Kamis, 21 Februari 2013


♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ♥

Ada 3 hal dalam hidup yang tidak akan kembali :
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan.

Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang :
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam.

Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran.

Ada 3 hal yang paling berharga :
1. Kasih Sayang
2. Cinta
3. Kebaikan.

Ada 3 hal dalam hidup yang tidak pernah pasti :
1. Kekayaan
2. Kejayaan
3. Mimpi.

Ada 3 hal yang membentuk watak seseorang :
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja keras.

Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
1. Tekad
2. Kemahuan
3. Fokus.

Ada 3 hal yang tidak pernah kita tahu :
1. Rezeki
2. Umur
3. Jodoh.

Tapi, ada 3 hal dalam hidup yang pasti, yaitu :
1. Tua
2. Sakit
3. Kematian.

Selasa, 19 Februari 2013

"Khoirukum man ta'allamal Qur'aana wa 'allamah. Sebaik2 kalian, yg bljr Qur'an & mengajarkannya."
Bismillah..

Dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang akhlaknya paling bagus. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak bicara (kata-kata tidak bermanfaat dan memperolok manusia)." Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?" Nabi menjawab: "Yaitu orang-orang yang sombong."(HR.Ti­rmidzi)

Sebagian ahli bijak berkata :”Aku mencari sepuluh hal pada sepuluh tempat, ternyata aku memperolehnya pada sepuluh tempat yang lain, yaitu :

1. Aku mencari ketinggian derjat dalam kesombongan, tetapi aku menemukannya dalam ketawadhu’an.

2 Aku mencari puncak ibadah dalam shalat, ternyata aku menemukannya dalam sifat wara’

3 Aku mencari kesenangan da
lam menumpuk-numpuk harta, tetapi aku menemukannya dalam sikap Zuhud ( hidup sederhana)

4 Aku mencari pelita hati dalam shalat pada siang hari, ternyata aku menemukannya dalam shalat Tahajjud pada malam hari.

5 Aku mencari cahaya (penerang) untuk hari kiamat dalam kedermawanan dan kemurahan hati, ternyata aku menemukannya dalam kehausan pada saat puasa

6 Aku mencari kemudahan dalam melintasi Shirat dengan cara berqurban, ternyata aku menemukannya dalam shadaqah.

7 Aku mencari keselamatan dari siksa neraka dalam hal yang diperbolehkan, ternyata aku mendapatkannya dengan menghindari keinginan hawa nafsu

8 Aku mencari kecintaan terhadap Allah dengan cara meninggalkan keduniaan, ternyata aku menemukannya dalam berzikir

9 Aku mencari kesentosaan dalam bergaul dengan masyarakat, ternyata aku menemukannya dalam ‘uzlah

10 Aku mencari cahaya hati dalam berbagai nasehat dan membaca Al-Quran, ternyata aku menemukannya dalam bertafakkur dan menangis dihadapan Allah ( diakhir malam)

***
Mengenai keutaman- keutamaan shalat Tahajjud, Rasulullah bersabda:
“Sedekat-dekat Tuhan dengan hambanya adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Jika kalian mampu menjadi orang yang bisa berzikir kepada Allah pada saat itu, silahkan engkau lakukan (HR Tirmidzi, Nasa’i dan Hakim)

“Shalat Sunnah dua rakaat yang dikerjakan oleh anak Adam pada sepertiga malam yang terakhir itu lebih baik baginya daripada dunia dan seisinya. Jika tidak khawatir akan memberatkan umatku, niscaya akan aku wajibkan hal itu kepada mereka’ (HR Ibnu Nashr)

Berkaitan dengan keutamaan puasa , Nabi bersabda :
“Sesungguhnya disurga ada sebuah pintu yang dinamakan “Ar-Rayyan “ sebagai tempat masuk khusus bagi mereka yang suka berpuasa, dan tidak seorangpun selain mereka yang diizinkan masuk melewati pintu tersebut.
Ketika ditanyakan :”Dimanakah orang-orang yang suka berpuasa? , mereka berdiri .
Tak ada seorangpun yang bisa masuk melalui pintu itu, selain mereka.
Apabila mereka sudah masuk semua, maka pintu itu dikunci. Dengan demikian , tidak ada seorangpun yang bisa masuk dari pintu tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim, dari Sahl bin Saad)

Tidak ada seorang hamba yang berpuasa sewaktu berperang dijalan Allah , kecuali Allah akan menjauhkan dia dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan ‘ (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id )

Berkaitan dengan keutamaan zikir , nabi bersabda :
“Zikir itu lebih baik daripada sadaqah (sunnah) , jauh lebih baik daripada puasa “. (HR Abu Syaikh dari Abu Hurairah)
Wallahualam bisshawwab

(Imam Nawawi Al Bantani “Nashaihul Ibad)

Senin, 18 Februari 2013

.. SEBUAH KISAH NYATA KEAJAIBAN SEDEKAH, .. DIGANTI 1000 KALI LIPAT .. (Subhanallah ..!!)

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Kisah nyata ini terjadi di Jawa Tengah. Hari itu, seorang lelaki tengah mengengkol vespanya. Tapi tak kunjung bunyi. “Jangan-jangan bensinnya habis,” pikirnya. Ia pun kemudian memiringkan vespanya. Alhamdulillah.. . vespa itu bisa distarter.

“Bensin hampir habis. Langsung ke pengajian atau beli bensin dulu ya? Kalau beli bensin kudu muter ke belakang, padahal pengajiannya di depan sana,” demikian kira-kira kata hati lelaki itu. Ke mana arah vespanya? Ia arahkan ke pengajian. “Habis ngaji baru beli bensin.”

“Ma naqashat maalu ‘abdin min shadaqah, bal yazdad, bal yazdad, bal yazdad. Tidak akan berkurang harta karena sedekah, bahkan ia akan bertambah, bahkan ia bertambah, bahkan ia bertambah,” kata Sang Kyai di pengajian itu, yang ternyata membahas sedekah.

Setelah menerangkan tentang keutamaan sedekah, Sang Kyai mengajak hadirin untuk bersedekah. Lelaki yang membawa vespa itu ingin bersedekah juga, tetapi uangnya tinggal seribu rupiah. Uan g segitu, di zaman itu, hanya cukup untuk membeli bensin setengah liter.

Syetan mulai membisikkan ketakutan kepada lelaki itu, “Itu uang buat beli bensin. Kalo kamu pakai sedekah, kamu tidak bisa beli bensin. Motormu mogok, kamu mendorong. Malu. Capek.”

Sempat ragu sesaat, namun lelaki itu kemudian menyempurnakan niatnya. “Uang ini sudah terlanjur tercabut, masa dimasukkan lagi? Kalaupun harus mendorong motor, tidak masalah!”

Pengajian selesai. Lelaki itu pun pulang. Di tengah jalan, sekitar 200 meter dari tempat pengajian vespanya berhenti. Bensin benar-benar habis.

“Nah, benar kan. Kalo kamu tadi tidak sedekah, kamu bisa beli bensin dan tidak perlu mendorong motor,” syetan kembali menggoda, kali ini supaya pelaku sedekah menyesali perbuatannya.

Tapi subhanallah, ..
orang ini hebat. “Mungkin emang sudah waktunya ndorong.” Meski demikian, matanya berkaca-kaca, “Enggak enak jadi orang susah, baru sedekah seribu saja sudah dorong motor.”

Baru sepuluh langkah ia mendorong motor, tiba-tiba sebuah mobil kijang berhenti setelah mendahuluinya. Kijang itu kemudian mundur.

“Kenapa, Mas, motornya didorong?” tanya pengemudi Kijang, yang ternyata teman lamanya.

“Bensinnya habis,” jawab lelaki itu.
“Yo wis, minggir saja. Vespanya diparkir. Ayo ikut aku, kita beli bensin.”

Sesampainya di pom bensin, temannya membeli air minum botol. Setelah airnya diminum, botolnya diisi bensin. Satu liter. Subhanallah, sedekah lelaki itu kini dikembalikan Allah dua kali lipat.

“Kamu beruntung ya” kata sang teman kepada lelaki itu, begitu keduanya kembali naik Kijang.

“Untung apaan?”
“Kita menikah di tahun yang sama, tapi sampeyan sudah punya 3 anak, saya belum”

“Saya pikir situ yang untung. Situ punya Kijang, saya Cuma punya vespa”

“Hmm.. mau, anak ditukar Kijang?”

Mereka kan ngobrol banyak, tentang kesusahan masing-masing. Rupanya, sang teman lama itu simpati dengan kondisi si pemilik vespa.

Begitu sampai... “Mas, sayang enggak turun ya,” kata pemiliki Kijang. Lalu ia menerogoh kantongnya mengeluarkan sebuah amplop.

“Mas, titip ya, bilang ke istrimu, doakan kami supaya punya anak seperti sampeyan. Jangan dilihat di sini isinya, saya juga belum tahu isinya berapa,” bonus dari perusahaan itu memang belum dibukanya.

Sesampainya di rumah. Betapa terkejutnya lelaki pemilik Vespa itu. Amplop pemberian temannya itu isinya satu juta rupiah. Seribu kali lipat dari sedekah yang baru saja dikeluarkannya.

Sungguh benar firman Allah, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261).
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :

Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: “Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda), sebelum datang masa tua renta.”

Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: “Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.”

Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: “Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.”

Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya: ”Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.”

Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: “Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.”

Minggu, 17 Februari 2013

RAHASIA SHALAT DHUHA YANG HARUS KITA KETAHUI

BismillaahiRRahmaaniRRahiim..Allah Ta'ala dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu Dhuha. Dalam pembukaan surat As-Syams, Allah berfirman, "Demi matahari dan demi waktu Dhuha." Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Addhuha.

Pada pembukaannya, Allah berfirman, "Demi waktu Dhuha." Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah Ta'ala setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu Dhuha, berarti waktu Dhuha adalah waktu yang sangat penting. Benar, waktu Dhuha adalah waktu yang sangat penting. Di antara doa Rasulullah SAW: Allahumma baarik ummatii fii bukuurihaa. Artinya, "Ya Allah berilah keberkahan kepada umatku di waktu pagi."

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu Subuh dan Dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan keberkahan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak sempat shalat Subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu.

Abu Dzar meriwayatkan sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, ''Bagi tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca tasbih (subhanallah) adalah sedekah, satu kali membaca tahmid (alhamdulillah)­ adalah sedekah, satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha.'' (HR Muslim)

Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', "Kadang Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha sampai delapan rakaat." (HR Muslim). Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat shalatnya sampai tiba waktu Dhuha, kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima. Para ulama hadis merekomendasika­ n hadis ini kedudukannya hasan.

Jelaslah bahwa shalat Dhuha sangat penting bagi orang beriman. Penting bukan karena--seperti­ yang banyak dipersepsikan--­ shalat Dhuha ada hubungannya dengan mencari rezeki, melainkan ia penting karena sumpah Allah SWT dalam Al-Qur'an. Maka, sungguh bahagia orang-orang beriman yang memulai waktu paginya dengan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu dilanjutkan dengan shalat Dhuha..