Senin, 04 Maret 2013
MENUTUP AURAT
♥ Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke Neraka.
♥ Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke Neraka.
Pernah dengar kajian salah seorang ustadz? Beliau mengatakan bahwa ketika di akhirat nanti seorang anak bisa membantu orang tuanya masuk ke surga dengan amalan-amalan anaknya, tetapi orang tua tidak bisa menolong anaknya masuk syurga dengan amalan-amalan orang tuanya.
Untuk itu menjadi soleh dan solehah bukan pilihan. Tapi harga mati!
♥ Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke Neraka.
♥ Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke Neraka.
Pernah dengar kajian salah seorang ustadz? Beliau mengatakan bahwa ketika di akhirat nanti seorang anak bisa membantu orang tuanya masuk ke surga dengan amalan-amalan anaknya, tetapi orang tua tidak bisa menolong anaknya masuk syurga dengan amalan-amalan orang tuanya.
Untuk itu menjadi soleh dan solehah bukan pilihan. Tapi harga mati!
Sabtu, 02 Maret 2013
... NOSTALGIA CINTA SEORANG SUAMI SHALEH ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Teringat ketika dulu saat pertama kali
aku melihatmu, berlalu di hadapanku. Aku hanya melihat gamis ungu tua
dipadankan dengan rok dan jilbab dengan warna senada. Tak sempat ku
lihat wajahmu, hingga rasa penasaranku berlalu karena aku tak mungkin
bisa mengenalmu.
Teringat ketika seorang saudara menawarkan
wanita shalihah padaku. Yang ku tahu bahwa pilihannya insyaAllah bagus
untukku. Saudara yang ku kenal ke shalihannya, tak kan mungkin
menjerumuskanku. Rumus husnuzhan yang ku yakini saat itu. Bukanlah
sebuah kepasrahan, namun keyakinan.
Teringat ketika dulu aku
menadhormu, suasana menegangkan yang ku rasakan. Bertandang ke rumah
keluargamu dengan hati penuh rasa, detak jantungku semakin cepat saat
aku melihat gaun yang kau kenakan, warna yang sama yang berlalu di
hadapanku. Gamis ungu tua dipadankan dengan rok dan jilbab dengan warna
senada. Ya Allah...itu dia desahku. Saat ku lihat wajahmu yang tertunduk
begitu dalam, ku yakin bahwa tidak hanya aku yang deg-degan, detak
jantungku mulai kembali normal.
Teringat ketika dulu aku
mengkhitbahmu. Hari itu hatiku berbunga senang, namun jantungku masih
deg-degan, tetap berdetak tak normal. Berlalu dengan hasil yang
membanggakan, I am the winner karena berhasil memenangkan hatimu, kau
menerima pinanganku sayang.
Teringat ketika dulu aku mengikatmu
dengan kalimat ijab kabul dan jabat tangan ayahmu dalam genggaman. Do’a
makbul terucapkan “ baarokallahu laka wa baaroka ‘alaika wa jam’a
bainakuma fii khair”. Qalbuku berdesir kalimat ALHAMDULILLAH... Allah
bukit tursina kini ada di pundakku, mudahkan hamba mengemban amanah
untuk kehidupan dunia – akhirat semoga sampai ke syurgaNya, amiin.
Rabb, pilihanMu tak pernah salah, ialah istriku kini wanita shalihah.
Melahirkan jundi-jundi permata kehidupan. Letihmu yang terhias sabar.
Teringat ketika dulu pergi dan pulangku disambutnya dengan senyuman.
Mulai dari menyiapkan sarapan sampai menjelang tidurpun ada saja
pekerjaan yang kau lakukan. Seakan tak ada bagimu waktu luang, tapi
istriku memang pintar, ia tak pernah lupa dengan penampilan terbaik
untukku suaminya. Istriku sabar dalam mengurusi anak-anak kami, anak
menangis kau tenangkan dalam gendongan, kau usap airmatanya dengan
lembut dan senyuman.
Bahtera kita memang tak selalu berjalan
lancar, ada riak kecil sampai gelombang menghantam, namun kau bantu aku
menyeimbangkan bahtera kita agar tak tenggelam. Saat aku harus
menyelesaikan pekerjaan yang begitu banyak, kau pun tak lupa menyiapkan
bekal. Kopi atau teh hangat kau sediakan serta camilan ringan agar
perutku tak lapar. Sementara aku terjaga dengan setumpuk kerjaan, namun
kulihat kau di sana terurai tangis bermunajad dalam kekhusukan.
“ Abi...., sarapan dan vitamin di meja sudah ku siapkan, jangan lupa
periksa tas kerja kalau-kalau ada yang lupa ummi siapkan”, kalimat ini
yang selalu terlontar setiap pagi, saat kau sibuk membenahi rumah dan
mengurusi anak-anak kita. Setiap siang kau selalu sempat mengirimkan SMS
kasih sayang padaku, semua berbeda setiap harinya. Aku selalu tersenyum
membacanya, entah dari mana kau dapatkan kalimat-kalimat sayang itu
istriku.
Teringat ketika dulu saat aku sakit dan harus
istirahat dari aktivitas harian, sepekan aku terbaring di rumah untuk
memulihkan kembali kesehatan setelah dua pekan perawatan di rumah sakit
karena gejala ginjal. Kau tak mengeluh dan tetap sabar, menyiapkan
makanan khusus untukku, tak membiarkan anak-anak mengganggu waktu
istirahatku.
Teringat ketika dulu saat kau jatuh sakit dan
harus menjalani perawatan. Dua pekan kau terbaring lemah di rumah sakit,
dokter memvonismu terkena kanker tulang belakang. Ketika ku dengar
berita itu, seketika aku jatuh lemas tak berdaya. “ Abi.., aku istirahat
di rumah saja”. Kalimat itu terucap, karena dia membaca kesedihanku
karena melihatnya dalam perawatan. Aku semakin sedih mendengar
ucapannya, ia tak mau berlama-lama di rumah sakit hanya berteman infus
dan obat-obatan. Aku tak sanggup menolak permintaannya, karena kerasku
akan membuatnya terluka.
Rumah membuat senyumnya terkembang,
melihat anak-anak kami yang masih kecil bermain riang, bisa memeluk dan
tidur dengan mereka membuatnya bahagia. Walaupun kau hanya terbaring dan
tak bisa melakukan apa-apa. Hari itu adalah jum’at kedua kau bersama
kami.
Setelah sholat subuh dan seperti biasa aku duduk di
sampingnya untuk tilawah. Setelah selesai kau bekata padaku “ Abi,
kenapa ya mataku begitu ingin terpejam, padahal kan sudah tidur
semalaman”. Aku hanya terdiam mendengar ucapannya. Kembali ia berucap “
Abi..., ummi tidur dulu ya, jangan lupa anak-anak di perhatikan, yang
sabar ya. Abi juga jaga kesehatan “
Sesaat dengan senyum
matanyapun terpejam sambil menggenggam tanganku. Ku pandang wajahmu saat
tidur, ada damai tersirat disana. Ketika genggaman eratmu terlepas dari
tanganku, kuperiksa detak jantungmu. Ya Allah....kekasihku kembali ke
pangkuanMu. Air mataku tak terbendung, mengalir dengan derasnya.
Istriku, tak terasa sudah begitu lama kau meninggalkanku. Kini aku
hanya bisa mengenangmu, setiap tahun ku lakukan di tempat yang sama. Di
sampingmu dan memandang pusaramu. Kau memang shalihah, walau kini tak
ada lagi tempatku bermanja, namun aku selalu bahagia bahwa kau pernah
ada, mengisi sejarah kehidupan yang takkan ku lupakan. Hiduplah di
sisiNya, yang kupinta dariNya...
Kelak ku ingin -wanita shalihah- ini mendampingiku dalam kekalnya syurga.
... 9 MANFAAT SHALAT DI AWAL WAKTU ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Janganlah sampai kita umat Islam
meninggalkan yang namanya shalat wajib 5 waktu, karena begitu besar
faedah dan manfaat yang bisa kita dapatkan tanpa kita sadari.
Bagaimanapun keadaannya, selama masih bernafas, seorang muslim wajib hukumnya untuk menjalankan sahalat 5 waktu ini.
Apalagi kalau menjalankannya di awal waktu serta berjamaah.
Barang siapa yang mengerjakan sholat fardhu di awal waktu maka: ...
1. Ia akan di cintai Allah ...
2. Badannya akan sehat ...
3. Keberadaannya di jaga malaikat ...
4. Rumahnya di berkahi Allah ..
5 Wajahnya akan menampakan jati dirinya yg shalih ...
6. Hatinya akan lembut ...
7. Ia akan melewati shirothol mustaqim seperti kilat ...
8. Ia akan selamat dari siksa neraka ...
9. Ia akan di tempatkan Allah di surga ....
(riwayat: Ustman bin Affan)
Saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika ia bertemu, bercengkrama, dan berdialog dengan orang yang dicintainya.
Ketika itu, segala beban hidup dan kenistapaan akan hilang seketika.
Bagi orang beriman, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling
dinantikan, karena pada waktu itulah ia bisa mencurahkan semua isi hati
dan bermi'raj menuju Allah.
Seorang istri sedang mencoba baju yang baru dibelikan oleh suaminya..
Istri : "Abi...aku cantik kan..?"
Suami : "Tidak...!"
Istri : "Lho kok gitu jawabnya? Apa abi tidak mau hidup bersamaku selamanya?"
Suami : "Tidak...!"
... Istri : "Kalau begitu, biarkan ummi pergi saja dari kehidupan
abi... Ummi yakin, abi pasti akan menyesal dan menangis setiap hari."
[ngambek]
Suami : "Nangis..? Oh tidak...!"
Mendengar
jawaban itu, si istri merasa sedih, kecewa, kesal, marah dan ingin
rasanya ia memukul suaminya yang dirasa tak berperasaan itu.. Namun,
seketika saja sang suami menggenggam kedua tangannya lalau memegang
kedua pipinya yang memerah..
Suami : "Ummi.. Ummi tidak cantik,
tapi sungguh sangat sangat cantik. Abi tidak sekedar ingin hidup
bersama ummi, tapi abi membutuhkan ummi selamanya.. Abi juga tidak hanya
akan menangis jika ummi pergi meninggalkan abi, tapi abi bisa mati jika
ummi pergi meninggalkan abi. Ummi,,,, pliiiiss tetaplah bersama abi..!"
Istri : "Ah....abi mesti gitu deh...paling bisa kalau bikin deg deg serr." [peluk suami]
Jumat, 01 Maret 2013
... Ahli Ibadah Masuk Neraka ...
ismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Walaupun sudah beribadah selama ratusan
tahun, ternyata Allah memutuskan laki-laki ahli ibadah itu harus masuk
neraka. Walau sedih, laki-laki tersebut tetap ikhlas dan justru karena
keikhlasannya menerima neraka, ia justru mendapat surga.
Kisahnya.
Suatu saat, Nabi Musa as sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya.
Tak lama kemudian, beliau memutuskan untuk singgah ke sebuah tempat
yang biasa digunakan untuk shalat bagi masyarakat setempat. Di tempat
itu, Nabi Musa as melihat seseorang sedang beribadah dengan khusyuknya.
Nabi Musa as penasaran, siapakah laki-laki yang sudah menarik
perhatiannya itu. Nabi Musa pun akhirnya menanyakan perihal tersebut
kepada warga setempat. Menurut beberapa warga, orang tersebut adalah
orang yang ahli ibadah.
Nabi Musa a.s. kagum melihat orang tua
renta yang masih tetap khusyuk beribadah. Dengan segera, Nabi Musa as
mendekatinya dan menyapa,
"Wahai hamba AAllah, apa yang hendak
engkau pinta dari Allah sehingga engkau begitu khusyuk dalam beribadah,"
sapa nabi Musa a.s.
"Wahai Nabiyullah, umurku lebih dari 500
tahun dan aku telah 350 tahun beribadah kepada Allah tanpa melakukan
dosa sedikitpun," kata ahli ibadah yang sudah tua itu.
"Subhanallah, apa yang kamu harapkan dari ibadahmu yang sedemikian lama itu?" tanya Nabi Musa a.s lagi.
"Aku hanya ingin tahu, di surga manakah Allah SWT akan meletakkan aku kelak di akhirat?" kata ahli ibadah itu.
"Apakah sudah engkau temukan jawabannya?" tanya Nabi Musa a.s.
"Belum Nabi, tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah SWT," pinta ahli ibadah itu.
Ikhlas.
Karena kagum dengan ibadah yang dilakukan orang tersebut, Nabi Musa as
akhirnya mengabulkan permintaan ahli ibadah itu. Nabi Musa as kemudian
bermunajat memohon kepada Allah SWT agar memberitahukan kepadanya dimana
umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa, sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar neraku-Ku yang paling dalam."
Meski dengan berat hati, Nabi Musa as tetap mengabarkan kepada orang
tersebut apa yang telah Allah Firmankan kepadanya. Saat ahli ibadah itu
mendengarkan perkataan Nabi Musa, ahli ibadah itu terkejut. Ia kaget
atas apa yang dikatakan oleh Nabi Musa as. Dengan perasaan sedih, ia pun
beranjak dari hadapan Nabi Musa as.
Pada malamnya, ahli ibadah
itu terus menerus berfikir mengenai keadaan dirinya. Walaupun sedih,
tapi ia ikhlas atas takdirnya. Ia tidak ingin menuntut apa-apa atas
ibadahnya yang sudah 300 tahun itu. Namun, tiba-tiba terlintas di
pikiran mengenai saudara-saudaranya, teman-temannya dan orang lain yang
mana mereka baru beribadah selama 100 tahun, 200 tahun dan mereka yang
belum beribadah sebanyak dirinya. Ahli ibadah itu berfikir, dimana kelak
mereka akan di tempatkan. Ia merasa iba pada mereka, mungkin saja
tempat mereka juga di neraka.
Masuk Surga.
Keesokan harinya, ia menjumpai Nabi Musa a.s kembali. Ia kemudian berkata,
"Wahai Nabi Musa as, aku rela kalau Allah SWT memasukkan akau ke dalam
neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar
setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam neraka, maka jadikanlah tubuhku
ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu neraka tertutup oleh tubuhku
dan tidak akan ada seorangpun yang akan masuk ke dalamnya karena
tubuhku menutupi pintu neraka," pintanya.
Nabi Musa as. lalu
menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah SWT. Setelah mendengar
apa yang disampaikan oleh Nabi Musa as, maka Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa, sampaikanlah kepada umatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di surga-Ku yang paling tinggi."
Karena keikhlasan ahli ibadah itu, akhirnya ia mendapatkan surga. Nabi
Musa as pun memberitahukan kabar ini kepada ahli ibadah yang sudah tua
itu. Begitu mendengar berita yang menyenangkan itu, si ahli ibadah
langsung bersyukur kepada Allah SWT. Ia semakin meningkatkan kualitas
ibadahnya dengan ikhlas di sisa hidupnya.
... Ahli Ibadah Masuk Neraka ...
ismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Walaupun sudah beribadah selama ratusan
tahun, ternyata Allah memutuskan laki-laki ahli ibadah itu harus masuk
neraka. Walau sedih, laki-laki tersebut tetap ikhlas dan justru karena
keikhlasannya menerima neraka, ia justru mendapat surga.
Kisahnya.
Suatu saat, Nabi Musa as sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya.
Tak lama kemudian, beliau memutuskan untuk singgah ke sebuah tempat
yang biasa digunakan untuk shalat bagi masyarakat setempat. Di tempat
itu, Nabi Musa as melihat seseorang sedang beribadah dengan khusyuknya.
Nabi Musa as penasaran, siapakah laki-laki yang sudah menarik
perhatiannya itu. Nabi Musa pun akhirnya menanyakan perihal tersebut
kepada warga setempat. Menurut beberapa warga, orang tersebut adalah
orang yang ahli ibadah.
Nabi Musa a.s. kagum melihat orang tua
renta yang masih tetap khusyuk beribadah. Dengan segera, Nabi Musa as
mendekatinya dan menyapa,
"Wahai hamba AAllah, apa yang hendak
engkau pinta dari Allah sehingga engkau begitu khusyuk dalam beribadah,"
sapa nabi Musa a.s.
"Wahai Nabiyullah, umurku lebih dari 500
tahun dan aku telah 350 tahun beribadah kepada Allah tanpa melakukan
dosa sedikitpun," kata ahli ibadah yang sudah tua itu.
"Subhanallah, apa yang kamu harapkan dari ibadahmu yang sedemikian lama itu?" tanya Nabi Musa a.s lagi.
"Aku hanya ingin tahu, di surga manakah Allah SWT akan meletakkan aku kelak di akhirat?" kata ahli ibadah itu.
"Apakah sudah engkau temukan jawabannya?" tanya Nabi Musa a.s.
"Belum Nabi, tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah SWT," pinta ahli ibadah itu.
Ikhlas.
Karena kagum dengan ibadah yang dilakukan orang tersebut, Nabi Musa as
akhirnya mengabulkan permintaan ahli ibadah itu. Nabi Musa as kemudian
bermunajat memohon kepada Allah SWT agar memberitahukan kepadanya dimana
umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa, sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar neraku-Ku yang paling dalam."
Meski dengan berat hati, Nabi Musa as tetap mengabarkan kepada orang
tersebut apa yang telah Allah Firmankan kepadanya. Saat ahli ibadah itu
mendengarkan perkataan Nabi Musa, ahli ibadah itu terkejut. Ia kaget
atas apa yang dikatakan oleh Nabi Musa as. Dengan perasaan sedih, ia pun
beranjak dari hadapan Nabi Musa as.
Pada malamnya, ahli ibadah
itu terus menerus berfikir mengenai keadaan dirinya. Walaupun sedih,
tapi ia ikhlas atas takdirnya. Ia tidak ingin menuntut apa-apa atas
ibadahnya yang sudah 300 tahun itu. Namun, tiba-tiba terlintas di
pikiran mengenai saudara-saudaranya, teman-temannya dan orang lain yang
mana mereka baru beribadah selama 100 tahun, 200 tahun dan mereka yang
belum beribadah sebanyak dirinya. Ahli ibadah itu berfikir, dimana kelak
mereka akan di tempatkan. Ia merasa iba pada mereka, mungkin saja
tempat mereka juga di neraka.
Masuk Surga.
Keesokan harinya, ia menjumpai Nabi Musa a.s kembali. Ia kemudian berkata,
"Wahai Nabi Musa as, aku rela kalau Allah SWT memasukkan akau ke dalam
neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar
setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam neraka, maka jadikanlah tubuhku
ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu neraka tertutup oleh tubuhku
dan tidak akan ada seorangpun yang akan masuk ke dalamnya karena
tubuhku menutupi pintu neraka," pintanya.
Nabi Musa as. lalu
menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah SWT. Setelah mendengar
apa yang disampaikan oleh Nabi Musa as, maka Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa, sampaikanlah kepada umatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di surga-Ku yang paling tinggi."
Karena keikhlasan ahli ibadah itu, akhirnya ia mendapatkan surga. Nabi
Musa as pun memberitahukan kabar ini kepada ahli ibadah yang sudah tua
itu. Begitu mendengar berita yang menyenangkan itu, si ahli ibadah
langsung bersyukur kepada Allah SWT. Ia semakin meningkatkan kualitas
ibadahnya dengan ikhlas di sisa hidupnya.
Langganan:
Postingan (Atom)