Sabtu, 11 Januari 2014
Kamis, 09 Januari 2014
Pasangan terbaik itu sepasang Sepatu :
Pasangan terbaik itu sepasang Sepatu :
1. Bentuknya tak persis sama namun serasi.
2. Saat berjalan tak pernah kompak tapi tujuannya sama.
3. Tak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi.
4. Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau tinggi.
5. Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.
SEPATU: SEjalan samPAi TUa
1. Bentuknya tak persis sama namun serasi.
2. Saat berjalan tak pernah kompak tapi tujuannya sama.
3. Tak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi.
4. Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau tinggi.
5. Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.
SEPATU: SEjalan samPAi TUa
Selasa, 07 Januari 2014
Tanda Meninggal Husnul Khotimah
Tanda Meninggal Husnul Khotimah
Meninggal dunia dalam keadaan Khusnul Khatimah atau
akhir yang baik merupakan dambaan setiap insan.
Setidaknya ada 4 buah hadits dan 1 ayat Al Qur'an yang
dijadikan rujukan untuk menentukan tanda mati yang
baik ini. Menurut Al Imam Al Abani ra dalam kitabnya,
Ahkamul Jana'iz Wa Bida'uha, setidaknya tanda- tanda
meninggal khusnul khatimah antara lain sebagai
berikut :
1. Mengucapkan syahadat ketika hendak meninggal.
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang akhir ucapannya
adalah kalimat Laa ilaaha Illallah ia akan masuk surga.
(HR. Al Hakim).
2.Dahi berkeringat.
Rasulullah SAW bersabda, "Meninggalnya seorang
mukmin dengan keringat di dahi." (HR. Ahmad).
3. Meninggal pada malam atau siang hari Jum'at.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang muslim
pun
yang meninggal pada hari jum'at, kecuali Allah akan
menjaganya dari fitnah kubur." (HR. Ahmad, At
Tirmidzi).
4. Meninggal syahid di medan perang.
Allah SWT berfirman dalam QS Ali 'Imran : 169.
janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur
di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[1] disisi
Tuhannya dengan mendapat rezki. 170. mereka dalam
Keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati
terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang
yang belum menyusul mereka[2], bahwa tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati. 171. mereka bergirang hati dengan nikmat
dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah
tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.
Penjelasan ayat:
[1] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam
kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-
kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.
[2] Maksudnya ialah teman-temannya yang masih hidup
dan tetap berjihad di jalan Allah s.w.t.
5. Meninggal dalam keadaan beramal saleh. Rasulullah
SAW bersabda, "Siapa yang mengucapkan Laa
Ilaaha Illallah karena mengaharapkan wajah Allah, yang
ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia
masuk surga.
Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah SWT, yang ia menutup hidupnya dengan amal
tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena
mengharapkan wajah Allah SWT, yang ia menutup
hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk
surga." (HR. Ahmad).
Meninggal dunia dalam keadaan Khusnul Khatimah atau
akhir yang baik merupakan dambaan setiap insan.
Setidaknya ada 4 buah hadits dan 1 ayat Al Qur'an yang
dijadikan rujukan untuk menentukan tanda mati yang
baik ini. Menurut Al Imam Al Abani ra dalam kitabnya,
Ahkamul Jana'iz Wa Bida'uha, setidaknya tanda- tanda
meninggal khusnul khatimah antara lain sebagai
berikut :
1. Mengucapkan syahadat ketika hendak meninggal.
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang akhir ucapannya
adalah kalimat Laa ilaaha Illallah ia akan masuk surga.
(HR. Al Hakim).
2.Dahi berkeringat.
Rasulullah SAW bersabda, "Meninggalnya seorang
mukmin dengan keringat di dahi." (HR. Ahmad).
3. Meninggal pada malam atau siang hari Jum'at.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang muslim
pun
yang meninggal pada hari jum'at, kecuali Allah akan
menjaganya dari fitnah kubur." (HR. Ahmad, At
Tirmidzi).
4. Meninggal syahid di medan perang.
Allah SWT berfirman dalam QS Ali 'Imran : 169.
janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur
di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[1] disisi
Tuhannya dengan mendapat rezki. 170. mereka dalam
Keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati
terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang
yang belum menyusul mereka[2], bahwa tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati. 171. mereka bergirang hati dengan nikmat
dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah
tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.
Penjelasan ayat:
[1] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam
kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-
kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.
[2] Maksudnya ialah teman-temannya yang masih hidup
dan tetap berjihad di jalan Allah s.w.t.
5. Meninggal dalam keadaan beramal saleh. Rasulullah
SAW bersabda, "Siapa yang mengucapkan Laa
Ilaaha Illallah karena mengaharapkan wajah Allah, yang
ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia
masuk surga.
Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah SWT, yang ia menutup hidupnya dengan amal
tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena
mengharapkan wajah Allah SWT, yang ia menutup
hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk
surga." (HR. Ahmad).
Senin, 06 Januari 2014
Iklan negatif? Laporkan Kisah Nyata Keajaiban Sedekah, Diganti 1000 Kali Lipat

Kisah nyata ini terjadi di Jawa Tengah. Hari itu, seorang lelaki tengah mengengkol vespanya. Tapi tak kunjung bunyi. “Jangan-jangan bensinnya habis,” pikirnya. Ia pun kemudian memiringkan vespanya. Alhamdulillah... vespa itu bisa distarter.
“Bensin hampir habis. Langsung ke pengajian atau beli bensin dulu ya? Kalau beli bensin kudu muter ke belakang, padahal pengajiannya di depan sana,” demikian kira-kira kata hati lelaki itu. Ke mana arah vespanya? Ia arahkan ke pengajian. “Habis ngaji baru beli bensin.”
“Ma naqashat maalu ‘abdin min shadaqah, bal yazdad, bal yazdad, bal yazdad. Tidak akan berkurang harta karena sedekah, bahkan ia akan bertambah, bahkan ia bertambah, bahkan ia bertambah,” kata Sang Kyai di pengajian itu, yang ternyata membahas sedekah.
Setelah menerangkan tentang keutamaan sedekah, Sang Kyai mengajak hadirin untuk bersedekah. Lelaki yang membawa vespa itu ingin bersedekah juga, tetapi uangnya tinggal seribu rupiah. Uan g segitu, di zaman itu, hanya cukup untuk membeli bensin setengah liter.
Syetan mulai membisikkan ketakutan kepada lelaki itu, “Itu uang buat beli bensin. Kalo kamu pakai sedekah, kamu tidak bisa beli bensin. Motormu mogok, kamu mendorong. Malu. Capek.”
Sempat ragu sesaat, namun lelaki itu kemudian menyempurnakan niatnya. “Uang ini sudah terlanjur tercabut, masa dimasukkan lagi? Kalaupun harus mendorong motor, tidak masalah!”
Pengajian selesai. Lelaki itu pun pulang. Di tengah jalan, sekitar 200 meter dari tempat pengajian vespanya berhenti. Bensin benar-benar habis.
“Nah, benar kan. Kalo kamu tadi tidak sedekah, kamu bisa beli bensin dan tidak perlu mendorong motor,” syetan kembali menggoda, kali ini supaya pelaku sedekah menyesali perbuatannya.
Tapi subhanallah, orang ini hebat. “Mungkin emang sudah waktunya ndorong.” Meski demikian, matanya berkaca-kaca, “Enggak enak jadi orang susah, baru sedekah seribu saja sudah dorong motor.”
Baru sepuluh langkah ia mendorong motor, tiba-tiba sebuah mobil kijang berhenti setelah mendahuluinya. Kijang itu kemudian mundur.
“Kenapa, Mas, motornya didorong?” tanya pengemudi Kijang, yang ternyata teman lamanya.
“Bensinnya habis,” jawab lelaki itu.
“Yo wis, minggir saja. Vespanya diparkir. Ayo ikut aku, kita beli bensin.”
Sesampainya di pom bensin, temannya membeli air minum botol. Setelah airnya diminum, botolnya diisi bensin. Satu liter. Subhanallah, sedekah lelaki itu kini dikembalikan Allah dua kali lipat.
“Kamu beruntung ya” kata sang teman kepada lelaki itu, begitu keduanya kembali naik Kijang.
“Untung apaan?”
“Kita menikah di tahun yang sama, tapi sampeyan sudah punya 3 anak, saya belum”
“Saya pikir situ yang untung. Situ punya Kijang, saya Cuma punya vespa”
“Hmm.. mau, anak ditukar Kijang?”
Mereka kan ngobrol banyak, tentang kesusahan masing-masing. Rupanya, sang teman lama itu simpati dengan kondisi si pemilik vespa.
Begitu sampai... “Mas, saya enggak turun ya,” kata pemiliki Kijang. Lalu ia menerogoh kantongnya mengeluarkan sebuah amplop.
“Mas, titip ya, bilang ke istrimu, doakan kami supaya punya anak seperti sampeyan. Jangan dilihat di sini isinya, saya juga belum tahu isinya berapa,” bonus dari perusahaan itu memang belum dibukanya.
Sesampainya di rumah. Betapa terkejutnya lelaki pemilik Vespa itu. Amplop pemberian temannya itu isinya satu juta rupiah. Seribu kali lipat dari sedekah yang baru saja dikeluarkannya.
Sungguh benar firman Allah, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261).
Langganan:
Komentar (Atom)