hemm …Walau siapa pun wanita itu dalam arti kata sebenarnya, saya yakin ia adalah ‘SESUATU’ yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah terjadi hingga menyebabkan wajah mayat pemuda tsb berubah jadi hitam. Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya.

Ia mengingatkan saya kepada sebuah Hadits Nabi, yang menyatakn bahwa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja, dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun. Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui karena satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Kalau 80,000 tahun?

Wallahu A'lam
Teringat saya kepada Hadist Nabi bahwa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya.
B i s m i l l a a h . .

Pacaran dilarang dan diharamkan dalam ISLAM.. Cukuplah Firman-Firman Allah berikur ini yang menunjukan akan kehaaramannya:

”Dan janganlah kalian mndekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi.” [Al-An aam:151]

”Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Israa:32]

”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, 'hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:30]

”Katakanlah kepada wanita yg beriman, 'hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:31]
"Hak seorg muslim terhadap org muslim lainnya adalah 6;
1. Bila kamu menjumpainya, berilah dia salam
2. Bila dia mengundang kamu, datangilah
3. Bila dia minta nasihat kepada kamu, berilah nasihat
4. Bila dia bersin dgn diiringi ucapan Alhamdulillah, maka sambutlah dgn ucapan Yarhamukallah
5. Bila dia sakit, tengoklah
6. Bila dia meninggal dunia, antarlah janazahnya sampai kekubur." (HR. Muslim)

Rabu, 30 Januari 2013

‎6 Kunci Mendapat Ketenangan
Hati

Sahabatku ada 6 tips mudah
untuk mendapatkan ketenangan
hati semoga bermanfaat :

1. Jangan tergantung terhadap
orang lain, bersikaplah mandiri
dan percaya akan kemampuan
yang kita miliki.

2. Jangan berburuk sangka,
berfikirlah positif akan membawa
pada suatu yang bermanfaat.

3. Jangan mengingat penyesalan
di masa lalu, hidup itu mudah,
buatlah dalam suatu perbuatan
kita dengan keputusan dan
jadikan masa lalu menjadi sebuah
pelajaran untuk menjadi yang
lebih baik.

4. Jangan pernah menyimpan
dendam di hati, dendam itu di
ibaratkan sebagai racun dalam
hati kita, jauhi itu.

5. Jauhi sifat terburu-buru, aset
dalam kehidupan bukan harta
tapi waktu. maka pergunakan
waktu dengan baik.

6. Jangan khawatir dengan hari
esok, ketuklah pintu dan pintu
pun akan terbuka, ingatlah ALLAH,
ALLAH pun akan ingat pada kita.

''Salam santun ukhuwah penuh
cinta...''

Selasa, 29 Januari 2013

•*¨*•.¸.✽KATANYA MUKMIN. . . ??!!

~•.*♥* Katanya Mukmin,
Namun mengapa,,,??
Hanya untuk menunaikan
sholat aja enggan.....!!

~•.*♥* Katanya Mukmin,
Namun mengapa,,,??
Hanya untuk menutup
Aurat saja beribu alasan.....!!

~•.*♥* Katanya Mukmin,
Namun mengapa,,,??
Hanya untuk puasa saja
takut kelaparan.....!!

~•.*♥* Katanya Mukmin,
Namun mengapa,,,??
Hanya untuk zakat / shodaqoh
saja takut kekurangan.....!!

~•.*♥* Katanya Mukmin,
Namun mengapa,,,??
Hanya untuk memberi makan
fakir miskin aja didustakan.....!!

Lalu sebenarnya,
Apanya yang Mukmin ?!

Bukankah Iman itu tidak hanya sekedar Pengakuan
atau Ucapan belaka . . .?!
akan tetapi Iman itu adalah
"ikrorun billisaan (diucapkan dengan lisan),,,,
wa tasdiqun bil qolby (diyakini Dan melembaga dalam hati),,,
wa amalun bil Arkan (dibuktikan dengan amal
perbuatan),,, !!"
Jika demikian tidakkah kita
semua takut dengan Firman Allah :
" di antara manusia ada yang berkata, "kami beriman kepada Allah Dan hari akhir", padahal sesungguhnya mereka itu
bukanlah orang-orang yang beriman, mereka menipu Allah Dan orang-orang beriman
padahal mereka
hanya menipu diri sendiri tanpa mereka sadari"...
(QS. Al-Baqarah : 8-9)

kita kah yang dimaksud dengan
ayat tersebut ?!

sebelum kita menjawab pertanyaan
ini alangkah baiknya jika kita semua
bermuhassabah,,,,
kita coba menghitung-hitung,,,
kita coba merenungkan sejenak,,,

Sudah pantaskah kita disebut mukmin dengan kehidupan kita yang di jalani saat ini ?!
Atau mungkin saja diantara kita semua tidak
mengatakan yang sesungguhnya,,, tidak benar-benar keluar dari
hati kita yang paling dalam,
kita sebenarnya hanya berdusta,,,atau apalah
namanya ,,,

sebaliknya jika kita benar-benar
mengaku Mukmin dan semua hal diatas telah
kita kerjakan,,,

Apakah kita sudah mengerjakan
dengan sungguh-sungguh atau
sepenuh hati. . . ?!

atau sebenarnya kita hanya
mengerjakan sebagian Dan meninggalkan
sebagian yang lain ?!

jika demikian adanya tentulah kita seperti
yang disebutkan Allah dalam
Firman-Nya,,,
" sesungguhnya orang yang ingkar kepada Allah Dan Rasul-Nya Dan bermaksud
membeda-bedakn antara keimanan kepada Allah Dan Rasul-Nya dengan mengatakn kami
beriman
kepada sebagian Dan kami mengingkari
sebagian yang lain serta bermaksud
mengambil jalan tengah, iman atau kafir,
mereka itulah orang-orang kafir yang sebenarnya, Dan kami sediakan untuk orang-orang yang kafir itu azab yang menghinakan...".
(QS. An-Nisaa' : 150-151).

Wa'allahu a'lam bisshowab.....

Naudzubillahimindzaliq,,,,,,

semoga jadi bahan renungan yang bermanfaat
bagi kita semua . . .

(Akhi r.a)

Selamat malam semuanya,
Selamat Beristirahat..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.....

‎>>> Rasulullah SAW Bersabda:

''Sesiapa yang baca:
SubhanAllah 33 kali,
Alhamdulillah 33 kali,
AllahuAkbar 33 kali,
dan kemudian ia mengenapkannya
100 dgn membaca La ilaaha illAllah
waHdu la syariika lahul Mulku, wa
lahul Hamd, wa Huwa ala kulli
shaiy'in Qadiir, tiap-tiap kali selesai
solat, maka segala kesalahannya
akan diampuni meskipun seperti
banyaknya buih di lautan. (HR
Muslim)
Subahanallah.
Nota:
*La illaha ilAllahu, wahdahu la
shariika lahu, lahul Mulku, wa
lahul Hamd, wa Huwa ala kulli
shaiy'in Qadiir.

.
Bermaksud: "Tidak ada Tuhan
(yang berhak disembah) kecuali
Allah Yang Maha Esa,tiada sekutu
bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan
dan milik-Nya segala pujian, dan
Dia Maha Berkuasa atas segala
sesuatu."

Minggu, 27 Januari 2013

Keutamaan berbuat baik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Orang yang paling dicintai oleh Allah ‘Azza wa jalla adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain. Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kesenangan yang diberikan kepada sesama muslim, menghilangkan kesusahannya, membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya.

Sungguh, aku berjalan bersama salah seorang saudaraku untuk menunaikan keperluannya lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) sebulan lamanya. Barangsiapa berjalan bersama salah seorang saudaranya dalam rangka memenuhi kebutuhannya sampai selesai, maka Allah akan meneguhkan tapak kakinya pada hari ketika semua tapak kaki tergelincir.

Sesungguhnya akhlak yang buruk akan merusak amal sebagaimana cuka yang merusak madu.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dengan sanad hasan)

"Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah". (Qs. As Syuro: 40)

"Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". (Qs. Ali Imron: 133-134)

"Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (Al-Baqarah : 195)

Rasulullan shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Barangsiapa yang meringankan dari seorang mukmin satu kesulitan dan kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan ringankan untuknya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Barangsiapa yang memudahkan seorang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan beri kemudahan untuknya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka akan Allah tutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba selama sang hamba tersebut menolong saudaranya. ( HR. Muslim 2699 )

Sabtu, 26 Januari 2013


BismillaahiRRahmaaniRRahiim..

" MACAM-MACAM AZAB KUBUR "

1. Diperlihatkan neraka jahannam

"Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang." (Ghafir: 46)

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya apabila salah seorang diantara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore.

Bila dia termasuk calon penghuni surga, makatditampakkan kepadanya surga.

Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya ;

"Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah membangkitkanmu pada hari kiamat." (Muttafaqun 'alaih)

2. Dipukul dengan palu dari besi

Dari Anas, dari Nabi : Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya;

"Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah) ?"

Dia mengatakan;

"Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang."

Maka kedua malaikat itu mengatakan:

"Engkau tidak tahu ?!
"Engkau tidak membaca ?!

Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya.

Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia." (Muttafaqun 'alaih)

3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.

Dalam hadits Al-Bara' bin 'Azib yang panjang, Rasulullah menceritakan tentang orang kafir setelah mati : "Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya megenainya.

Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan.

Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya.

Dia berkata :

"Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia)."

Maka dia bertanya :

"Siapakah engkau ? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan."

Dia menjawab :

'Aku adalah amalanmu yang jelek'

Maka dia berkata :

"Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat." (HR. Ahmad, An-Nasa'i Ibnu Majah dan Al-Hakim)

4.Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan kedalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya diatas batu, ada pula yang disiksa disungai darah, bil mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.

Rasulullah berkata kepada Jibril dan Mikail sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang :

"Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat." ..

Keduanya menjawab :

"Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat.

Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur'an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat.

Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina.

Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba." (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari jundub bin Samurah z)

5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas

Rasulullah bersabda :

"Tiba-tiba aku melihat para wanita yang panyudara-panyudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas.

Maka aku bertanya :

'Kenapa mereka ?'

Malaikat menjawab :

"Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar'i). "

(HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil t dalam Al-Jami'ush Shahih berkata : "Ini hadits shahih dari Abtj Umamah Al-Bah
ili.")

Wallahu Alam Bishowaab, Wabillahitaufik Walhidayah,

Jumat, 25 Januari 2013

Cinta Nabi Muhammad SAW. · 532,517 like this
13 minutes ago ·
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

" BELAJAR BAHASA ARAB "

1). Salam ukhwah fillah - salam persahabatan karena Allah.

2). Ukhti - kakak atau saudara perempuan.

3). Akhi - abang atau saudara lelaki.

4). Zauj - suami.

5). Zaujah - isteri.

6). Assif jiiddan - i’m really sorry.

7). Syukran-afwan - terima kasih - sama-sama.

8). Ukhuwwah Fillah Abadan Abada - persaudaraan karena Allah selama-lamanya.

9). Fa’iza ‘azamta fatawakkal’alallah - setelah kamu berazam maka bertawakkal lah.

10). Iinni akhafullah - sesungguhnya aku takutkan Allah.

11). Mafi qalbi ghairullah - tiada apa di dalam hati selain Allah.

12). Lau samahta - excuse me.

13). Naltaqi ghadan - kita jumpa lagi esok.

14). Ilalliqa’ - Moga bertemu lagi.

15). Syafaakallah - Moga Allah menyembuhkan
kamu – (lelaki).

16). Syafaakillah - Moga Allah menyembuhkan kamu – (perempuan)

17. Taffadhol - silakan.

18). La aadri - saya tak tahu.

19). Ma fi musykilah - tiada masalah.

20). Bitaufiq wannajah - semoga mencapai kejayaan.

21). Jazakallahu khairan kathira - Semoga Allah memberi/menambah kebaikan yang banyak kepadamu.

22). Wa iyyaka - dan ke atas kamu juga. (jawaban untuk jazakallahu khairan kathira).

23). Allahukhairujaza’ - Allah adalah sebaik-baik pemberi.

24). Fahimtum - adakah anda faham ?!

25). Fahimna - kami telah faham.

26). Sobahalkhair - selamat pagi.

27). Ijtahid wala taksal - bersunggguh-sungguh dan janganlah kamu malas.

28). Laa Tahzan Innallaha Maana - Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersamamu.

29). Kafaa bilmauti waa-‘izhan - cukuplah kematian itu menjadi peringatan.

30). Bi idznillah , Inshaallah kull khayr! Aamiin; Barakallahu fiykum - dengan izin Allah, insha Allah semuanya baik! Aamiin, semoga Allah merahmati kamu.

31). Masa ul khair - selamat petang.

32). Tushibu ‘alal khair - selamat malam.

33). Na’am - Ya.

34). Yallah yallah bisura’h - mari-mari cepat (lekas2).

35). Ismahli ya ustaz/ustazah,uridu an azhaba ilal dauratul miah ?! - tumpang tanya wahai ustaz/ustazah, bolehkah saya ingin ke bilik air ?!

36). Sannah helwah - happy birthday.

37). Ana aidon - saya juga.

38). Maas salamah - Selamat tinggal.

39). Alaa khoirin wa afiyyah - dalam keadaan
baik dan sehat.

40). Nin sain ? - kamu ada di mana ?

41). Ayyuhidma alaik - apa yang boleh saya bantu.

42). Barakallahu fiykum - Semoga Allah memberkati kamu.

43). Dai’e - pendakwah.

44). Allah ghoyatuna - Allah tujuan kami.

45). Ar-Rasul qudwatuna - Rasul teladan kami.

46). Al-Qur'an dusturna - Al-Qur'an panduan
kami.

47). Al-Jihad sabiiluna - Jihad jalan kami.

48). Al-Mautu fi sabilillah asma amanina - syahid cita tertinggi kami.

49). Innallaha ma’ana - sesungguhnya Allah bersama kami.

50). Wa'allahu a'lam Bisshowab - Hanya Allah yang Mengetahui Pastinya.

51.> ღ Ada yang mau menambahkan ? ^_^ ღ

Rabu, 23 Januari 2013

Jan 22, 2013

Aku Ujian Bagimu, Kamu Ujian Bagiku

Diangkat dari sebuah kisah nyata, tentang seorang lelaki shalih dan perempuan shalihah, atau lebih tepatnya.. tentang kedua insan manusia yang selalu berupaya untuk selalu mendekat kepada Allah Subhanahu wata’alla.
Lelaki tersebut bernama Putra, dan perempuan tersebut bernama Adinda. Tentu saja bukan nama sebenarnya. Tapi yang pasti, ini adalah kisah nyata. Benar-benar terjadi.

***
Putra adalah seorang lelaki yang dibekali Allah pengalaman hidup yang tidak biasa. Masa mudanya sempat diwarnai oleh berbagai macam pilihan kehidupan yang tidak tepat, yang kemudian menghantarkannya kepada sebuah jurang. Tapi ternyata, itu merupakan jurang yang sangat disyukuri. Adanya jurang kehidupan tersebut membentuk seorang Putra menjadi sosok yang semakin mendekat kepada Allah. Mentalnya ditempa, tanggung jawabnya diuji. Hantaman keras masa lalunya menggerakkan seorang Putra untuk menyebarkan ilmu bagi banyak orang agar tidak terjerumus dalam kesalahan seperti yang pernah ia lakukan. Allah karuniakan pula kemampuan yang sangat luar biasa yang mendukung semangat Putra dalam meniti langkah baiknya. Putra menyadari, segala alur kehidupannya, diarahkan oleh Allah dengan berbagai maksud dan tujuan. Jadilah Putra sosok lelaki yang sangat mencintai Allah.
Adinda adalah seorang perempuan yang memiliki kisah hidup yang juga tidak biasa. Adinda tumbuh dalam lingkaran terdekat yang tidak begitu harmonis. Sejak kecil, Adinda mencari nilai-nilai kehidupan dari luar rumah. Tapi sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah anugerahkan Adinda berbagai macam kemampuan hebat yang mengundang decak kagum banyak orang, dipadu dengan lingkungan luar tempatnya bertumbuh yang sangat mendukung. Allah hadirkan berbagai kesulitan dalam kehidupan Adinda, untuk membuatnya semakin kuat, semuda mungkin. Adinda dicoba dengan berbagai macam hambatan yang sebetulnya sangat sulit bagi perempuan seusianya, tapi justru itulah yang membuatnya menjadi sangat matang dibandingkan perempuan lain seusianya. Adinda memahami, ada peran besar Allah dalam kehidupannya. Jadilah Adinda sosok perempuan yang sangat mencintai Allah

***
Selama beberapa tahun ke belakang, Putra dan Adinda adalah partner yang sangat baik. Mereka memiliki passion yang sama yang akhirnya membuat mereka seringkali dipertemukan dalam berbagai kegiatan dan project yang serupa.
Tahun demi tahun berlalu, pertemuan menjadi suatu hal yang biasa. Langkah baik Putra, didukung oleh kemampuan Adinda. Adinda pun banyak sekali menimba ilmu dari Putra. Akhirnya mereka pun tumbuh bersama, sama-sama melesatkan diri dalam kebaikan. Saling mendukung satu sama lain. Tapi itu sudah menjadi hal biasa, saking seringnya.
Kehidupan Putra dan kehidupan Adinda pun dijalankan masing-masing, tidak ada hal yang spesial. Keduanya ini bukan orang yang biasa-biasa saja. Mereka adalah orang-orang yang piawai memaknai kehidupan, sehingga menjadikan mereka sosok panutan. Putra seorang lelaki shalih, dan Adinda seorang perempuan shalihah. InsyaAllah..
Sampai tiba suatu ketika, Putra dan Adinda merasakan getaran yang tidak biasa, entah darimana datangnya, dan entah kapan tepatnya. Keterbiasaan mereka melakukan komunikasi, membuat Putra merasa ‘terisi’ oleh Adinda. Kenyamanan yang ditimbulkan pun membentuk sebuah kebiasaan, yaitu kebiasaan mencari ketika Adinda tidak berada di sekelilingnya. Putra belum menyadari, apakah yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya.
Di sisi yang lain, Adinda yang sudah banyak menimba ilmu dari Putra tidak pernah merasa harus waspada, sebab sudah bertahun-tahun ia tumbuh dan belajar banyak dari seorang Putra. Kalau soal ‘terisi’, Adinda sudah merasakannya jauh lebih lama dari Putra merasakannya. Hanya saja memang tidak ada yang spesial, sebab saking seringnya itu. Tapi kali ini lain. Adinda pun merasakan ada getaran yang tidak biasa. Perbedaannya, Adinda acuh. Sebab Adinda tahu bahwa Putra tidak mungkin melewati batas hubungan. Adinda belajar ilmu menjaga diri juga dari seorang Putra.
Semakin hari, tanpa disadari, komunikasi yang dilakukan semakin sering membawa mereka pada penguatan perasaan. Kekaguman yang memang sudah ada sejak dulu, semakin besar. Pengetahuan mereka tentang kondisi kehidupan satu sama lain pun semakin mendalam. Ini lahan nikmat bagi syaitan menggoda antara dua insan manusia, maka terhembuslah sebuah perasaan bernama.. cinta.
Putra yang shalih sangat memahami ilmu tentang cinta yang belum halal. Adinda yang shalihah pun sangat meyakini ilmu tentang penjagaan diri sebelum ijab sah menggema. Tapi cinta ini hembusannya halus, menelusup ke dalam hati, tanpa disadari. Tau-tau mereka sudah mulai merasa saling ketergantungan, hingga takut kehilangan, meskipun tidak diikrarkan menjalin hubungan seperti pacaran. Doa-doa yang terpanjat pun mulai tidak lurus.
“Ya Allah.. bila ada kebaikan saat kami berjodoh, maka mudahkanlah. Jika lebih banyak mudharat-nya, maka jauhkanlah. Hm.. tapi ya semoga lebih banyak kebaikannya, jadi dia bisa jadi jodohku..”
Hehehe. Semakin dalam perasaannya, semakin sebuah doa tersebut mengatur ketentuan Allah. Padahal jelas-jelas manusia hanya diminta maksimal ikhtiar di jalan yang Allah ridhoi, sedangkan hasil suka-suka Allah.
“Ya Allah.. aku sangat yakin jika kami bersatu dalam pernikahan, kami pasti akan bertumbuh lebih melesat. Visualisasiku sangat jelas ya Allah. Pastilah aku pun akan lebih semangat melakukan ini dan itu dengan kehadirannya membersamai kehidupanku.. Please ya Allah..”
Cinta itu tidak buta, tapi melumpuhkan logika. Sosok shalih dan shalihah ini terperangkap dalam getaran rasa luar biasa yang menguji ketaatan. Sebetulnya mudah saja, Putra tinggal melangkah dengan niat baik, mengajak Adinda ke gerbang pernikahan. Itu sudah obat paling mujarab, yaitu menghalalkan rasa.
Putra berusaha, Adinda pun berusaha, tentu saja melalui cara yang sesuai dengan syari’at Allah. Mereka mau melakukan ta’aruf. Tapi sayang sekali dalam kisah mereka, niat baik Putra ini sudah diatur Allah untuk tidak bisa terlaksana. Maka dengan sebuah alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, Putra tidak bisa menikahi Adinda.
Sebetulnya Putra mengerti, begitu pun dengan Adinda. Mereka tidak bisa bersatu dalam pernikahan saat itu adalah sudah merupakan bagian dari rencana-Nya. Tapi akibat perasaan sudah terlampau dalam, keduanya sempat ‘jatuh’ dan ‘terguncang’. Sebab saya mendengar kisah ini dari sisi perempuannya, maka akan saya ungkap dari sisi seorang Adinda.
Setiap malam Adinda menangis. Ia sangat tahu bahwa itu berarti ia tidak ridho pada ketetapan Allah. Tapi emosi sangat tidak tertahankan. Ia paham, tangisan sedihnya ini adalah akibat perbuatannya sendiri. Ia mengizinkan cinta belum halal singgah ke hatinya, dan meski sudah paham.. ia tetap mengizinkan komunikasi ‘menjurus’ terjalin antara dia dengan Putra. Memang nikmat diperhatikan oleh orang yang kita sukai, tapi selama belum halal, syaitan mengambil peran. Disitulah lumpuhnya logika.
Harapan indah terlanjur menghiasi rongga-rongga mimpi Adinda, hingga ketika ia menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan, ia terhempas keras ke tanah. Adinda menyesali pelanggarannya terhadap syari’at Allah.
Sebetulnya, Adinda sudah beberapa kali tidak jadi menikah. Tapi ia tidak pernah merasa ‘terguncang’. Sebab selama ia berproses sebelumnya, ia berhasil membentengi dirinya untuk tidak mengizinkan cinta bermain-main di dalam hatinya. Ia betul-betul lurus mengikuti syari’at Allah. Akhirnya dulu, meskipun tidak sampai ke gerbang pernikahan, Adinda tetap bisa seperti biasa. Toh belum ada harapan apa-apa selain harapan kebaikan yang ia gantungkan kepada Allah. Tapi lain dengan kali ini. Adinda sangat terpukul.
Entah apa yang dirasakan Putra, bisa jadi sama, atau mungkin lebih kuat. Entahlah. Tapi yang pasti, Adinda selalu menghiasi malam-malamnya dengan duka. Beberapa kali ia menghalau, beberapa kali itu pula ia terjatuh. Adinda memahami bahwa ini merupakan bagian dari penguatan dirinya.
Ia kembali terseok mendekat pada Allah, sebab kemarin sempat terlupa. Bulir-bulir air mata malu menetes dalam setiap shalat malamnya. Tengadah kedua tangannya menjadi saksi pengakuan dosa yang membawanya pada akibat yang sulit dihempas. Rasa sakit berulang kali menghampiri hati apabila Adinda secara tak sengaja melihat Putra. Bagaimana tidak, mereka berada dalam satu lingkungan yang masih mengharuskan mereka untuk banyak terlibat kerjasama.
Beberapa minggu kemudian, Adinda banyak mendapat hikmah dan pembelajaran dari kisah kehidupannya tersebut. Semoga ini bisa menjadi cerminan bagi kita semua, khususnya bagi para muslimah yang sedang berupaya taat pada Allah. Bismillahirrahmanirrahim..
“Kami ini bukan orang-orang yang tidak paham. Kami adalah orang-orang yang justru sangat memahami tentang hakikat sebuah cinta, yang seharusnya hanya terjalin setelah ijab sah terucap. Putra dihadirkan ke dalam kehidupan saya untuk menjadi ujian bagi saya, saya pun dihadirkan dalam kehidupan putra untuk menjadi ujian baginya. Inilah ujian ketaatan yang Allah maksudkan. Saya menyesal telah melanggar ketentuan Allah, tapijuga bersyukur pernah mengalaminya. Sebab sekarang saya tau bagaimana rasa sakitnya, maka sulit rasanya bagi saya untuk mengulang kembali kesalahan tersebut. Jangan pernah coba-coba mengizinkan cinta sebelum datang kepastian halal. Ini bukan teori, sebab saya sudah praktek langsung. Saat ini saya masih belum pulih betul, masih sering tersedu. Tapi lebih banyak tersedu malu pada Allah. Sungguh saya bersyukur atas ampunan Allah yang amat luas. Meski tertatih, kini saya kembali mendekat pada-Nya. Semoga bisa jadi pembelajaran bagi kita semua..”

***
Menurut kabar terakhir, sekarang Adinda sudah lebih baik. Kehidupannya kembali normal dan pandangannya kembali positif. Rasanya tidak ada untungnya terus terpuruk. Kita terpuruk ataupun bersemangat, itu sama-sama tidak bisa mengubah keadaan yang sudah terjadi. Perbedaannya, terpuruk mengarahkan diri pada pemberhentian langkah maju, sedangkan semangat mengarahkan diri pada perubahan menuju perbaikan.
Sesungguhnya, tidak satupun orang dihadirkan Allah ke dalam kehidupan kita untuk menyakiti kita, melainkan untuk membuat kita lebih kuat. Dari sanalah kita akan mendapatkan banyak pembelajaran, yang mendewasakan. Memantapkan ayunan langkah menyambut tantangan kehidupan yang lebih besar.
“Kehadiranmu menguji ketaatanku, kehadiranku menguji keimananmu. Aku ujian bagimu, dan kamu ujian bagiku.” – Febrianti Almeera
♥ BismillaahiRRahmaaniRRaahiim ♥

" 7 PINTU NERAKA "

"Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)." (QS. Al-Hijr: 44)

Diriwayatkan bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saw memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Jibril menjawab: Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain, nama-nama pintu tersebut adalah:

1. Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini untuk kaum munafik dan kafir.
2. Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah.
3. Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah api).
4. Lazza, pintu ini untuk setan dan para pengikutnya serta para penyembah api.
5. Huthamah (menghancurkan hingga berkeping-keping), pintu ini untuk kaum Yahudi.
6. Sa'ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), pintu ini untuk kaum kafir.

Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Jibril terdiam. Nabi saw meminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril pun menjawab: Pintu ini untuk umatmu yang angkuh; yang mati tanpa menyesali dosa-dosa mereka.Wallahu A'alam

Minggu, 20 Januari 2013


•♥•.¸.•*¨)PERNIKAHAN IDEAL•♥•.¸.•*¨)

•♥•.¸.•*¨)SAMARA(Sakinah Mawaddah Warohmah)•♥•.¸.•*¨)


♥Bismillaahirrahmaanirrahiim♥

•♥•.Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarakatuh•♥•.¸

•♥•.¸.•*¨)•♥•.¸.•*¨)•♥•.¸.•*¨)•♥•.¸.•*¨)•♥•.¸.•*¨)

Firman Allah
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta satu sama lain. Dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.
( QS. An Nisa: 1)

Sungguh bijaksana dan penuh hikmah ketika Allah mensyariatkan pernikahan, yang disifati dalam Al Qur’an dengan “Miitsaaqan Galiidzan”, atau tali ikatan yang berat.

Pernikahan yang didalamnya tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan atau penyaluran seksual secara halal, tetapi ia mengemban tujuan yang lebih agung dari itu. Sebagai manusia yang Allah ciptakan dengan salah satu peran sebagai Khalifah telah Allah sematkan dipundaknya, peran ini menuntutnya untuk dapat memakmurkan bumi dengan syariat Allah. Salah satu dari sekian syariat yang Allah turunkan adalah syariat pernikahan yaitu bersatunya dua orang antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan yang halal yang diharapkan kelak dapat membangun dan menghasilkan generasi rabbani.Aamiin..

•♥•.¸.•*¨)☆☆☆☆☆

Dari pernikahan, diharapkan pula terciptanya keluarga SAMARA, keluarga yang berbibit ketenangan dan sakinah, berbuah cinta kasih dan mawaddah, juga berakar kasih sayang dan rahmah antara keduanya. Tentunya hal ini tidak sesederhana dalam bayangan seorang pemuda ketika berangan-angan ingin menikah, dengan banyak mimpi manis di pelupuk matanya. Tetapi ia merupakan perjalanan nan panjang sepasang insan setelah menghimpun mahligai rumah tangga yang halal, menapak tangga-tangga keharmonisan untuk menuju kestabilan rumah tangga yang didamba setiap pasangan suami istri.

☆☆Bagaimanakah Rumah Tangga Ideal itu ?

☆☆Bagaimanakah karakteristiknya ?

☆☆Bagaimana pula sakinah mawaddah wa rahmah dapat hinggap dalam keluarga dan rumah tangga kita?

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang bagus bagi kalian..”, begitu jawab Al Qur’an dalam Surat Al Ahzab : 21.

Sekilas terdengar global, tapi mengandung makna yang dalam dan luas. Dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan dalam semua hal; dalam segi ibadah, akhlaq, kepemimpinan, berdagang dan bermu’amalat, termasuk juga suri tauladan dalam segi kerumahtanggaan.
Bagaimana Rasul berumah tangga?
Bagaimana beliau berinteraksi dengan para istrinya?
dan sebaliknya,Bagaimana para istrinya Ummahatul Mukminin berinteraksi dengan Rasulullah demi membangun keluarga yang penuh sakinah mawaddah wa rahmah.

Berikut Ini agar tercipta Rumah Tangga yang SAMARA(Sakinah Mawaddah Warahmah):

☀Ikut ambil porsi dan peran dalam pekerjaan rumah☀

Suatu hari Aisyah ditanya oleh seorang sahabat Rasul yang bernama Al Aswad: “Apa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah di rumahnya?”. Dengan penuh kebahagiaan, dijawab oleh Aisyah: “Rasulullah biasa melayani/membantu istrinya dalam pekerjaan rumah, jika datang waktu sholat, maka beliau keluar untuk melaksanakannya“.(HR.Bukhori).

Rasulullah yang kita semua tahu bagaimana kesibukannya di luar rumah, selain sebagai kepala negara, juga sebagai pemimpin perang, belum kesibukannya dalam perkara pengadilan dan memutuskan hukuman untuk orang-orang yang berselisih, dan lain-lain. Kesibukannya tidak menghalangi Rasulullah untuk sekedar menyapa sang istri, menerima keluh kesahnya dan kelelahannya terkait urusan rumah yang tidak pernah selesai. Tidak hanya itu, tetapi beliau turun langsung ikut membantunya dengan tanpa diminta. Tidak segan, tidak malu, ataupun tidak merasa bahwa sifat wibawa seorang suami di hadapan istri akan turun. Justru sebaliknya, kehadiran samara pelan-pelan tumbuh dalam hubungan mereka, ikatan rumah tangga pun semakin erat dengan hal-hal yang sebenarnya ringan ini.

☀Saling memahami perasaan pasangan☀

Inipun juga merupakan salah satu pondasi keluarga samara. Timbal balik dalam berempati antara pasangan sangat diperlukan dalam berinteraksi satu sama lain. Ketika istri marah, terlihat ketidaksukaan, maka suami akan segera tahu dan meresponnya. Pun sebaliknya. “Sesungguhnya aku tahu jika kamu sedang ridho terhadapku atau ketika kamu sedang marah kepadaku”, begitu suatu kali Rasulullah menegur Aisyah. “Jika kau ridho terhadapku, kau akan berkata: “Tidak, demi Tuhan Muhammad”, tetapi jika kau marah, kau bekata, “Tidak, demi Tuhan Ibrahim”. Demikian tertulis di Shahih Muslim.

Ataupun mungkin terlihat sang istri bersedih ataupun menangis dalam kesedihan, suami segera merengkuhnya dan menyapu air mata istri dengan lembut. Begitu Rasulullah mulia mengajarkan dan tertulis dalam Sunan An Nasai, ketika suatu hari Shafiyyah binti Huyyai menemani dalam perjalanan Rasulullah tetapi kendaraan unta yang ditumpanginya sangat pelan sekali hingga ia terlambat sampai di tujuan, Rasul me-nyambut Shafiyyah yang langsung mengeluh seraya sesenggukan menangis: "Kau berikan kepadaku unta yang lamban sekali..", secara otomatis tangan beliau yang mulia menyapu air mata Shafiyyah hingga ia berhenti menangis.

Sebuah pelajaran yang berharga dari Rasulullah untuk ummatnya. Jika para pasutri mengkajinya dan menjadikan tauladan, benih samara niscaya akan tumbuh subur. Terlebih para suami untuk menghormati dan menyayangi istri karena istri adalah partner suami. Sebagaimana suami, istripun memiliki peran dan tanggung jawab yang tidak ringan.

Sudah sepantasnya jika dalam haji wada', haji terakhir yang dilakukan Rasulullah, beliau berkhutbah panjang berwasiat kepada para suami untuk bertaqwa kepada Allah dalam bergaul de-ngan istri. Pun dalam sabdanya yang terkenal, beliau berkata:
"Sebaik-baik kalian yaitu yang paling baik kepada keluarganya, istrinya, dan aku yang terbaik pada keluargaku."
dalam bergaul dan berinteraksi, senantiasa merasa pengawasan Allah dalam bergaul dengan istrinya.

☀Saling Menopang dan Berkontribusi☀

Sebaliknya, suami juga mempunyai hak-hak yang harus dipenuhi oleh istri. Timbal balik dalam berkasih sayang, saling memperhatikan satu sama lain adalah sebuah keharusan dalam rumah tangga. Tidak selalu istri minta hak-haknya, sementara kewajibannya belum terlaksana. Kita dapat melihat bagaimana interaksi ummahatul mukminin dengan Rasulullah, sebagaimana Rasulullah yang berempati terhadap istrinya. Terabadikan dalam sejarah pula Khadijah selalu menghibur beliau dalam kesedihannya, dalam beban yang beliau emban. Ketika Rasulullah datang ke rumah dalam kondisi ketakutan sewaktu menerima wahyu untuk pertama kalinya. Khadijah dengan penuh kasih sayang menghibur suami dengan perkataannya yang diabadikan oleh sejarah.

Tak kalah pula Ummu Salamah, yang selalu memberikan masukan ide ketika Rasulullah dihadapkan sebuah masalah besar, dimana para sahabat tidak mau mendengarkan ucapan beliau untuk bertahallul dan menyembelih kambing karena tidak jadi melakukan umrah pada tahun 6 H, yang akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian Hudaibiyyah antara beliau dengan para kafir Quraisy.

Ummu Salamah, seorang istri yang cerdas, mampu memberikan usul yang jitu supaya Rasulullah tidak hanya sekedar memerintah, “Cukur rambut anda, dan sembelihlah kambing didepan mereka” begitu Ummu Salamah berkomentar dsecara cerdas kepada suaminya, Rasulullah yang sedang dalam kondisi sedikit galau menghadapi ulah para sahabatnya. Tanpa menunggu lagi, Rasulullah melakukan ide brillian Ummu Salamah. Ajaib, para sahabat langsung merespon perilaku Rasul bahkan mereka terlihat saling berebut alat cukur untuk bertahallul.

☀Warna-warnikan Percakapan☀

Dibutuhkan pula dalam rumah tangga, pola percakapan yang berwarna-warni, tidak selalu senada dan monoton hingga membuat bosan pasangan. Istri yang selalu mengeluh tentang perilaku anak-anaknya yang tiada henti, tiap hari yang ia bahas hanya itu saja misalnya, tentu hal ini akan membuat bosan apalagi di waktu yang tidak tepat. Percakapan atau diskusi kecil yang bisa memperluas wawasan cakrawala baik bagi istri atau suami sangat diperlukan dalam upaya membangun interaksi yang harmonis.

Diriwayatkan bahwa Aisyah heran melihat Hijr Isma’il yang bangunannya tidak bersatu dengan ka’bah, dan menanyakannya kepada Rasulullah. Keheranan tersebut menjadi sirna dengan jawaban Rasulullah, “Wahai Aisyah, jika saja kaummu tidak dekat masanya dari masa jahiliyah, sudah tentu saya akan memerintahkan agar ka'bah dirobohkan, lalu dibangun ulang, dengan memasukkan batas-batas yang dulunya dikeluarkan, dan agar (pintunya) diturunkan hingga menyentuh tanah, dan agar dibuatkan dua pintu, yakni pintu di sisi timur, dan pintu di sisi barat, sehingga bangunan ka'bah tersebut persis di atas pondasi Nabi Ibrahim”.(HR.Bukhori).

☀Refreshing / Cari Suasana Baru☀

Kehidupan rumah tangga dengan segala pernak-perniknya, apalagi setelah berjalan puluhan tahun pernikahan, terkadang rasa bosan menghinggap pasutri. Rasa bosan dengan rutinitas pekerjaan rumah, atau merasa jemu dengan akfitas harian, mencari suasana baru dengan pergi berduaan tanpa kehadiran anak-anak bisa dijadikan alternatif bagi pasutri untuk mengekalkan tali ikatan, memperbarui kecintaan antara mereka. Dimana hal ini akan dapat mengingat kembali masa-masa awal pernikahan yang indah, mengingat kembali ijab kabul yang diucapkan suami di hadapan istri dan walinya. Dan tentunya akan membawa molekul dan partikel dalam diri suami istri untuk terus mengayuh biduk rumah tangga dengan penuh kesetiaan dan penuh semangat baru kembali.

Dalam tiap bepergiaan Rasulullah pasti mengajak salah satu istrinya, dengan cara mengundi di antara para istrinya. siapa yang keluar namanya, maka dia akan keluar bepergiaan bersama Rasulullah. Hadits riwayat Bukhori Muslim ini menyiratkan sebuah makna berharga dalam kehidupan suami istri, yaitu tentang pentingnya memperbarui hubungan dengan mencari suasana baru atau dengan bepergiaan.

☀Saling Menerima dan Memaafkan☀

“Seorang mukmin tidak membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka darinya satu perilaku, maka ia suka terhadap perilaku yang lain”. (HR.Muslim).

Pesan Rasulullah yang ditujukan khususnya buat para suami istri, tentu sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari para suami istri. Sering kali, timbul sebuah kelakuan yang tidak disukai oleh suami atau istri. Di sini dibutuhkan kesabaran dari dua belah pihak, selain pemahaman antara karakter satu sama lain. Perlu diingat juga, bahwa kita menikah dengan manusia yang tentunya memiliki karakter yang berbeda. Kesalahan sedikit yang dilakukan oleh pasangan kita, tidak boleh membuat kita melupakan kebaikan-kebaikannya selama ini. Dalam satu kesalahan yang dilakukan oleh suami/istri, boleh jadi ia mempunyai seribu kebaikan yang tidak bisa dihitung. “Dan pergauli mereka (para istri) dengan cara ma’ruf, jika kalian membencinya, barangkali sesuatu yang kau benci itu Allah jadikan kebaikan yang banyak padanya”. (QS.An Nisa: 19)

Dan akhirnya, perlu disadari kembali bahwa perjalanan ini tidak hanya sekedar di dunia saja. Lika-liku perjalanan panjang pernikahan merupakan salah satu upaya dalam deretan ujian di dunia. Jika semua lika-liku yang ada diniatkan karena Allah, diniatkan sebuah ibadah demi memakmurkan dunia sesuai ketentuan Allah, niscaya ia akan terasa ringan dan berpahala. Tidak hanya di dunia saja ikatan itu, tetapi akan menjadi ikat-an lebih langgeng di akhirat nanti. Dan bahwasanya dengan ketundukan kepada aturan Allah dan Rasulullah lah, ketenangan dan keharmonisan di dalam sebuah rumah tangga akan hadir. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah, baik dari kaum laki-laki atau kaum perempuan sedangkan dia ber-iman, maka Kami (Allah) akan berikan kepadanya kehidupan yang sejahtera… “. (QS. An Nahl : 97).
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

" JODOH DALAM KUASA ALLAH "

Betapa pun seseorang berusaha sekuat tenaga membina hubungan baik,Kuasa ALLAH lah yang menentukan akhir dari hubungan itu..

Indah berakhirdipelaminan,atauterhem­pas dalam penantian..

Namun senantiasa optimis dalam Ikhtiar dan berbaik sangkalah kepada ALLAH ...

Yang terbaik dilakukan adalah
bersabar ,bertawakal dipuncak ikhtiar adalah KEPASRAHAN YANG INDAH..

"Bersabarlah menanti jodohmu duhai ukthi..

Dan berprasangka baiklah jika
ternyata orang yg engkau harapkan untuk mendampingi ternyata bukan jodoh yg engkau harapkan..

Tetap optimis bahwa semua akan indah pada saatnya.. (◡‿◡✿)

Sabtu, 05 Januari 2013

"Ada 3 Kunci keberhasilan"

1. Man Jadda Wa Jada
[Siapa yang bersungguh-sungguh
akan berhasil]

2. Man Shobaro Zafiro
[Siapa yang bersabar akan
beruntung]

3. Man Saaro 'Alaa Darbi Washola
[Siapa yang berjalan di jalur-Nya
akan sampai]

Mari sama2 Istiqomah tuk Raih
Amal Shalih
"semoga bermanfaat"

Jumat, 04 Januari 2013

‎(Adab Tidur)

Posisi tidur:

Berwudhu sebelum tidur,baca do'a tidur.

Posisi miring ke kanan, berbaringlah dengan memiringkan badan sehingga badan bertumpu pada lambung sebelah kanan. (Muttafaq alaih:1470)

Meletakkan telapak tangan dibawah pipi (HR.Bukhari:821­)

Terlarang tidur tengkurap (HR-Abu Dawud:822)

Posisi tidur Tengkurap dan Posisi Miring ke Kanan Dari Segi Kesehatan
Tidur tengkurap atau menelungkup tidak praktis untuk pernapasan atau bisa sesak dalam bernafas. Banyak tidur pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) bisa mengganggu kesehatan kita, karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak. Jika ini terjadi kita akan mengalami mimpi-mimpi sedih memilukan, mimpi buruk/­seram (nightmares), bahkan berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme). Posisi tidur terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan). Fakta ini telah diuji melalui riset medis modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam yang berkualitas wahyu, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan.

Kebenaran hanya Milik Allah.

Kamis, 03 Januari 2013

10 KUNCI SUKSES ORANG JEPANG

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).
Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaanG yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
bagaimana menurut anda............???