Rabu, 23 Januari 2013

♥ BismillaahiRRahmaaniRRaahiim ♥

" 7 PINTU NERAKA "

"Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)." (QS. Al-Hijr: 44)

Diriwayatkan bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saw memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Jibril menjawab: Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain, nama-nama pintu tersebut adalah:

1. Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini untuk kaum munafik dan kafir.
2. Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah.
3. Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah api).
4. Lazza, pintu ini untuk setan dan para pengikutnya serta para penyembah api.
5. Huthamah (menghancurkan hingga berkeping-keping), pintu ini untuk kaum Yahudi.
6. Sa'ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), pintu ini untuk kaum kafir.

Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Jibril terdiam. Nabi saw meminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril pun menjawab: Pintu ini untuk umatmu yang angkuh; yang mati tanpa menyesali dosa-dosa mereka.Wallahu A'alam

Minggu, 20 Januari 2013


•♥•.¸.•*¨)PERNIKAHAN IDEAL•♥•.¸.•*¨)

•♥•.¸.•*¨)SAMARA(Sakinah Mawaddah Warohmah)•♥•.¸.•*¨)


♥Bismillaahirrahmaanirrahiim♥

•♥•.Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarakatuh•♥•.¸

•♥•.¸.•*¨)•♥•.¸.•*¨)•♥•.¸.•*¨)•♥•.¸.•*¨)•♥•.¸.•*¨)

Firman Allah
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta satu sama lain. Dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.
( QS. An Nisa: 1)

Sungguh bijaksana dan penuh hikmah ketika Allah mensyariatkan pernikahan, yang disifati dalam Al Qur’an dengan “Miitsaaqan Galiidzan”, atau tali ikatan yang berat.

Pernikahan yang didalamnya tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan atau penyaluran seksual secara halal, tetapi ia mengemban tujuan yang lebih agung dari itu. Sebagai manusia yang Allah ciptakan dengan salah satu peran sebagai Khalifah telah Allah sematkan dipundaknya, peran ini menuntutnya untuk dapat memakmurkan bumi dengan syariat Allah. Salah satu dari sekian syariat yang Allah turunkan adalah syariat pernikahan yaitu bersatunya dua orang antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan yang halal yang diharapkan kelak dapat membangun dan menghasilkan generasi rabbani.Aamiin..

•♥•.¸.•*¨)☆☆☆☆☆

Dari pernikahan, diharapkan pula terciptanya keluarga SAMARA, keluarga yang berbibit ketenangan dan sakinah, berbuah cinta kasih dan mawaddah, juga berakar kasih sayang dan rahmah antara keduanya. Tentunya hal ini tidak sesederhana dalam bayangan seorang pemuda ketika berangan-angan ingin menikah, dengan banyak mimpi manis di pelupuk matanya. Tetapi ia merupakan perjalanan nan panjang sepasang insan setelah menghimpun mahligai rumah tangga yang halal, menapak tangga-tangga keharmonisan untuk menuju kestabilan rumah tangga yang didamba setiap pasangan suami istri.

☆☆Bagaimanakah Rumah Tangga Ideal itu ?

☆☆Bagaimanakah karakteristiknya ?

☆☆Bagaimana pula sakinah mawaddah wa rahmah dapat hinggap dalam keluarga dan rumah tangga kita?

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang bagus bagi kalian..”, begitu jawab Al Qur’an dalam Surat Al Ahzab : 21.

Sekilas terdengar global, tapi mengandung makna yang dalam dan luas. Dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan dalam semua hal; dalam segi ibadah, akhlaq, kepemimpinan, berdagang dan bermu’amalat, termasuk juga suri tauladan dalam segi kerumahtanggaan.
Bagaimana Rasul berumah tangga?
Bagaimana beliau berinteraksi dengan para istrinya?
dan sebaliknya,Bagaimana para istrinya Ummahatul Mukminin berinteraksi dengan Rasulullah demi membangun keluarga yang penuh sakinah mawaddah wa rahmah.

Berikut Ini agar tercipta Rumah Tangga yang SAMARA(Sakinah Mawaddah Warahmah):

☀Ikut ambil porsi dan peran dalam pekerjaan rumah☀

Suatu hari Aisyah ditanya oleh seorang sahabat Rasul yang bernama Al Aswad: “Apa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah di rumahnya?”. Dengan penuh kebahagiaan, dijawab oleh Aisyah: “Rasulullah biasa melayani/membantu istrinya dalam pekerjaan rumah, jika datang waktu sholat, maka beliau keluar untuk melaksanakannya“.(HR.Bukhori).

Rasulullah yang kita semua tahu bagaimana kesibukannya di luar rumah, selain sebagai kepala negara, juga sebagai pemimpin perang, belum kesibukannya dalam perkara pengadilan dan memutuskan hukuman untuk orang-orang yang berselisih, dan lain-lain. Kesibukannya tidak menghalangi Rasulullah untuk sekedar menyapa sang istri, menerima keluh kesahnya dan kelelahannya terkait urusan rumah yang tidak pernah selesai. Tidak hanya itu, tetapi beliau turun langsung ikut membantunya dengan tanpa diminta. Tidak segan, tidak malu, ataupun tidak merasa bahwa sifat wibawa seorang suami di hadapan istri akan turun. Justru sebaliknya, kehadiran samara pelan-pelan tumbuh dalam hubungan mereka, ikatan rumah tangga pun semakin erat dengan hal-hal yang sebenarnya ringan ini.

☀Saling memahami perasaan pasangan☀

Inipun juga merupakan salah satu pondasi keluarga samara. Timbal balik dalam berempati antara pasangan sangat diperlukan dalam berinteraksi satu sama lain. Ketika istri marah, terlihat ketidaksukaan, maka suami akan segera tahu dan meresponnya. Pun sebaliknya. “Sesungguhnya aku tahu jika kamu sedang ridho terhadapku atau ketika kamu sedang marah kepadaku”, begitu suatu kali Rasulullah menegur Aisyah. “Jika kau ridho terhadapku, kau akan berkata: “Tidak, demi Tuhan Muhammad”, tetapi jika kau marah, kau bekata, “Tidak, demi Tuhan Ibrahim”. Demikian tertulis di Shahih Muslim.

Ataupun mungkin terlihat sang istri bersedih ataupun menangis dalam kesedihan, suami segera merengkuhnya dan menyapu air mata istri dengan lembut. Begitu Rasulullah mulia mengajarkan dan tertulis dalam Sunan An Nasai, ketika suatu hari Shafiyyah binti Huyyai menemani dalam perjalanan Rasulullah tetapi kendaraan unta yang ditumpanginya sangat pelan sekali hingga ia terlambat sampai di tujuan, Rasul me-nyambut Shafiyyah yang langsung mengeluh seraya sesenggukan menangis: "Kau berikan kepadaku unta yang lamban sekali..", secara otomatis tangan beliau yang mulia menyapu air mata Shafiyyah hingga ia berhenti menangis.

Sebuah pelajaran yang berharga dari Rasulullah untuk ummatnya. Jika para pasutri mengkajinya dan menjadikan tauladan, benih samara niscaya akan tumbuh subur. Terlebih para suami untuk menghormati dan menyayangi istri karena istri adalah partner suami. Sebagaimana suami, istripun memiliki peran dan tanggung jawab yang tidak ringan.

Sudah sepantasnya jika dalam haji wada', haji terakhir yang dilakukan Rasulullah, beliau berkhutbah panjang berwasiat kepada para suami untuk bertaqwa kepada Allah dalam bergaul de-ngan istri. Pun dalam sabdanya yang terkenal, beliau berkata:
"Sebaik-baik kalian yaitu yang paling baik kepada keluarganya, istrinya, dan aku yang terbaik pada keluargaku."
dalam bergaul dan berinteraksi, senantiasa merasa pengawasan Allah dalam bergaul dengan istrinya.

☀Saling Menopang dan Berkontribusi☀

Sebaliknya, suami juga mempunyai hak-hak yang harus dipenuhi oleh istri. Timbal balik dalam berkasih sayang, saling memperhatikan satu sama lain adalah sebuah keharusan dalam rumah tangga. Tidak selalu istri minta hak-haknya, sementara kewajibannya belum terlaksana. Kita dapat melihat bagaimana interaksi ummahatul mukminin dengan Rasulullah, sebagaimana Rasulullah yang berempati terhadap istrinya. Terabadikan dalam sejarah pula Khadijah selalu menghibur beliau dalam kesedihannya, dalam beban yang beliau emban. Ketika Rasulullah datang ke rumah dalam kondisi ketakutan sewaktu menerima wahyu untuk pertama kalinya. Khadijah dengan penuh kasih sayang menghibur suami dengan perkataannya yang diabadikan oleh sejarah.

Tak kalah pula Ummu Salamah, yang selalu memberikan masukan ide ketika Rasulullah dihadapkan sebuah masalah besar, dimana para sahabat tidak mau mendengarkan ucapan beliau untuk bertahallul dan menyembelih kambing karena tidak jadi melakukan umrah pada tahun 6 H, yang akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian Hudaibiyyah antara beliau dengan para kafir Quraisy.

Ummu Salamah, seorang istri yang cerdas, mampu memberikan usul yang jitu supaya Rasulullah tidak hanya sekedar memerintah, “Cukur rambut anda, dan sembelihlah kambing didepan mereka” begitu Ummu Salamah berkomentar dsecara cerdas kepada suaminya, Rasulullah yang sedang dalam kondisi sedikit galau menghadapi ulah para sahabatnya. Tanpa menunggu lagi, Rasulullah melakukan ide brillian Ummu Salamah. Ajaib, para sahabat langsung merespon perilaku Rasul bahkan mereka terlihat saling berebut alat cukur untuk bertahallul.

☀Warna-warnikan Percakapan☀

Dibutuhkan pula dalam rumah tangga, pola percakapan yang berwarna-warni, tidak selalu senada dan monoton hingga membuat bosan pasangan. Istri yang selalu mengeluh tentang perilaku anak-anaknya yang tiada henti, tiap hari yang ia bahas hanya itu saja misalnya, tentu hal ini akan membuat bosan apalagi di waktu yang tidak tepat. Percakapan atau diskusi kecil yang bisa memperluas wawasan cakrawala baik bagi istri atau suami sangat diperlukan dalam upaya membangun interaksi yang harmonis.

Diriwayatkan bahwa Aisyah heran melihat Hijr Isma’il yang bangunannya tidak bersatu dengan ka’bah, dan menanyakannya kepada Rasulullah. Keheranan tersebut menjadi sirna dengan jawaban Rasulullah, “Wahai Aisyah, jika saja kaummu tidak dekat masanya dari masa jahiliyah, sudah tentu saya akan memerintahkan agar ka'bah dirobohkan, lalu dibangun ulang, dengan memasukkan batas-batas yang dulunya dikeluarkan, dan agar (pintunya) diturunkan hingga menyentuh tanah, dan agar dibuatkan dua pintu, yakni pintu di sisi timur, dan pintu di sisi barat, sehingga bangunan ka'bah tersebut persis di atas pondasi Nabi Ibrahim”.(HR.Bukhori).

☀Refreshing / Cari Suasana Baru☀

Kehidupan rumah tangga dengan segala pernak-perniknya, apalagi setelah berjalan puluhan tahun pernikahan, terkadang rasa bosan menghinggap pasutri. Rasa bosan dengan rutinitas pekerjaan rumah, atau merasa jemu dengan akfitas harian, mencari suasana baru dengan pergi berduaan tanpa kehadiran anak-anak bisa dijadikan alternatif bagi pasutri untuk mengekalkan tali ikatan, memperbarui kecintaan antara mereka. Dimana hal ini akan dapat mengingat kembali masa-masa awal pernikahan yang indah, mengingat kembali ijab kabul yang diucapkan suami di hadapan istri dan walinya. Dan tentunya akan membawa molekul dan partikel dalam diri suami istri untuk terus mengayuh biduk rumah tangga dengan penuh kesetiaan dan penuh semangat baru kembali.

Dalam tiap bepergiaan Rasulullah pasti mengajak salah satu istrinya, dengan cara mengundi di antara para istrinya. siapa yang keluar namanya, maka dia akan keluar bepergiaan bersama Rasulullah. Hadits riwayat Bukhori Muslim ini menyiratkan sebuah makna berharga dalam kehidupan suami istri, yaitu tentang pentingnya memperbarui hubungan dengan mencari suasana baru atau dengan bepergiaan.

☀Saling Menerima dan Memaafkan☀

“Seorang mukmin tidak membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka darinya satu perilaku, maka ia suka terhadap perilaku yang lain”. (HR.Muslim).

Pesan Rasulullah yang ditujukan khususnya buat para suami istri, tentu sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari para suami istri. Sering kali, timbul sebuah kelakuan yang tidak disukai oleh suami atau istri. Di sini dibutuhkan kesabaran dari dua belah pihak, selain pemahaman antara karakter satu sama lain. Perlu diingat juga, bahwa kita menikah dengan manusia yang tentunya memiliki karakter yang berbeda. Kesalahan sedikit yang dilakukan oleh pasangan kita, tidak boleh membuat kita melupakan kebaikan-kebaikannya selama ini. Dalam satu kesalahan yang dilakukan oleh suami/istri, boleh jadi ia mempunyai seribu kebaikan yang tidak bisa dihitung. “Dan pergauli mereka (para istri) dengan cara ma’ruf, jika kalian membencinya, barangkali sesuatu yang kau benci itu Allah jadikan kebaikan yang banyak padanya”. (QS.An Nisa: 19)

Dan akhirnya, perlu disadari kembali bahwa perjalanan ini tidak hanya sekedar di dunia saja. Lika-liku perjalanan panjang pernikahan merupakan salah satu upaya dalam deretan ujian di dunia. Jika semua lika-liku yang ada diniatkan karena Allah, diniatkan sebuah ibadah demi memakmurkan dunia sesuai ketentuan Allah, niscaya ia akan terasa ringan dan berpahala. Tidak hanya di dunia saja ikatan itu, tetapi akan menjadi ikat-an lebih langgeng di akhirat nanti. Dan bahwasanya dengan ketundukan kepada aturan Allah dan Rasulullah lah, ketenangan dan keharmonisan di dalam sebuah rumah tangga akan hadir. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah, baik dari kaum laki-laki atau kaum perempuan sedangkan dia ber-iman, maka Kami (Allah) akan berikan kepadanya kehidupan yang sejahtera… “. (QS. An Nahl : 97).
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

" JODOH DALAM KUASA ALLAH "

Betapa pun seseorang berusaha sekuat tenaga membina hubungan baik,Kuasa ALLAH lah yang menentukan akhir dari hubungan itu..

Indah berakhirdipelaminan,atauterhem­pas dalam penantian..

Namun senantiasa optimis dalam Ikhtiar dan berbaik sangkalah kepada ALLAH ...

Yang terbaik dilakukan adalah
bersabar ,bertawakal dipuncak ikhtiar adalah KEPASRAHAN YANG INDAH..

"Bersabarlah menanti jodohmu duhai ukthi..

Dan berprasangka baiklah jika
ternyata orang yg engkau harapkan untuk mendampingi ternyata bukan jodoh yg engkau harapkan..

Tetap optimis bahwa semua akan indah pada saatnya.. (◡‿◡✿)

Sabtu, 05 Januari 2013

"Ada 3 Kunci keberhasilan"

1. Man Jadda Wa Jada
[Siapa yang bersungguh-sungguh
akan berhasil]

2. Man Shobaro Zafiro
[Siapa yang bersabar akan
beruntung]

3. Man Saaro 'Alaa Darbi Washola
[Siapa yang berjalan di jalur-Nya
akan sampai]

Mari sama2 Istiqomah tuk Raih
Amal Shalih
"semoga bermanfaat"

Jumat, 04 Januari 2013

‎(Adab Tidur)

Posisi tidur:

Berwudhu sebelum tidur,baca do'a tidur.

Posisi miring ke kanan, berbaringlah dengan memiringkan badan sehingga badan bertumpu pada lambung sebelah kanan. (Muttafaq alaih:1470)

Meletakkan telapak tangan dibawah pipi (HR.Bukhari:821­)

Terlarang tidur tengkurap (HR-Abu Dawud:822)

Posisi tidur Tengkurap dan Posisi Miring ke Kanan Dari Segi Kesehatan
Tidur tengkurap atau menelungkup tidak praktis untuk pernapasan atau bisa sesak dalam bernafas. Banyak tidur pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) bisa mengganggu kesehatan kita, karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak. Jika ini terjadi kita akan mengalami mimpi-mimpi sedih memilukan, mimpi buruk/­seram (nightmares), bahkan berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme). Posisi tidur terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan). Fakta ini telah diuji melalui riset medis modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam yang berkualitas wahyu, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan.

Kebenaran hanya Milik Allah.

Kamis, 03 Januari 2013

10 KUNCI SUKSES ORANG JEPANG

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).
Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaanG yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
bagaimana menurut anda............???